Janda Judes

Janda Judes
46 Dery Yang Baru


__ADS_3

Sudah hampir tiga bulan Dery ada dalam perlindungan Rizal, selama itu juga Dery banyak berlatih beladiri dan juga persenjataan.


Dery yang sudah melupakan semua traumanya, sekarang menjadi pribadi yang lebih tegas dan tangguh.


Banyak yang berubah dari dirinya, dengan gaya tomboy, karakter yang lebih keras, wajah cantiknya kini terlihat menyebalkan dan judes.


Ya itu semua karena Rizal, dia benar-benar merubah Dery menjadi lebih kuat, agar Dery bisa melindungi dirinya sendiri jika suatu saat bertemu Marco saat tidak ada perlindungan darinya.


Rizal juga membantu Dery untuk membuka usaha sendiri.


R&D cafe usaha Dery yang dalam tiga bulan ini menunjukan banyak perkembangan.


****


Dery sedang duduk termenung diruang kerjanya, saat Rizal datang.


"apa yang kau pikirkan, hmm?" Rizal berdiri diambang pintu.


Dery tersenyum melihat Rizal "hai pak tua, kapan kau kembali, kenapa tidak mengabari aku?"


"aku baru saja sampai, langsung kesini karena Joe bilang kamu ada disini," sudah duduk didepan Dery.


"apa semuanya baik-baik saja? apa yang menganggu pikiran mu der?" Rizal tau jika Dery sedang gelisah. "apa kamu merindukan ku," Rizal menggoda Dery,

__ADS_1


"tentu saja, siapa wanita yang gak merindukan pak tua baik dan tampan seperti diri mu," Dery dan Rizal tertawa bersama.


"kau ini, sudah sekarang cerita kan apa yang kamu pikirkan," lanjut Rizal.


"kak apa boleh aku jujur?" menggenggam erat tangan Rizal. Rizal hanya mengangguk. "apa yang ingin kamu bicarakan der, apa kamu ingin kembali kepada keluarga mu, apa kamu ingin meninggalkan aku. apa aku siap jika kamu pergi der," Rizal sudah tau dari Joe jika Dery sangat merindukan orang tuanya.


"aku rindu keluarga ku kak, sangat merindukan mereka, apa aku boleh melihat mereka dari jauh, hanya dari jauh kak, aku gak akan mendekati mereka." wajah Dery berubah sendu.


"aku tau kamu merindukan mereka der, tapi apa kamu yakin ingin kembali kesana, jika ada yang melihat kamu, itu bisa berbahaya. Apalagi kalau Marco tau," mengusap tangan Dery lembut, Rizal sangat takut jika Dery meninggalkannya. Entahlah sejak kapan ada rasa sayang yang muncul dihatinya, awalnya Rizal memang benar-benar ingin melindungi Dery, tapi semakin hari Rizal semakin menyayangi Dery.


"aku janji kak, aku gak akan menemui mereka, aku hanya ingin melihat dari jauh, boleh ya kak aku mohon," Melihat Dery memohon itu adalah kelemahan Rizal, membuat dia tidak bisa menolak. Dery tidak pernah meminta apapun padanya, tapi kali ini saat dia menginginkan sesuatu kenapa sangat berat bagi Rizal.


"baiklah, kamu boleh melihat mereka tapi hati-hati jangan sampai ada yang melihat kamu, satu lagi, Joe akan menjaga mu," kalimat Rizal sukses membuat senyum Dery mengembang.


"der plis jangan seperti ini, aku akan sangat malu jika kamu mendengar detak jantung ku," batin Rizal.


"sudah jangan terus memelukku, kamu bisa jatuh cinta pada ku," Rizal mendorong Dery, sudah tidak bisa mengendalikan debaran didadanya.


"apa? jatuh cinta pada pak tua, yang benar saja," Dery menjulurkan lidah meledek.


"kau ini, menyebalkan," Rizal mengacak rambut Dery gemas.


Puas menganggu Dery, Rizal mengajak Dery pulang ke villa. Selama perjalanan Dery tidur dengan pulas.

__ADS_1


"Joe apa selama aku pergi Dery banyak bekerja?" melihat wajah Dery yang sangat kelelahan.


"tidak tuan, nona tidak banyak bekerja," Joe menjawab jujur "tapi sepertinya nona sedang banyak pikiran," lanjutnya.


"lusa antarkan Dery kerumah orangtuanya, tapi jangan biarkan Dery mendekat. Tolong jaga dia Joe," masih menatap Dery


"baik tuan," Joe mengangguk.


Sisa perjalanan Rizal hanya diam memandang Dery yang tertidur lelap. "apa aku bisa terus menjaga mu der, jika nanti kamu menemukan cinta mu, apa aku masih bisa menjaga mu, melindungi mu, rasanya aku begitu tidak ingin kamu pergi dari ku." Bayangan Rizal kembali pada saat Dery begitu marah padanya, begitu Dery tau Rizal memalsukan kematiannya.


Hampir satu Minggu Dery tidak mau bicara padanya, hingga akhirnya Rizal berhasil meyakinkan dery bahwa apa yang dia lakukan semata untuk melindungi dirinya.


****


Dilain tempat Ikbal sudah lebih menerima jika Dery telah pergi, sikap dinginnya semakin menjadi-jadi. Tidak peduli siapa yang berani berbuat kesalahan sekecil apapun Ikbal akan memberi hukuman tanpa belas kasih. Seakan hatinya tidak lagi memiliki rasa kasihan, hatinya mati.


Bahkan berulang kali meminta orang agar memberi Marco pelajaran.


Kebenciannya kepada Marco seakan sudah mendarah daging.


Melihat Marco yang tidak merasa bersalah, dan dengan santainya menjalani kesehariannya bersenang-senang dengan banyak wanita membuat Ikbal ingin sekali menghancurkan Marco.


*cerita ini hanya fiktif*

__ADS_1


Hai dear, salam sayang dari author, semoga kalian selalu setia baca cerita Dery dan teman-teman ya, maaf jika masih banyak kesalahan. jangan lupa like dan komen yaa 🙏❤


__ADS_2