Janda Judes

Janda Judes
52 Gelisah


__ADS_3

Semalam Rizal tidak bisa tidur dengan nyenyak,


Entah apa yang mengganggu pikirannya, dia benar-benar merasa cemas.


Hatinya berkata tidak ingin pergi kemana pun untuk sekarang ini, dia ingin tetap tinggal dan menjaga Dery sendiri.


Tapi masalah yang timbul di anak perusahaannya di singapura tidak bisa diwakilkan siapapun, Rizal harus turun tangan sendiri.


Pagi hari Rizal turun dengan wajah yang lesu, kantung mata yang terlihat jelas.


Dery yang sedang menyiapkan sarapan dimeja makan merasa heran, tidak biasanya Rizal seperti itu.


"selamat pagi kak," tersenyum dan menaruh secangkir kopi kesukaan Rizal. "ini kopi untuk mu, agar kamu lebih semangat,"


"pagi der, terima kasih ya," tersenyum lalu menyeruput kopi.


"apa kakak baik-baik saja, tumben Kakak tidak bersemangat?" seperti biasa Dery sudah mengambilkan sarapan untuk Rizal.


"iya semalam aku tidak bisa tidur, sekarang aku jadi merasa tidak enak badan." memijat pelipisnya.


"kakak mau aku buatkan jahe? atau mau aku pijat," perhatian kecil Dery sukses membuat Rizal bahagia.


"tidak usah, aku hanya kurang tidur." menepuk-nepuk tangan Dery.


"pagi ini aku akan berangkat ke Singapura, kamu baik-baik ya, jangan keluar rumah tanpa pengawalan dan jangan menerima tamu siapapun tanpa pemeriksaan dari Joe." jelas Rizal panjang lebar. Itulah pesan yang selalu Rizal sampaikan jika dirinya akan pergi.


"iya kak, aku sudah hafal diluar kepala. jadi Kakak tidak perlu mengingatkan terus," santai Dery.

__ADS_1


"Joe apa pesawat sudah siap?"


"sudah tuan, kapan saja tuan ingin berangkat sudah siap," jawab Joe.


"enak gak sih naik pesawat pribadi, aku jadi pengen," dengan polosnya Dery bergumam, tapi dengan jelas masih bisa didengar Rizal.


"apa kamu mau ikut? jika iya kamu bisa bersiap sekarang." sentuhan lembut Rizal membuatnya salah tingkah.


"kakak dengar ya, haha aku hanya bercanda. Aku mau disini saja mengurus cafe." tersenyum malu.


Selesai sarapan Rizal bersiap untuk pergi, Dery mengantar hingga kepintu depan.


Tersenyum manis padanya, Rizal secara tiba-tiba mencium kening Dery lembut. Tak ayal membuat dada Dery berdebar, kaget dengan apa yang Rizal lakukan. Tapi Dery tidak bisa marah, dia hanya terpaku, tidak percaya.


Mobil Rizal sudah keluar dari gerbang utama, Dery masih berdiri didepan pintu. Sebelum Joe masuk, dia memberikan perintah kepada para pengawal yang berjaga.


Mengingat pesan dari tuan Rizal untuk selalu waspada pada setiap orang.


"tidak, aku hanya.... ah sudah lah lupakan saja." Dery masuk kedalam rumah, langsung menuju taman belakang. Merawat tanaman yang ada disana untuk mengisi waktu luangnya. Cukup lama berada disana hingga Dery merasa bosan.


****


Rizal yang baru saja naik ke dalam pesawat, duduk berhadapan dengan Zyan.


Mendengar semua laporan yang Zyan sampaikan, membaca dengan teliti semua berkas yang ada.


"zy, kenapa aku merasa masalah ini seperti disengaja. sejak kapan kegaduhan ini terjadi, selama ini baik-baik saja kan?" Rizal menyandarkan kepalanya, sangat gelisah.

__ADS_1


"iya tuan, ini memang sangat aneh, tapi kita belum bisa menyimpulkan sebelum kita sampai disana." Zyan membuka dan mengecek ulang berkas yang ada.


Ada apa ini, perusahaan yang dia bangun dari nol, yang selama ini berkembang dengan pesat,


saham yang tidak pernah anjlok, tiba-tiba akan diakuisisi oleh perusahaan pesaing.


Laporan yang dia terima selama ini menunjukkan jika perusahaannya sedang dalam kondisi yang sangat baik.


Dia memang sangat jarang hadir sendiri di Singapura,


tapi Rizal menaruh orang-orang kepercayaannya,


termasuk Marco untuk menggantikan kehadirannya disana.


Apa mungkin ada orang kepercayaannya yang sengaja berkhianat.


Merencanakan kehancuran perusahaannya.


Hari ini Rizal sungguh dalam kegelisahan,


Zyan sedang menyelidiki apa yang terjadi, tapi kehadiran Rizal disana juga sangat diperlukan.


Belum selesai dengan anak cabang perusahaan di singapura,


Zyan sudah mendapatkan laporan dari perusahaan yang di Surabaya juga bermasalah.


Perusahaan mengalami banyak kerugian. Pembatalan kerjasama secara sepihak, keuangan perusahaan yang carut marut.

__ADS_1


Benar-benar menguras energi Rizal dan Zyan.


*cerita ini hanya fiktif* semoga kalian suka ya dear. 🙏❤❤ jangan lupa like dan komen yaa


__ADS_2