Janda Judes

Janda Judes
14


__ADS_3

Waktu cepat berlalu,


satu Minggu setelah kejadian itu, Dery mendapatkan kabar jika dirinya dipanggil untuk interview di perusahaan XXX.


Bahagia sudah pasti, tapi juga sedih, karena nanti jika dia diterima waktu bersama ketiga sahabat pasti tidak sebanyak biasanya.


"gaes besok gue mau interview" setelah menutup sambungan telepon.


"Lo beneran pindah kerja jah?" Ikbal yang sudah duduk di samping Dery.


"gue kan cuma pindah kerja, lagian Iwan juga mau lanjut kuliah kan, Roby juga" melihat Iwan dan Roby.


"kenapa kamu tidak lanjut kuliah juga Ikbal" mengalungkan lengan dipundak Ikbal.


"Kalian lanjut kuliah? serius? kenapa lo gak bilang sama gue!!!" menghentak kaki keras. "Dery Lo kasih tau dan Lo gk kasih tau gue juga?!" marahnya lagi


"memang sahabat gak ada akhlak Lo ya berdua" dengusnya.


Yang dimarahi cuma saling pandang mengedikkan bahu cuek. "Lo bilang gue gak kasih tau Lo, waktu gue sama Iwan cerita, Lo cuma bengong Sarimin!!!" balas sewot.


"iyaa itu betul betul betul" Iwan menirukan film kartun kesukaannya.


"kapan? kok gue gak inget!" Ikbal membela diri.


"tauuk ah bodo amat!!" kompak Iwan dan Roby.


Dery hanya terkekeh melihat pertengkaran sahabatnya.


"udah iihh kayak anak kecil, Roby memang pernah cerita kok bal, tapi Lo ngelamun terus pergi." Mendengar penjelasan Dery Ikbal hanya tersenyum malu.


Obrolan mereka lanjutkan sambil menyelesaikan pekerjaan masing-masing. Ikbal masih terus mengomel, memutuskan ikut lanjut kuliah juga karena dua sahabatnya juga melanjutkan pendidikan.


Dery bahagia memiliki sahabat yang begitu baik dan peduli padanya.


Sore menjelang, mereka sudah selesai dengan pekerjaan masing-masing. Duduk di sofa tempat mereka biasa melepas penat.

__ADS_1


"kira-kira gimana gue ngomongnya sama kak Reno ya, dia bakal marah gak ya sama gue. nanti dikira gak tau terima kasih gimana. kan gue udah banyak dibantu" batin Dery


"Lo kenapa jah, ngelamun aja" senggol Ikbal yang selalu duduk paling dekat dengannya.


"gue lagi mikir, gimana bilangnya sama kak Reno" menyandarkan kepala pada sofa.


"tenang aja jah lo gak usah repot-repot bilang sama kak Reno, karena sejak awal dia udah tau dan dia setuju aja tuh asalkan Lo bahagia" jelas Roby


"haah serius?...."tapi..." belum selesai bicara Reno sudah ada dibelakang mereka.


"tapi apa der? selagi kamu bahagia kakak setuju. Tapi kamu kenapa gak ikut kuliah aja sama mereka?" tanya Reno yang sudah duduk di depannya.


"aku gak punya cukup biaya kak buat kuliah, kakak tau kan dua adik ku masih sekolah, mana tega aku nambahin beban ayah sama ibu" Dery menggigit bibir bawahnya.


"ckk" Roby dan Reno berdecak bersamaan.


"kamu lupa ya, amih sama apih kan udah bilang, kalo kamu mau kuliah apih siap biayain kamu Ijah." Reno mengacak rambut dan Roby juga ikut mencubit pipi Dery gemas.


Amih dan Apih adalah panggilan kesayangan mereka untuk ibu ayah Roby dan Reno.


Reno hanya geleng-geleng kepala melihat kelakuan adik perempuan nya. "kamu kalo butuh apapun bilang jah, gak usah sungkan kamu itu udah kakak anggep kayak adek sendiri." lanjutnya.


"iya saking sayangnya sama Ijah, Roby dilupain" ledek Iwan.


"siapa juga yang mau punya adek kayak Roby barbar tingkat alien" Ikbal menimpali.


yang diledek hanya berdecak kesal "terus aja terus, emang ya gak ada yang sayang sama gue" pura-pura menangis.


"peluk jah" yang langsung ditarik Ikbal menjauh dari Dery.


......


"Dery, kakak bawain baju buat kamu interview besok nih" Lidia tiba-tiba muncul membawa banyak paperbag berisi baju yang baru ia beli bersama amih ibu mertuanya.


"assalamualaikum Amih" Dery langsung berdiri memeluk dan menyalami Amih.

__ADS_1


"waallaikumsalam sayang" Amih membalas pelukan hangat Dery. "Amih beliin kamu baju buat interview besok nak, semoga kamu diterima ya sayang" mengelus pucuk kepala Dery lembut.


"Amih sama kak Lidia gak perlu repot-repot kayak gini, kan sayang uangnya. Amih udah banyak bantu Dery" ucapnya sendu.


"sayang kamu itu anak perempuan Amih, jadi sudah kewajiban Amih buat bantu dan bahagia kan kamu nak, jangan sungkan ya" masih terus memeluk hangat Dery.


"Ckk Amih kalo udah ketemu Dery, pasti lupa sama aku" gerutu Roby manyun


"eeh Amih lupa kalau ada anak manja kesayangan Amih disini" menggoda Roby yang memonyongkan bibirnya.


"Amih Roby gak manja" semakin kesal.


Yang Lain hanya tersenyum melihat kelakuan Roby,


Ia tak pernah iri pada Dery yang mendapat kasih sayang dari keluarganya.


Meskipun dimata orang lain Dery terlihat istimewa didepan keluarga Sanjaya, dibanding Reno dan Roby.


Tapi tak ada rasa cemburu diantara mereka, Amih yang sempat depresi karena meninggalnya adik perempuan Roby, sembuh karena kehadiran Dery dikeluarga Sanjaya. Sejak saat itu Dery sudah dianggap adik oleh Reno dan Roby.


.......


Roby mengantar Dery pulang dengan seabrek belanjaan dari sang ibu, tadinya Ikbal memaksa ingin mengantar Dery tapi Reno mengajak Ikbal untuk ikut dengannya.


"Ijah besok pagi Lo dijemput sama mang Supri ya" Roby memulai percakapan.


"gue bisa jalan sendiri kok rob, gak usah repot-repot" sungkan Dery.


"ini perintah Apih ya gak boleh dibantah" tegas Roby.


"makasih ya rob kamu, kak Reno, kak Lidia Amih sama Apih udah baik banget sama aku dan keluarga aku." memeluk lengan Roby sendu.


"kamu itu udah kayak adik gue, ya jelaslah gue sekeluarga sayang dan peduli sama Lo" mengacak rambut Dery.


*cerita ini hanya fiktif* maaf jika masih banyak kesalahan semoga kalian suka sama cerita ini ya dear 🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2