
Dery POV
Pagi yang cerah secerah hati ku hahaha, menyemangati diri sendiri,
itu yang aku lakukan setiap pagi.
Ah aku lupa kalau Roby nginep disini udah bangun belum ya dia.
Anak itu memang susah bangun pagi, kalau nungguin dia bangun bisa telat berangkat interview.
"Bu, Roby udah bangun belum" tanya ku begitu masuk dapur.
"udah baru mandi dia" menunjuk kamar mandi, terdengar suara keran air menyala.
"haahh syukur dech, gue gak perlu bangunin kudanil itu" senyum ku mengembang saat melihat Roby keluar dari kamar mandi.
"selamat pagi kakak, tumben bisa bangun pagi. Ada angin apa nih?!" ledek ku
"gue bangun pagi karena laper" sahutnya langsung duduk di samping ku.
"tadi mau langsung makan, dimarahin emak suruh mandi" cengirnya.
Aneh ya, aku dirumah keluarga Sanjaya seperti putri, tapi Roby dirumah kecil ku ini sudah seperti Pangeran.
Ya ibu memang menyayangi Roby, kemarahan ibu akan mereda jika Roby yg membujuk, entahlah karena sungkan atau apa. Berbanding terbalik jika aku atau ayah yang membujuk, sudah bisa dipastikan akan semakin meledak.
Dan Roby lebih suka dirumah kecil ini daripada dirumah keluarga Sanjaya, katanya rumah ku ini menyenangkan, pekarangan yang luas, udara yang sejuk apalagi pagi-pagi seperti ini,
Roby biasanya duduk dibelakang rumah dan meminta singkong goreng buatan ibu. Katanya singkong buatan ibu itu enak, padahal menurut ku biasa saja.
__ADS_1
"udah selesai kan rob makannya?" teriak ku dari dalam kamar.
"gue telat nih" berjalan menuju dapur kesal.
"woow Lo cantik ya jah pake baju formal gitu" puji Roby "iya kan Mak, liat deh cantik banget yaa" memutari badan ku.
"emang biasanya gak cantik" sewot ku
"kagak, mana pernah Lo dandan cantik kayak gini, biasanya juga cuma pake wearpack doang" mengedikan bahu
"iisshh udah ayok berangkat" menarik keluar menuju mobil.
"etdaah tenaga Lo udah kaya sumo" membuka pintu mobil. "gue pamitan emak dulu bentar" kembali masuk kerumah. Begitu keluar lagi sudah bawa bekal aja dia.
"oh Tuhan rakus banget ni bocah, Untung emak gue luluh sama dia kalo kagak bisa diurap Lo" batinku
"udah pamitnya?" sewotku
"aw jah sakit, bener-bener Lo ya" ringisnya
****
Sepanjang perjalanan aku terus saja dibuat kesal dengan kelakuan Roby, minta disuapi bekal dari ibu, minta minum, melarang aku untuk ini itu, ngeluarkan wejangan menyebalkan, terus saja menggoda agar aku segera menerima cinta Ikbal.
Sampai aku pusing mendengar ocehan Roby dengan suara cemprengnya.
"Lo kenapa sih pengen banget gue pacaran sama Ikbal? Lo disogok ya sama dia?" melotot marah pada Roby.
"ayolah rob, berhenti nyomblangin gue sama Ikbal" mengacak rambut frustasi.
__ADS_1
terkekeh melihat aku yg sudah begitu sebal. "memangnya kenapa? Lo juga sebenarnya suka kan sama Ikbal?" semakin menyudutkan, agar aku mau mengakui kalau aku juga menyukai Ikbal.
"iiissshhh stop" mencubit perut Roby yang sudah seperti roti sobek.
"iyaaa ampuun jah ampun, gak lagi deh" meringis kesakitan.
Melihat wajah ku yg berubah sendu, Roby merasa bersalah. "maaf ya jah kalau kata-kata gue bikin Lo sedih" mengenggam tangan ku.
"udah lah rob, lupain aja. Tapi gue harap Lo gak berusaha buat nyomblangin gue sama Ikbal lagi" tatap ku penuh harap.
"tapi Lo gak...." kata-kata Roby langsung aku potong.
"rob plis. Apa Lo lupa sama ucapan Mama nya Roby dulu? dia gak mau anaknya berhubungan sama gue.
Cukup sebatas sahabat aja gak lebih" mengingat kan kembali, pada saat Mama Ikbal sengaja memperingatkan aku agar tidak lebih dekat dengan Ikbal kecuali hanya sahabat.
Mama nya tidak ingin Ikbal memiliki kekasih yang hanya anak seorang buruh.
Kejadian itu hanya Roby yang tahu, ya aku tidak ingin orang lain tau.
Meskipun keluarga ikbal menerima ku dengan baik, tapi tidak dengan Mama nya, yang sangat keberatan jika Ikbal memiliki hubungan dengan ku.
"maaf ya jah, gue kira Lo udah lupa itu semua, kejadian itu kan udah lama banget" terlihat Roby menyesal mengingat kan aku pada kejadian itu.
"udah lah rob lupain aja." menepuk pundak Roby.
"gue turun ya, takut telat, doain gue lolos dan bisa kerja di perusahan besar ini, biarpun cuma jadi ob atau staf biasa hahaha" menyemangati diri sendiri.
"gue doain deh semoga Lo keterima, semangat ya jah" mengacungkan jempol.
__ADS_1
*****
*cerita ini hanya fiktif* semoga kalian suka jangan lupa like dan komen ya dear🙏🙏❤❤