
Marco PoV
Sejak Dery memilih pulang sendiri waktu itu, Dery terlihat berbeda, dia seperti menjauhi ku.
Sudah hampir dua Minggu Dery masih saja tidak mau berangkat dan pulang kantor bersama ku,
terlebih Cellena yang mengumbar cerita jika aku dan dia ada hubungan istimewa.
Dery memang tidak peduli soal isu itu, tapi sepertinya dia tahu kejadian aku dan Cellena malam itu.
_bersiaplah kamu harus ikut saya meeting siang ini_ aku mengirim pesan padanya.
_baik pak, apa ada orang lain yang ikut selain saya?_ balasnya cepat.
_tidak hanya kita berdua, jam satu siang kita berangkat ke cafe XXX_ pesan ku tidak dibalas lagi.
****
Aku sedang bersiap untuk meeting, saat ponselku berdering. Pesan dari Dery,
_pak saya sudah berangkat ke cafe XXX, bapak tinggal menyusul saja, semua keperluan sudah saya bawa_ isi pesan Dery membuat aku semakin kesal.
"Dery benar-benar menghindari jalan berdua sama gue" marah ku menggebrak meja.
****
Dicafe, saat ada clien dia bersikap biasa saja. Tapi setelah selesai meeting lagi-lagi dia menghindar, jelas sekali jika dia tidak ingin berada didekat ku.
"pak saya duluan ya," tersenyum samar.
"tunggu der, kamu bareng saya aja" ku tarik tangan Dery.
"maaf pak, saya masih ada urusan diluar kantor," lagi-lagi menolak ajakan ku.
"apapun caranya gue harus bisa dapetin Dery, tapi sebelum itu gue harus pecat Cellena. mungkin Dery takut sama Cellena." batin Marco, saat dery menolak kembali kekantor bersamanya.
__ADS_1
Ponsel ku berdering, pesan dari Rizal, ternyata dia sudah berada dikantor.
"ck Rizal pasti udah denger isu murahan itu, wanita itu harus cepat jauh dari hidup gue."
Sengaja mempercepat laju mobil agar segera bertemu dengan Rizal.
****
Tanpa mengetuk pintu aku langsung masuk ruangan Rizal.
Belum sempat duduk, dia sudah memberondong dengan pertanyaan.
"Lo tau kan kenapa sampai gue dateng kesini? gue harap berita itu salah co," suara Rizal sedikit menahan kesal.
"iya gue tau, karena gosip Cellena kan? staf bawah yang genit itu." jawab ku santai.
"Lo ada hubungan apa sama dia?" sudah duduk bersandar disofa.
"gak ada, Lo kan tau gue suka nya sama Dery, sekretaris gue. Sekarang malah Dery menjauh dari gue, gara-gara wanita itu." menyiapkan minuman untuk Rizal.
"tapi alasan pemecatannya apa zal, gak mungkin kan cuma karena gosip ini?" tanya ku. "yang ada dia malah makin bikin onar"
"itu urusan gue, panggil dia" sambung Rizal.
"siap bos" jawab ku bersemangat.
Tak berselang lama Cellena sudah berdiri didepan Rizal,
"Cellena," suara Rizal mengintimidasi.
"i..iya saya pak" terlihat jelas jika dia gugup.
"kamu saya pecat" teriak Rizal.
"ta..tapi kenapa pak, salah saya apa?" aku hanya melihat wajah Cellena yg memerah menahan amarah.
__ADS_1
"sudah saya peringatkan berkali-kali jangan buat kegaduhan dikantor saya, kamu saya pindah kesini agar kamu bisa memperbaiki kinerja kamu, tapi kamu malah semakin menjadi." baru kali ini aku lihat Rizal benar-benar marah.
"tapi saya dan pak Marco memang memiliki hubungan pak, iya kan pak marco" matanya sudah berkaca-kaca, sebenarnya aku kasian tapi dengan adanya dia disini itu bisa menghambat hubungan ku dengan Dery.
"ada hubungan atau tidak dengan Marco kamu tetap saya pecat!!" tegas Rizal.
"tapi pak apa salah saya?"
"Cellena, kamu jangan pura-pura tidak tahu, kamu sudah banyak menggelapkan uang perusahaan, dan kamu menjual proposal proyek ke perusahaan lain kan, saya punya banyak cukup bukti untuk itu!" Rizal melempar berkas tepat di wajah Cellena,
"wah ternyata dia jauh lebih busuk dari yang aku kira, selain murah ternyata dia ular juga" batin ku ikut kesal dengan bukti-bukti yang ada.
"keluar dari ruangan saya, bereskan ruang kerja mu dalam satu jam atau polisi yang akan menjemput mu!!" suara Rizal semakin meninggi.
Setelah Cellena pergi, aku coba membuka obrolan dengan Rizal.
"Jadi selama ini Lo udah menyelidiki wanita itu? sebenarnya gue memang mendekati dia, tapi belum banyak informasi yang gue dapet." kata ku bersandar di sofa.
"jadi bener Lo punya hubungan sama ular itu?" menendang kaki ku kesal.
"Lo itu udah berapa lama kenal sama gue, dia bukan level gue, kalau cuma buat mainan sih Ok, tapi bukan berarti gue suka!" jelas ku. "lagi pula pertama aku datang kesini, memang ada laporan kalau dia itu tidak beres. jadi gue coba selidiki, sambil bersenang-senang pastinya hahaha" kami hanya terkekeh bersama.
"udah dapet berapa kali?" selidik Rizal.
"empat kali hahaha" jawab ku santai
"emang Lo ya garangan kelas kakap, gak mau rugi." hanya menggeleng heran.
"kalau Lo beneran suka sama Dery, rubah sikap lo. gue tau Dery itu gadis baik" memperingatkan ku lagi.
"iya zal, nanti kalo gue sudah dapat Dery dan gue nikahin gue bakal berubah" santai ku.
Dalam pikiran ku Hanya ingin memiliki Dery seutuhnya, apapun caranya.
*cerita ini hanya fiktif* semoga kalian suka ya dear, maaf jika masih ada kesalahan 🙏🙏❤❤
__ADS_1