Janda Judes

Janda Judes
111 Ungkapan Hati Ikbal.


__ADS_3

Ditempat yang jauh,


Tuan Rahadi menyaksikan pernikahan putra sulungnya dari sebuah video yang sengaja diputar secara live oleh Zyan.


Tangis harus tuan Rahadi pecah saat sang putra dan menantunya meminta restu padanya.


Acara pernikahan yang harusnya dia ada disana, tapi malah dia tidak bisa hadir.


Tentu itu membuatnya sangat menyesal.


Saat tuan Rahadi berbicara panjang lebar dengan Dery dan Rizal.


Ikbal sudah berdiri diatas panggung bersama band pengiring acara.


"selamat malam semuanya.." Ikbal berdiri dengan sangat berkharisma.


"saya berdiri disini ingin menyanyikan sebuah lagu untuk seseorang," sorak sorai para tamu memenuhi ruangan.


Rizal yang memeluk Dery sama sekali tidak memperdulikan Ikbal yang akan bernyanyi.


Musik sudah mulai mengalun dengan sangat indah, sampai Ikbal menyanyikan lagu yang membuat Dery terkejut.


'***Ku tak bahagia, melihat kau bahagia dengannya


Aku terluka, tak bisa dapatkan kau sepenuhnya


Aku terluka, melihat kau bermesraan dengannya


'Ku tak bahagia, melihat kau bahagia


Harusnya aku yang di sana, dampingimu dan bukan dia


Harusnya aku yang kau cinta dan bukan dia


Harusnya kau tahu bahwa cintaku lebih darinya


Harusnya yang kau pilih bukan dia


'Ku tak bahagia, melihat kau bahagia dengannya


'Ku tak bahagia, melihat kau bahagia


Harusnya aku yang di sana, dampingimu dan bukan dia


Harusnya aku yang kau cinta dan bukan dia


Harusnya kau tahu bahwa cintaku lebih darinya


Harusnya yang kau pilih bukan dia


Oh...


Harusnya aku yang di sana, dampingimu dan bukan dia


Harusnya aku yang kau cinta dan bukan dia


Harusnya kau tahu bahwa cintaku lebih darinya


Harusnya yang kau pilih bukan dia***.....


Tidak terasa lagu yang dinyanyikan Ikbal membuat hampir semua tamu undangan menangis haru,


Begitu juga dengan Ikbal sendiri berulang kali mengusap wajahnya kasar karena terus saja menitikan air mata.


Rizal melihat dengan jelas jika Ikbal sangat mencintai istrinya, bahkan sang istri sampai berkaca-kaca saat mendengar Ikbal menyanyi.

__ADS_1


Ikbal menatap nanar Dery dari atas panggung, rasanya sakit sangat sakit, tapi Dery sudah menjadi seorang istri sekarang ini.


Iwan dan Roby naik keatas panggung, lalu menarik Ikbal turun dari sana secepat mungkin.


Bukannya mereka tidak memahami sahabatnya ini, tapi tidak ingin ungkapan hati Ikbal tadi menjadi bumerang untuk dirinya sendiri.


Mereka tahu bagaimana Rizal sangat mudah marah jika berurusan dengan Ikbal yang masih berusaha mencuri hati Dery.


beraninya dia bernyanyi seperti itu untuk istri ku. dengus Rizal, memeluk Dery dengan posesif.


"kak, aku gak bisa nafas," Dery memukul lengan kekar Rizal yang begitu erat memeluknya.


"kenapa? apa kamu ingin dipeluk pria konyol itu," Rizal benar-benar terpancing emosi.


"kak, berhentilah cemburu dengan Ikbal." Dery tidak habis pikir dengan suaminya ini,


"dia tidak akan melakukan hal bodoh, hanya untuk merebut ku dari mu,"


"semua lelaki itu pasti akan melakukan apapun untuk wanita yang di cintai sayang,"


"terserah kau saja," Dery melengos kesal. "tidurlah diluar nanti malam, aku tidak ingin tidur dengan suami yang tidak bisa percaya dengan istrinya sendiri."


"eehh, sayang, bukan begitu maksud ku," Rizal menarik tangan Dery, "aku percaya pada mu, tapi aku tidak percaya dengan pria itu,"


"lepaskan, jangan memeluk ku,"


Perdebatan Rizal dan Dery jadi tontonan para tamu yang hadir di acara mereka.


Nampak lucu saat Rizal begitu takut jika Dery marah padanya.


Akhirnya acara dilanjutkan tanpa kehadiran sang pengantin, karena Dery merajuk pada suaminya.


Ehh bukan, bukan karena marah pada Rizal, itu memang akal-akalan Dery saja, dia sudah lelah berdiri di pelaminan.


Kakinya sudah pegal, meski Dery sudah melepaskan high hilsnya tapi kakinya seakan sudah tidak lagi mampu menopang tubuhnya.


.


DiDalam Mobil....


Ikbal, sedang melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang,


Dia meninggalkan acara Dery, setelah dia ditarik turun oleh Iwan dan Roby.


Ikbal tentu saja sudah tidak mampu lagi menahan air matanya, sakit di dadanya membuat Ikbal berulang kali menetes air mata.


Aku berusaha mengikhlaskan mu der, tapi entah mengapa aku tidak mampu. Cinta ku hati ku ada pada diri mu. gumam Ikbal.


Mobil Rizal berhenti ditepi jalan yang cukup sepi,


dia hanya diam didalam mobil.


Merasai kesakitan dihatinya.


Sedang diam melamun, Ikbal dikagetkan oleh suara ketukan keras kaca mobilnya.


Ikbal menoleh, menatap dengan teliti siapa wanita yang mengetuk kaca mobilnya.


Siapa wanita ini?


Ikbal membuka sedikit kaca mobilnya. "yaa, ada apa?"


"tuan Ikbal," suara Fia sedikit canggung.


"kau?" Ikbal menatap heran pada asisten kepercayaan Dery. "kenapa kau kemari?"

__ADS_1


"maaf tuan, bisa kah anda menolong ku?" fia menunduk, jika bukan karena perintah Dery dia tidak akan menyusul Ikbal.


"memangnya ada apa?" Ikbal membuka pintu mobilnya, lalu keluar.


"mobil ku mogok disana tuan, bisa kah kau mengantar ku pulang?" gugup Fia, "a..aku tidak bisa menemukan taksi di daerah sini,"


"kau tau ini mobil ku?" selidik Ikbal.


"ti..tidak tuan, aku tidak tahu." Fia benar-benar gemetar saat berhadapan dengan Ikbal.


"bisa kah tuan memberi saya tumpangan?"


"masuklah, dimana rumah mu?" Ikbal masuk kedalam mobilnya lagi, disusul Fia yang duduk disamping Ikbal.


sebenarnya apa sih rencana nona, kenapa aku harus berpura-pura begini. batin Fia.


"heii, dimana rumah mu?" ulang Ikbal.


"emm itu..itu aku tinggal dicafe milik nona Tuan,"


Ikbal tidak menjawab dia hanya mengangguk samar.


Melajukan mobil dengan kecepatan sedang.


Di kamar hotel...


Dery yang sudah selesai membersihkan diri, sedang duduk ditepi ranjang, sambil tersenyum didepan layar ponselnya.


Ekhem..


"apa yang membuat mu tersenyum seperti itu sayang?" Rizal sudah berdiri didepannya, hanya menggunakan handuk yang dililitkan pada pinggang nya.


"tidak ada," Dery meletakkan ponselnya diatas meja nakas.


" jangan coba-coba berbohong pada mu sayang," Rizal sudah menindih istrinya ini.


"iishh kak," Dery mendorong Rizal. "aku hanya meminta Fia menemani Ikbal, itu saja,"


Rizal menautkan alisnya seolah tidak mengerti maksud istrinya.


"aku ingin menjodohkan mereka kak," santai Dery "jika Ikbal bisa membuka hati untuk wanita lain, kau juga tidak akan lagi salah paham dengannya kan?"


Rizal tersenyum hangat, istrinya benar-benar cerdas.


"baiklah, lupakan soal mereka," Rizal memeluk Dery, "sekarang saatnya kau ku lahap habis, sayang,"


Tanpa menunggu jawaban dari Dery, Rizal langsung ******* bibir Dery dengan sangat lembut.


Membuat Dery ikut terbuai dalam permainan Rizal.


Kini satu persatu kain yang menempel pada tubuh mereka sudah terlepas.


"apa kau sudah siap sayang?" bisik Rizal.


"lakukan lah kak, aku milik mu sekarang," senyum Dery malu-malu.


Malam itu menjadi malam yang membahagiakan bagi mereka, kini Dery sudah menjadi milik Rizal seutuhnya.


Perjuangan Rizal selama ini tidak sia-sia.


Bonus nih ❤❤😘😁



***Bersambung.....

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejak like komen dan vote ya gaes 🙏🙏❤❤😘😘***


__ADS_2