
Dery PoV
Di apartemennya Dery yang sedang duduk dimeja dapur,
merasa kehilangan selera makan, padahal perutnya sudah sangat lapar.
Apa yang dia lihat di kantor tadi membuatnya merasa begitu takut berada terlalu dekat dengan Marco.
"kalo gue resain aja gimana ya. kok gue jadi ngeri deket-deket sama bos gila itu" membayangkan wajah Marco yang menyebalkan.
"tapi kalo gue resain, gue harus ganti rugi 1M. gak, gak, gue mana punya duit segitu. Tunggu mungkin aja perempuan tadi istrinya, gue kan juga gak pernah tau gimana kehidupan dia. tapi kalo dia istrinya kenapa gak tinggal bareng Marco di apartemen ini" aahh teriaknya tertahan.
Mendengar ketukan pintu yang begitu kencang, membuatnya terlonjak kaget. "mampus gue, pasti itu Marco, bukain gak ya. kok gue ngeri sih" masih mondar-mandir tidak jelas.
Lagi-lagi pintu diketuk dengan sangat tidak sabaran, dengan terpaksa Dery membuka pintu takut-takut.
"ya ada apa?" berdiri dibelakang pintu.
"lebih baik gue pura-pura gak tau aja deh, huuft Ok der Lo harus bersikap biasa, jangan sampai ni orang curiga sama Lo" batin Dery.
"kamu kok pulang duluan? kenapa? kan udah saya suruh nunggu di mobil." tanya Marco dengan menahan amarah.
"mmm ini pak saya tadi keburu lapar jadi saya pulang duluan, maaf ya pak" berusaha setenang mungkin.
"lapar? kamu yakin?" maju satu langkah.
"iya pak bener kok saya emang tadi lapar terus pulang duluan" Dery mundur dua langkah.
"tadi ada satpam yang liat kamu dilift, apa kamu kembali ke ruangan mu?" selidik Marco dengan wajah menyeramkan.
__ADS_1
Deg Dery mulai gugup "oh tadi, saya pergi ke toilet lantai 2 pak, tapi karena ruangan disana hampir semuanya gelap saya jadi takut" jelasnya
"kalau udah gak ada yang mau ditanyakan, saya masuk ya pak, saya mengantuk!!" langsung menutup pintu dan berlari menuju kamar.
Dery bergidik ngeri melihat wajah menyeramkan Marco.
"aduh gue lapar lagi, makanan tadi masih enak dimakan gak ya?" berjalan menuju dapur.
"Yah, udah melar aja ni mie, mana enak dimakan. apa gue turun aja ya, gue gak bisa tidur kalau lapar kayak gini" memutuskan membeli makan didepan gedung apartemen.
****
Setelah berjalan dan memilih, akhirnya Dery memutuskan untuk makan nasi goreng.
"Pak nasi goreng seafood super pedes 1 ya, sama es jeruk" pesan Dery pada bapak penjual nasi.
"siap mbak" jawab si bapak.
"gue telpon Roby ah" Dery mengeluarkan ponsel dan menelpon Roby.
_hallo Ijah, Lo kenapa baru ngabarin sih jah, hheeehh sumpah Lo itu emang nyebelin_ suara cempreng disebrang.
_aduh, suara Lo bisa bikin kuping gue budek tau gk_ gerutu Dery menjauhkan ponsel dari telinganya.
_hallo der, gimana Lo baik kan, gue kangen sama lo_ Ikbal merebut ponsel Roby, saat tahu Dery yang menelpon.
_gue baik kok bal, Lo sama yang lain gimana baik juga? maaf ya gue baru ngabarin_ Dery tersenyum mendengar sayup-sayup pertengkaran Roby dan Ikbal yang berebut ponsel.
_baik kok Der kita semua baik_ ikbal lagi sedikit berteriak.
__ADS_1
_alhamdulilah, Ok deh kalo gitu gue makan dulu ya, pesenan gue udah sampe ni, bye_
_ok deh bye jangan lupa kasih kabar kita ya jah_ Roby memutuskan sambungan telepon.
"Pak boleh dong ya ngobrol-ngobrol" Dery merasa kesepian, mengajak penjual nasi ngobrol.
"boleh nduk" kata bapak penjual.
"saya Dery pak, bapak namanya siapa?" memperkenalkan diri.
"saya Tarjono nduk, panggil saja Jono" ramah pak Jono. "baru ya nduk tinggal disitu?" menunjuk gedung apartemen tempat ku tinggal.
"iya pak saya baru dua hari disini" senyum Dery "nasi goreng bapak enak banget" puji Dery.
"Alhamdulillah kalau kamu suka nduk, kamu kalau malas keluar gedung telepon saja nduk nanti diantar sama anak gadis saya" pak Jono menyerahkan nomor ponsel milik nya.
"wah kebetulan banget pak, bapak biasa buka sampai jam berapa?" Dery antusias, lumayan kan kalau tengah malem lapar tinggal telepon makanan datang, udah gitu ini makanan enak cocok sama seleranya.
"saya buka dari jam 5 sampai jam 3 malam nduk" jelas pak Jono sambil membereskan meja.
"Ok pak ini nomornya aku catat ya pak"
"iya nduk" singkat pak Jono.
Setelah membayar Dery langsung kembali ke apartemen, sudah mulai mengantuk. Tanpa sengaja saat Dery berjalan menuju lift dia melihat Marco yang baru keluar lift, dengan terburu Dery memilih menghindar. "jangan sampe dia liat gue, gue ngumpet dulu deh" bersembunyi dibalik meja security.
Setelah Marco tidak lagi terlihat dia baru naik ke atas. "Untung gk liat gue" batinnya.
"gue lelah mau tidur capek banget pfft" menjatuhkan diri diatas kasur empuknya, dan langsung terlelap.
__ADS_1
*cerita ini Hanya fiktif* semoga kalian suka ya dear, maaf jika masih ada kesalahan 🙏❤❤