Janda Judes

Janda Judes
Sonya


__ADS_3

Sonya....


Dengan tatapan tajam penuh kebencian, wanita tua itu mengabsen satu persatu wajah musuh-musuh yang ada didepannya.


Hingga tatapannya kini bertemu dengan mata seorang pria muda yang sangat dia kenal.


Daniel,


Yaa orang itu adalah Daniel, adik kandung Rizal yang sengaja ia ambil untuk membalaskan dendamnya.


"Dimana keponakan ku," bentak Daniel dengan beraninya, seolah tidak ada sedikit pun bekas kasih sayang yang tersisa dihatinya, untuk wanita paruh baya yang telah merawatnya itu.


Sonya hanya menyunggingkan bibir mendengar bentakan dari Daniel, dulu kala pria itu ada bersamanya, meski Sonya berlaku sangat buruk padanya, dia tidak akan pernah membantah apalagi mengeluarkan kata-kata kasar.


Tapi kini, Daniel begitu berani membentaknya dihadapan musuh terbesar Sonya.


"kau sudah memisahkan ku dari ibu, ayah dan kakak ku, sekarang apa kau akan memisahkan bayi kecil dari orang tua dan keluarganya juga, haah?" sentak Daniel lagi. Dada naik turun menahan kemarahannya.


"apa kau masih belum puas menyiksa kami semua," sambungnya dengan mata merah berkaca-kaca. "selama ini aku menganggap mu ibu ku, meski kau selalu berlaku buruk pada ku, tapi nyatanya kau hanya memanfaatkan ku,"


"Diam kau anak tidak tahu diuntung, seharusnya kau bersyukur aku masih membiarkan mu hidup," Sonya masih saja menyunggingkan bibir, menjawab semua perkataan Daniel dengan entengnya.


"yaa!!" Daniel maju mendekati Sonya, "terima kasih sudah membiarkan aku hidup," dengan cepat Daniel menodongkan senjata tepat di depan dada wanita itu.


"karena aku lah yang akan menjadi malaikat penjemput nyawa mu,"

__ADS_1


Melihat pimpinan mereka dalam bahaya, serempak semua orang yang berdiri dibelakang Sonya menodongkan senjata pada Daniel, tapi tak sedikit pun membuat Daniel takut.


Dalam sekejap mata, dua kubu tim mafia ini saling menodongkan senjata.


"satu saja pengawal ku tumbang, aku pastikan bayi itu mati," ucap Sonya dengan nada datar.


"serahkan putra ku, maka tidak akan ada yang terluka disini," Rizal membuka suara. Dia sudah benar-benar jengah dengan wanita tua didepannya ini.


"tidak akan!!" sentak Sonya. "jika kau ingin putra mu, maka serahkan semua aset mu pada ku," Sonya sudah kehilangan rasa malunya, yang dia inginkan hanya kekayaan dan kekuasaan.


Dengan satu anggukan, semua akan buah Sonya melepaskan tembakan mulai menyerang Rizal dan timnya.


Tapi bukan The RedDelta namanya jika akan mudah dikalahkan, sekali tembakan yang keluar dari senjata masing-masing timnya, anak buah Sonya kini telah ambruk tanpa bisa melawan lagi.


Kini hanya tinggal Sonya yang masih berdiri tanpa rasa takut.


"Kembalikan cucu ku Sonya, maka aku akan melepaskan mu," ada rasa iba dari suara Tuan Rahadi, bagaimana pun juga lawannya adalah seorang wanita.


"kau pikir aku takut?" senyum Sonya sinis.


"jika pun aku mati, bayi itu juga pasti akan mati Rahadi!" sentaknya.


Tuan Rahadi menatap sendu wajah Sonya yang terlihat sangat membencinya. "apa yang membuat mu begitu membenci ku dan seluruh keluarga ku Sonya? apa kesalahan yang telah aku perbuat?" tanya Tuan Rahadi dengan suara lirih.


Sejak awal hingga kini, Tuan Rahadi sama sekali tidak tahu apa yang menyebabkan mantan istrinya ini begitu membenci dirinya dan juga Risya.

__ADS_1


Hahaha


Tawa Sonya begitu memekakkan telinga, wanita itu kini kian diselimuti amarah.


"kesalahan mu adalah menikahi wanita sialan itu!!" bentaknya dengan kilatan kebencian. "aku yang menemani mu, aku yang ada untuk mu sejak kita sama-sama masih remaja, aku mencintaimu sejak pertama kali kita bertemu, tapi kau malah menikah dengan wanita yang baru saja kau kenal? apa menurutmu itu tidak membuat ku sakit hati? apa yang kurang dari ku Rahadi?" mata Sonya sudah memerah, bibirnya bahkan sudah bergetar karena amarah.


Meski ia membenci Rahadi, tapi cintanya sama sekali tak pernah berkurang untuk pria itu.


"aku sudah menyingkirkan wanita itu, tapi kau sama sekali tidak mau melirik ku meski kau menikahi ku." sambungnya.


Tuan Rahadi hanya diam, tidak tahu harus berkata apa. Semua orang yang ada di sana pun begitu tercengang, entah apa yang telah terjadi di masa muda kedua orang yang tengah diselimuti amarah ini.


"maafkan aku Sonya, tapi bukan kah cinta memang tidak harus saling memiliki, kita sudah tua sekarang, tidak bisa kah kau melupakan masa lalu? buang semua kebencian mu itu, kau sudah sangat menghancurkan hidup ku dan anak-anak ku, apa itu belum cukup?" Tuan Rahadi menatap nanar pada Sonya.


Wanita yang dulu begitu lembut dan penyayang, bisa berubah begitu mengerikan hanya karena cinta.


Entah itu benar-benar cinta atau hanya obsesi Sonya saja.


"bahkan kau menghancurkan kehidupan banyak orang, karena mu Marco dan Vina kehilangan orang tua mereka, lepaskan segala dendam mu, agar kau bisa hidup dengan bahagia, Sonya" sambungnya lagi.


Sonya hanya menatap sinis pada musuh-musuh di depannya, kebenciannya membuatnya begitu serakah dan tak punya belas kasih serta hati lagi.


Wanita cantik itu kini bagaikan iblis yang ingin terus dipuja dan dihormati.


Tanpa mereka sadari, dua orang yang tengah mendengarkan pertengkaran Tuan Rahadi dan Sonya dibalik pintu.

__ADS_1


bersambung....


__ADS_2