
Iwan berlari menuju mobil berharap disana tidak harus mencari Roby.
Beruntung sebelum sampai ditempat parkir ia melihat Roby tengah berjalan menuju pantai.
"Rob, Roby" teriak Iwan terengah-engah
"Wan Lo kenapa basah kuyup kayak gini?" Roby keheranan.
"mana kunci mobil cepet buka mobilnya, Lo bawa selimut atau jaket gak, buruaaan" menyeret Roby menuju mobil
"iya iya sabar kenapa sih, sebenarnya ada apa sih Lo panik banget" ikut panik melihat Iwan yg panik.
"Dery jatuh dari dermaga, Lo tau dery gak bisa berenang" membuka pintu mobil mengacak-acak isi tas berharap menemukan apa yang ia cari, beruntung ada selimut didalam mobil ikbal.
"Untung Ikbal selalu bawa selimut dimobil" batinnya lega
"Rob, gue bawa ini ke Ikbal, Lo cari klinik sekitar sini" perintah iwan
"gue ikut kesana, gue tadi liat ada bidan sebelah situ, kita bawa Dery kesana aja" usul Roby
"woooiiii kuda poni Dery itu tenggelam bukan mau lahiran, situasi kayak gini masih bisa ngelawak Lo ya" tersulut emosi Iwan menjewer telinga Roby.
__ADS_1
"eeehhh katrok bidan gak cuma bisa bantu orang lahiran doang, Tante gue bidan tapi bisa bantu kondisi mendesak kayak gini" ikut emosi, tabokan keras mendarat dipundak Iwan. "udah ayok buruan bantuin Ikbal" menyeret iwan kesal.
............
Ikbal yang masih terus berusaha membantu Dery semakin panik karena Dery tak kunjung sadar, "der maaf gue terpaksa kasih Lo nafas buatan, semoga setelah sadar Lo gak marah" batik Ikbal sambil memberikan nafas buatan untuk yang kedua kalinya.
Beruntung Dery terbatuk mengeluarkan air laut yang ia telan saat tenggelam, belum sepenuhnya sadar ketika Iwan dan Roby datang, Ikbal menyelimuti tubuh Dery yang sudah menggigil kedinginan.
"gimana udah ada klinik didekat sini?" mengangkat tubuh kecil menggigil gadis yang dicintainya.
"ada ayo ikut gue, gak jauh kok" Roby menyahut menjadi penunjuk jalan.
"Lo yakin bisa bawa Dery sendiri bal? badan Lo juga menggigil gini" lanjut Roby yang mengkhawatirkan kedua sahabatnya,"apa biar gw aja yang gendong Dery" tawar roby
"itu rumahnya gaes" tunjuk Roby. mempercepat langkah diikuti Iwan dan Ikbal.
"Permisi mbak, bisa tolong bantu kami, teman kami tenggelam, sudah sempat diberi pertolongan pertama, tapi belom sadar mbak" Roby menjelaskan pada wanita yang duduk dibelakang meja mengenakan pakaian khas seorang bidan.
"Baik mas, mari langsung bawa masuk saja"
berjalan membukakan pintu ruang praktek
__ADS_1
"silahkan masuk, baringkan saja disini, saya panggilkan bidan Hesti dulu sebentar" ucapnya lagi.
Tak berselang lama masuk seorang wanita paruh baya yang masih begitu cantik dan anggun.
"Mas mohon keluar dulu ya saya akan periksa temannya" ucap bidan Hesti lembut "teman mu pasti baik-baik saja" lanjutnya lagi.
.........
Diluar ruangan Ikbal terus saja mondar mandir didepan pintu ruang praktek dengan mata yang terus saja berkaca-kaca.
"Dery pasti baik-baik aja bal, Lo musti tenang" Roby memeluk pundak Ikbal mencoba menenangkan " kalo Lo lemah kayak gini gimana Lo mau jadi penyemangat buat Dery, udah Lo duduk dulu sini" menarik Ikbal untuk duduk di samping Iwan.
Ingatan Roby kembali pada Vina yg ia lihat berlari ketakutan "tunggu kenapa kebetulan banget disini ada vina juga" batinya
"gaes tadi gue liat Vina" Roby memulai obrolan
"kalian tau Vina liburan kesini juga, kok kebetulan banget ya" lanjutnya mulai curiga "bal, wan Lo tau? sorry ni bukan gue mau suuzon tapi tadi gue liat Vina lari ketakutan dari arah pantai" menjelaskan apa yang dia lihat tadi.
"Vina? gue malah baru tau dari Lo rob kalau Vina ada disini juga" sahut Iwan.
"gue sama Dery tau Vina ada disini, tadi pas gue sama Dery jalan-jalan dia nyamperin gue, terus gue ajak Dery pergi tinggalin Vina" Ikbal menjelaskan.
__ADS_1
*cerita ini hanya fiktif* maaf jika masih banyak kesalahan.