
Ikbal PoV
Tiga bulan sudah Dery berada disurabaya, meskipun mereka selalu saling mengabari tapi tidak bisa dipungkiri jika dirinya begitu merindukan kehadiran Dery.
Gadis yang hampir 3 tahun ini mengisi hatinya. Awalnya memang hanya sahabat, tapi satu tahun setelah mereka bersahabat, Ikbal mulai menyadari jika dia ingin lebih dari itu.
Selama tiga bulan tidak ada Dery, Ikbal lebih banyak menghabiskan waktu untuk kuliah dan membantu di perusahaan milik papa nya.
Ikbal Aditya Prasetyo, putra tunggal dari Tuan Anggara Prasetyo dan Nyonya Dewi Prasetyo.
Pemilik PT Prasetyo grub.
Tentunya dengan paksaan, karena sebenarnya Ikbal ingin memulai semuanya dari nol, tapi akhirnya Ikbal pasrah mengikuti kemauan kedua orang tuanya.
****
Di kampus XXX Ikbal, Roby dan Iwan sedang makan dikantin. Roby yang melihat Ikbal sedang memandangi foto cantik Dery di ponsel nya dengan wajah sendu, menjadi punya ide untuk mengunjungi Dery ke Surabaya.
"Lo liatin ampek subuh rindu Lo gk bakal berkurang" sentilan Roby mengagetkan ku
"apaan sih Lo rob, ganggu aja" melirik sewot
"kita susul aja Dery, gimana? gue juga kangen sama dia, setuju gak Lo wan?" usul Roby yang langsung diangguki Iwan.
"ayok lah itung-itung kita liburan juga" Iwan semangat "Dery pasti seneng kita kesana" lanjut Iwan.
__ADS_1
"gue setuju, kapan kita berangkat? gue aja yang pesenin tiket Lo yang pesen hotel," aku menunjuk Roby
"terus Iwan ngapain?" melirik Iwan.
"dia yang ngurus kendaraan selama kita disana lah"
"oke siap" Iwan mengacungkan jempol.
"kalau besok pagi kita berangkat gimana?"
Roby dan Iwan hanya mengangguk setuju.
"eeh tunggu emang udah pada tahu dimana Dery tinggal?" tanya Iwan
"jelas udah lah, gue udah tanya sama Dery. gue kan pernah tu kirim hadiah buat dia." aku hanya tersenyum bangga.
"yaudah gue mau pulang, prepare buat besok. nanti jam berapa kita berangkat gue kabarin yak. byee" aku memilih pulang lebih dulu, terikan Iwan dan Roby yang kesal tidak lagi aku hiraukan.
Hanya rasa bahagia yang aku rasakan, ketika nanti bertemu dengan Dery.
****
Hari ini aku tidak ke kantor, walau sebenarnya papa sudah berkali-kali menghubungi ku, memilih langsung pulang untuk segera mengemasi barang yang akan aku bawa ke Surabaya.
Sebelum sampai rumah aku sempat mampir ke toko perhiasan, sengaja membeli hadiah untuk Dery.
__ADS_1
"semoga Dery suka sama kalung ini" kalung yang indah untuk gadis yang cantik, aku membuka kotak perhiasan yang baru saja aku beli, sebelum aku memasukan nya kedalam koper.
Mama mengetuk pintu saat aku baru selesai membereskan koper.
"Mama boleh masuk nak?" suara lembut Mama dari balik pintu.
"masuk aja mam" aku duduk di sofa menyandarkan kepala.
"kenapa kamu gk ke kantor? papa tanya tuh" sudah duduk di samping ku.
"ohh gak apa-apa mam, aku lagi males aja ke kantor, jenuh." jawab ku santai.
"tunggu itu kok ada koper, kamu mau kemana?" selidik Mama saat melihat koper ku.
"Ikbal mau liburan sama Iwan dan Roby mam, kenapa? apa gak boleh juga." melirik sebal ke Mama yang selalu melarang apa yang aku lakukan.
"gak sayang, memang kamu mau liburan kemana?" Mama mengusap kepala ku.
"aku mau ke Surabaya. udah ya mam aku mau istirahat besok berangkat pagi." memaksa Mama keluar kamar.
"gue sampe lupa lagi belum ngabarin Iwan sama Roby, besok kan berangkat jam 8 pagi" Batin ku mengeluarkan ponsel dari laci meja nakas,
_kita berangkat ke bandara jam 5 jangan sampe telat_ ku kirim kan pesan yang sama pada dua sahabat ku.
Mengirim pesan sudah packing sudah, memasang alarm udah, saatnya tidur biar besok bangun gak kesiangan.
__ADS_1
*cerita ini hanya fiktif* semoga kalian suka, maaf jika masih ada kesalahan 🙏🙏❤❤