Janda Judes

Janda Judes
Si Jenius The RedDelta 2


__ADS_3

Waktu menunjukkan pukul 11 malam, saat Rendy berhasil membawa ibu, Dery serta Ramon keluar dari desa kecil itu.


Setelah cukup lama menunggu Rendy yang entah pergi kemana, akhirnya mereka sudah duduk didalam mobil milik Rendy.


Ibu Ratih dan Ramon duduk di kursi belakang, mereka terlihat sangat lelah, hingga tidak lama berada didalam mobil mereka langsung terlelap.


Sedangkan Dery, sejak tadi dia terus menatap Rendy, ada banyak pertanyaan didalam benaknya.


Rendy yang menyadari tatapan penuh tanda tanya dimata Dery, akhirnya membuka suara.


"apa ada hal yang ingin kamu tanyakan Dery?" Rendy melirik Dery dengan senyum tipis diwajahnya.


"ya, ada hal yang ingin aku tanyakan, tapi sebelumnya maaf jika pertanyaan ku akan membuat mu tersinggung Rendy," Dery mengusap lengan Rendy sebelum melanjutkan pertanyaannya.


"jika kamu memiliki mobil semewah ini, kenapa ibu Ratih tinggal di desa terpencil itu? dan kenapa kamu tidak membawa mobil ini ke desa?"


Sebelumnya Rendy sudah menduga pertanyaan itu akan terlontar dari mulut wanita cantik ini, Rendy tersenyum tipis pada Dery.


"aku bekerja sebagai asisten pribadi orang terkaya kedua di negara ini, jadi jangan heran jika aku memiliki fasilitas sebagus ini, dan alasan kenapa ibu tinggal di desa terpencil itu, aku tidak tahu, hanya ibu yang bisa menjawabnya," jawab Rendy jujur,


"mobil ini tidak mungkin aku bawa ke desa, karena kau tahu lah, jalan di sana sangat buruk, aku tidak ingin mobil kesayangan ku ini rusak," seloroh Rendy.


"begitu," Dery manggut-manggut mendengar penjelasan Rendy.


"lalu kita sekarang mau kemana?"


"tentu saja ikut aku ke kota S, tempat dimana bos ku berada," santai Rendy.


Mendengar jawaban Rendy, membuat Dery menerawang jauh. Bagaimana jika anak buah Marco atau Monica bisa menemukan keberadaan mereka, bagaimana jika mereka masih terus mengincar Ramon.


Kota S...


Aku ingat betul, Joe pernah beberapa kali melakukan perjalanan bisnis di kota itu.


"Dery, tenang lah, aku akan melindungi kalian..." Rendy bisa melihat gurat kekhawatiran diwajah Dery.


"terima kasih Rendy, kamu sangat baik padaku dan Ramon," ucap Dery tulus.

__ADS_1


"dan ini tidak gratis, kau harus membayarnya," seloroh Rendy dengan tawa renyah.


"iisshhh, dasar tiang listrik," gerutu Dery.


"aku hanya bercanda nona," Rendy sengaja mengedipkan sebelah matanya untuk menggoda Dery yang terlihat cemberut.


Meski aku baru mengenal kalian, aku akan menjaga kalian, aku tidak akan membiarkan bahaya mendekati kalian. Rendy


.


Rumah Sakit Milik keluarga Arandra...


Rizal yang tengah duduk diluar ruang ICU, terus menatap tubuh lemah adiknya dari balik kaca.


Dia tidak bisa meninggalkan Daniel sendiri, meski pengawalan sangat ketat di rumah sakit ini, tapi dia tidak ingin kecolongan lagi.


Rizal tahu betul The BlackDelta, menginginkan Daniel kembali pada mereka.


Karena hanya Daniel lah orang yang bisa mereka manfaatkan untuk menghancurkan The RedDelta yang kini resmi dipimpin Rizal.


Seharusnya Rizal tidak memimpin The RedDelta sendirian, tapi karena sepupunya masih belum mau masuk ke dunia hitam ini, akhirnya Rizal harus turun tangan sendiri.


Setelah mendapat kabar dari Joe siang tadi, Rizal memerintahkan Joe untuk menambah pengawal untuk membantu mencari Dery didalam hutan.


Selagi Zyan memperkuat keamanan sistem The RedDelta, Rizal justru sedang berusaha meretas sistem milik The BlackDelta.


Dia meyakini ada hal-hal janggal yang selama ini ditutupi oleh mantan ibu tirinya.


Mengingat kematian sang ibu yang tidak wajar, karena mayatnya sama sekali tidak bisa dikenali, tapi justru langsung dilakukan pemakaman tanpa penyelidikan terlebih dahulu.


Dan tentang kematian, Rahadi ayah dari Marco.


Sejak sang ayah mengingatkan kembali pada kejadian bertahun-tahun yang lalu, yang membuat Marco kini harus dirawat di rumah sakit karena trauma yang dialaminya membuat pria itu harus mengalami koma beberapa hari ini.


Kejadian akhir-akhir ini sungguh menguras energi dan pikiran Rizal.


Memikirkan bagaimana keadaan sang istrinya saja sudah membuatnya menjadi lemah, kini ditambah sang adik yang juga koma karena menyelamatkan hidupnya, dan juga Marco yang koma karena traumanya.

__ADS_1


.


Didalam hutan...


Meski sudah hampir tengah malam, tapi Juii masih tidak gentar untuk terus mencari nona mudanya.


Rasa hormat dan hutang budi dirinya pada Tuan Rahadi membuatnya selalu bersemangat untuk mencari menantu kesayangan keluarga Arandra itu.


Sudah cukup dalam, mereka memasuki hutan, tapi belum juga ada petunjuk tentang keberadaan Dery.


Joe dan Jack yang berada di kelompok berbeda bahkan sudah hampir menyerah.


Tapi tidak dengan Juii yang terus menyusuri hutan dengan penerangan seadanya, agar bisa menemukan petunjuk, meski hanya petunjuk kecil.


Dan.....


Nona...


Teriakan seorang pengawal terdengar begitu nyaring di telinganya.


Juii menoleh, dalam kegelapan malam, samar-samar dia bisa melihat beberapa pengawal berlari kearahnya berdiri.


"ada apa?" tanya Juii.


"i..ini sepertinya tas milik tuan muda Ramon," mengulurkan tas sekolah yang diyakini milik cucu tuan besar mereka.


"terima kasih," angguk Juii. "Kalian bisa menghubungi Joe dan Jack, mereka harus kesini secepatnya," titahnya.


"nona Juii, apa kita akan menunggu taun Jack dan tuan Joe disini?"


"Ya!! kita tunggu mereka," Juii sudah duduk dibawah pohon yang cukup besar, lalu membuka tas sekolah Ramon.


Ini benar milik tuan Ramon, banyak sekali makanan didalam tas ini, berarti benar dugaan ku, nona membawa Ramon lari masuk kedalam hutan.


"setelah Joe dan Jack datang, kita harus mencari apakah disekitar hutan ini ada pemukiman penduduk atau tidak," titah Juii yang langsung mendapat anggukan dari pengawal yang ia bawa.


"apa yang kalian cari disini?"

__ADS_1


Bersambung.....


__ADS_2