Janda Judes

Janda Judes
19


__ADS_3

Marco POV


Hari ini, gadis itu akan mulai bekerja sebagai sekertaris ku, kesempatan yang bagus, aku bisa lebih dekat dengan dia, akan ku buat dia jatuh ke pelukan ku.


"aah gue lupa, mana perjanjian kontrak kerja buat gadis itu" mengacak-acak berkas dimeja kerjanya.


"ini dia, dengan ini apapun yang terjadi dia gak akan bisa lari dari gue" tersenyum licik.


****


Diruang kerja manager perusahaan XXX, Dery sudah duduk diam sendiri sekitar 30menit lamanya, Dengan perasaan yang campur aduk.


Tap tap tap, dari suara langkahnya saja sudah mengintimidasi. Dery yang tadinya duduk tenang menjadi tegang mendengar suara tegas pria yabg baru saja masuk ruangan.


"sudah lama menunggu?" tanya Marco baru saja masuk. Senyumnya mengembang melihat penampilan Dery yang begitu menawan.


"kenapa dia semakin terlihat cantik sih, dan lihat wajahnya yang itu tegang sungguh menggemaskan" batinnya tidak sabar ingin mencubit pipi cubi gadis didepannya.


"silahkan duduk, Dery" duduk tepat didepan dery.


"ba..baik pak" gugup Dery


"santai saja tidak perlu gugup seperti itu, perkenalkan saya Marco" mengulurkan tangan disambut dengan jabat tangan Dery.


"gadis ini sungguh menarik, kenapa dada ku begitu berdebar, ini hanya berjabat tangan Marco" teriaknya dalam hati.


"sebelum kamu mulai kerja, silahkan tanda tangani kontrak kerja ini." menunjuk kontrak kerja didepan Dery. "isinya hanya seperti kontrak kerja biasa, tidak perlu dibaca semua"


sambungnya lagi tanpa memandang Dery.


"baik pak, saya tanda tangani" Tanpa disadari Dery menandatangani hal yang mungkin tidak akan ia sukai.

__ADS_1


"Ok kamu sudah bisa kerja, ruang kerja kamu disana, persiapkan diri kamu, setelah ini akan ada sekertaris senior yang akan mendampingi kamu selama satu minggu, setelahnya kamu harus bisa melakukan semua tugas mu sendiri" Marco menunjuk ruangan yg berada tepat di samping ruang kerjanya, yang hanya dibatasi kaca bening. Marco memang sengaja mengubah ruang sebelah agar ia bisa dengan leluasa menatap Dery setiap saat.


"baik pak, saya permisi," Dery pamit undur diri.


Marko menelpon Ikka sekertaris senior, dia ingin Ikka mengajari Dery agar tidak membantah segala perintahnya.


Ikka hanya bisa menurut karena takut dengan ancaman Marco yang akan memecatnya jika tidak membuat Dery patuh padanya.


****


"hai Dery, kenalkan aku Ikka," Ikka sudah berada diruang Dery, akan mulai mengajari semua tugas Dery.


"hai kak aku Dery" menjabat tangan Ikka bersahabat.


"Ok kita mulai ya" lanjut Ikka


****


Dery hanya menurut tanpa sedikitpun mengajukan pertanyaan.


Setelah 20menit dicafe Marco baru membuka obrolan.


"der, sepertinya meeting kita hari ini ditunda, clien kita membatalkan mendadak" katanya sambil menyeruput kopi.


"batal pak? jadi apa boleh saya pergi sekarang?" tanya Dery takut-takut.


"mau kemana kamu? kita kan belum makan dan ada hal yang harus saya bicarakan" tegas Marco.


"tapi makanan disini mahal pak" ucap Dery polos.


" hahaha kamu itu lucu sekali, tenang saja kamu bisa makan apapun di sini, saya yang bayar, tidak perlu sungkan" Marco sudah memesan makanan, Setelah makanan datang, Marco kembali membuka suara.

__ADS_1


"kembali lagi, ada yang mau saya bicarakan"


"apa itu pak?" menelan makanan susah payah.


"kalau kamu ditugaskan di kantor cabang, yang berada diluar kota apa kamu bersedia?"


Mendengar kalimat Marco Dery sampai tersedak. "luar kota? yang bener saja baru juga masuk satu hari masak udah mau dipindah tugas?" batinnya


"pelan-pelan makanya!" menyodorkan air minum.


"maaf pak maaf, saya kaget" Dery salah tingkah.


"gimana? apa kamu siap?" ulang Marco.


"harus ya pak?" Dery memastikan, berharap ini hanya guyonan atasannya.


"harus lah, kamu kan sudah tanda tangan tadi, kalau kamu menolak perintah atau melanggar aturan kamu harus membayar ganti rugi perusahaan sebesar 1M" ancam Marco.


"haaahh 1M pak?" Dery melotot terkejut. "kenapa gue tadi gak baca semua isi surat kontrak itu sih, bodoh banget sih Lo jah" dalam hati Dery frustasi.


"iya 1M, kamu sanggup bayar segitu?" senyum licik Marco muncul.


"kalau saya ada uang segitu saya tidak akan kerja di perusahaan ini pak" jawab Dery kesal.


"berarti kamu siap dipindah tugaskan, hmm"


"iya pak saya siap" terpaksa.


"bagus kalau begitu, kamu juga tidak akan pindah sekarang. Nanti setelah kamu bisa dan mengerti apa tugas kamu, kamu harus ikut saya pindah ke Surabaya, gak lama mungkin hanya 1-2tahun saja" Marco sedikit menjelaskan, dengan senyuman licik.


Dery hanya bisa mengangguk, dan berfikir bagaimana caranya ia meminta ijin pada kebmdua orang tua nya. "semoga ayah sama ibu gak keberatan kalau aku harus pindah ke Surabaya." batin Dery

__ADS_1


*cerita ini hanya fiktif* maaf jika masih ada kesalahan. 🙏🙏❤


__ADS_2