
Ruang kerja Cafe,
tok tok tok....
"bos boleh saya masuk?" Fia mengetuk pintu,
"masuklah Fi," Dery masih tidak merubah posisi duduknya. Menopang kepalanya menggunakan tangan.
"tugas yang anda berikan sudah selesai bos," menyerahkan kontrak kerja yang sudah ditanda tangani oleh Vina.
"bagus lah," menarik nafas panjang "berikan banyak pekerjaan untuk dia Fi," lanjutnya. Fia hanya mengangguk lalu undur diri.
.
Dery berjalan keluar dengan sedikit sempoyongan sambil memegangi kepalanya.
"bos, apa kau baik-baik saja?" Fia mendekati Dery.
"kepalaku sakit Fi..." rintih Dery dengan mata sedikit terpejam. Wanita itu tampak mengurut pangkal hidungnya.
"sebaiknya anda istirahat dulu bos," ucap Fia dengan suara lembut.
"aku istirahat dirumah saja Fi, terlalu lama disini membuat aku ingin menghajar orang." sejurus kemudian Dery sudah berada di atas motornya.
nona itu memang keras kepala, sedang sakit saja masih memaksakan diri untuk pulang.
Fia menatap kepergian bosnya itu dengan perasaan cemas.
__ADS_1
.
Disinilah Dery,
karena kemarahannya pada Rizal, membuatnya enggan berlama-lama berada dicafe pemberian Rizal.
Dery memaksakan diri untuk pulang, meskipun dirinya sedang tidak siap untuk mengendarai motornya. Ia tidak ingin jika harus mengingat Rizal terus-menerus.
Motor sport Dery melaju dengan sangat kencang membelah ramainya jalanan kota, Dery ingin segera sampai dirumah sudah tidak bisa menahan sakit kepalanya.
Semakin lama semakin cepat motor itu melaju. Dan tiba-tiba pandangan mata Dery kabur, karena rasa sakit di kepalanya yang teramat sangat.
D U U A A A R R R R R
nahas,
Motor Dery menabrak pembatas jalan, belum cukup sampai disitu tubuh Dery bahkan sampai terpental cukup jauh dari motornya.
Dery bisa melihat puing-puing motor kesayangannya yang sudah habis terbakar, sebelum kesadarannya benar-benar hilang.
.
Rizal yang sedang sibuk dengan lamunannya, tiba-tiba merasakan sakit di dadanya. Bayangan Dery berkelebat di kepalanya.
arggh dada ku sakit sekali, Dery, kenapa bayangan Dery seolah menghantui ku.
Rizal sampai harus menopang tubuhnya ditembok balkon kamarnya. Pikirannya terus saja mengingat Dery.
__ADS_1
Ingin sekali mendengar suara lembut Dery yang selalu membuat hatinya bergetar.
Rizal meraih ponselnya, mencoba menghubungi nomor Dery, tapi sayang nomor ponsel Dery sudah tidak lagi bisa dihubungi.
.
Rumah Sakit,
Tubuh lemah penuh luka dan darah,
lagi-lagi Dery harus kembali berjuang mempertahankan kehidupannya.
Orang pertama yang datang kerumah sakit adalah Fia disusul Joe dan Zyan.
Fia yang mendapat kabar dari rumah sakit, jika bosnya mengalami kecelakaan, sigap menghubungi Joe agar ikut datang kerumah sakit.
Fia menangis sejadi-jadinya saat mengetahui keadaan Dery terluka parah akibat kecelakaan.
Setelah apa yang Dery lakukan untuknya dan sang ibu, membuat Fia sangat khawatir.
"bagaimana ini Joe, apa nona akan baik-baik saja," Fia menangis sesenggukan.
"tenanglah Fi, jangan buat kami ikut panik," Joe mengacak rambutnya.
kenapa tuan sangat sulit dihubungi, ayolah tuan, jangan sampai tuan nanti akan menyesal.
Joe berulang kali mencoba menghubungi Rizal, tapi masih saja tidak ada jawaban. Pesan singkatnya juga tidak dibuka.
__ADS_1
"Zy, coba kau hubungi tuan besar. minta tuan besar untuk membujuk tuan Rizal agar dia segera pulang. sebelum terlambat." perintah Joe, Zyan mengangguk lalu menjauh.
bersambung......