
Daniel benar-benar membuat Joe dan Zyan kesal, Benar kata Rizal, jika ponsel yang dia lacak ternyata hanya jebakan saja,
Berarti sekarang Tuannya sedang dalam bahaya, Rizal pergi hanya dengan beberapa pengawal saja.
"zy lacak keberadaan tuan secepat mungkin" mengemudi mobil dengan ugal-ugalan.
"tenanglah, aku sudah dapat posisi tuan saat ini, dan tuan tidak lagi bergerak dari tempatnya, Kemungkinan besar sudah sampai." masih fokus dengan laptopnya.
"Daniel benar-benar manusia licik, setelah apa yang dia lakukan dulu, sekarang dia ingin menghancurkan tuan lagi" Joe memukul kemudi mengingat apa yang Daniel lakukan beberapa tahun lalu.
****
Setelah beristirahat cukup lama, Dery memutuskan untuk mencari tempat berlindung yang lebih aman.
"ini pasti sangat jauh dari kota, aku lelah sekali tapi jika aku tetap disini tentu saja mereka akan dengan mudah menemukan ku," berjalan tertatih tubuhnya sangat lemah.
Luka ditubuhnya memperburuk keadaannya.
Hampir 30 menit berjalan menyusuri jalan setapak, sebuah pukulan membuat kepalanya sangat berat, tiba-tiba matanya menjadi kabur, meski sempat berbalik dan melihat siapa yang memukulnya, tapi sudah tidak lagi bisa melawan.
Bugh, setengah sadar dia mendengar suara orang yang begitu Dery kenal.
"mau lari kemana lagi nona, jangan kira setelah menghabisi pengawal ku kamu bisa pergi dengan mudah." meremas pipi Dery kuat.
"kalian bawa dia, kita kembali ke markas sepertinya akan ada pertunjukan besar hari ini." Dengan tatapan mata tajam, dan suara yang tidak lagi bersahabat.
__ADS_1
****
Markas Daniel,
Daniel yang baru tiba ditempat dimana dia menyekap Dery, begitu terkejut saat melihat 12 pengawalnya sudah meregang nyawa,
dan 1 pengawal lain dalam kondisi yang sangat buruk meski masih hidup.
"maafkan kami tuan, wanita itu lebih licik dari yang kami kira, dia berhasil melumpuhkan seluruh pengawal yang berjaga disini," ucapnya disela rintih kesakitan.
"brengs*k, wanita itu benar-benar membuat ku marah, cari dia bawa kemari hidup atau mati!!!"
Seorang pengawal berlari masuk "bos ada yang datang, sepertinya Rizal"
Empat pengawal bergegas mencari Dery, karena jika Dery tidak ditemukan sudah bisa dipastikan rencana yang sudah disusun Daniel selama ini akan gagal.
Brakkk hanya satu kali tendangan pintu utama markas Daniel ambruk.
"Daniel keluar kau" suara Rizal menggelegar.
prok prok prok Daniel yang keluar dari satu ruangan, tersenyum smirk "hai kak kenapa harus berteriak seperti itu?" berdiri tidak jauh dari Rizal.
"dimana Dery, jika kau berani menyakitinya akan ku pastikan hidup mu akan berakhir saat ini juga" mengacungkan senjata api tepat di kepala Daniel.
"lakukan saja, kematian ku akan jadi kematian wanita itu juga" tidak sedikit pun takut pada ancaman Rizal.
__ADS_1
"lagi pula aku lah pihak yang harusnya mengancam bukan kau kak" senyumnya mengembang.
"Dery tidak tahu apapun, jadi lepaskan dia" menurunkan senjatanya.
"kau ingin aku kan? lepaskan dia sekarang" Rizal tidak akan dengan mudah menyerah, dia hanya memberi ruang pada pengawal yang menyusup kedalam untuk mencari Dery.
"apa kau tidak merindukan ku kak? mari duduk dan minum kopi bersama, sungguh aku sangat ingin menghabiskan waktu bersama kakak tersayang ku ini" sebisa mungkin Daniel mengulur waktu, agar pengawalnya bisa menemukan Dery, sebelum Rizal tau jika wanitanya telah berhasil kabur.
"jangan banyak basa-basi, cepat bawa Dery kemari, maka semua keinginan mu akan aku penuhi" sudah tidak sabar, khawatir jika terjadi sesuatu pada Dery.
"wow sepertinya kau sangat mencintai wanita itu ya kak, bahkan kau sampai rela mengkhianati sahabat mu sendiri" kata-kata Daniel sukses membuat Rizal mematung.
"sudah bisa melupakan Monica ternyata, tapi kenapa harus istri sahabat mu sendiri kak, apa pesona mu telah pudar hingga tidak mampu mencari wanita lain? apa yang jal**g itu berikan pada mu? apa servicenya sungguh membuat mu menggila, haha" tawa Daniel memenuhi ruangan.
"diam kau brengs*k, Dery adalah wanita baik, jika bukan karena kelicikan Marco Dery tidak akan pernah mau menikah dengannya. Dery seribu kali lebih baik dari jal**g bayaran mu itu" mata Rizal memerah urat ditangannya hingga menonjol karena emosi yang tertahan.
Hahaha Tawa seseorang membuat semua yang ada disana terdiam.
"hallo bos" menunduk hormat "apa kau mencari wanita ini" Menyeret Dery dengan kasar dalam keadaan tangan terikat.
Tanpa rasa jijik dia menjilat darah yang menetes di pipi Dery.
Mengetahui siapa yang datang membawa Dery, membuat Rizal sangat terkejut.
*cerita ini hanya fiktif* semoga kalian suka ya dear, jangan lupa like komen dan vote ya, salam sayang dari author ❤❤🙏
__ADS_1