Janda Judes

Janda Judes
Si Jenius The RedDelta


__ADS_3

Juii tersenyum puas saat pandangan matanya masih fokus pada laptop yang selalu menemani semua pekerjaannya.


" Joe, bisakah kau siapkan pasukan untuk ku sekarang?" seru Juii, tanpa mengalihkan pandangannya dari layar laptop.


"untuk apa?" tanya Joe yang sudah duduk didepan adik perempuannya itu.


"Ck..." Juii menatap jengah pada kakaknya yang menatap bingung padanya.


"siapkan saja, dan jangan banyak bertanya Joe,"


"hmm..."


"kau dan Jack juga harus ikut," lanjut Juii


"kenapa aku dan pria itu harus ikut?"


"kau ini ingin nona segera ditemukan atau tidak haah...


banyak sekali bertanya," dengus Juii, menatap nyalang pada Joe.


"jika kau tidak ingin ikut, baiklah, aku akan membawa Zyan, kau urus semua yang ada disini, pastikan The BlackDelta tidak akan bisa menyentuh tuan besar dan tuan muda." tegas Juii


"aku tidak akan membiarkan kau hanya berdua bersama pria itu," melirik tajam pada Jack yang duduk dibelakang Juii.


Jack hanya berdecih melihat kelakuan Joe, yang selalu saja menatap sinis padanya.


"aku membawa 100 orang pengawal Joe, dan kami akan mencari keberadaan nona, bukan berkencan."


"terserah kau saja.." Joe sudah berjalan meninggalkan Juii dan Jack.


"Ju, kenapa kakak mu itu selalu saja tidak suka padaku?" bisik Jack.


"itu karena ulah mu sendiri." jawab Juii.


"Joe tidak suka pada laki-laki playboy seperti diri mu dan Marco,"


"kalau Marco itu memang playboy, tapi aku ti..." Belum selesai mengucapkan kalimatnya Juii sudah membungkam mulut Jack dengan roti.


"diam dan bersiaplah, jangan banyak bicara," ketus Juii. Membuat Jack langsung bangkit dari duduknya dan berjalan menuju ruang pribadinya dimarkas itu, ia harus bersiap dengan cepat karena jika tidak Juii akan mengamuk padanya.


Kau dan Marco itu sama saja, sama-sama playboy akut.


Tidak lama, suara deru mobil terdengar dari halaman markas utama.


Juik bergegas keluar menghampiri para pengawal handal The RedDelta.


Kakak ku itu memang benar-benar bisa diandalkan, tidak sampai 30menit semua nya sudah siap. Juii


Joe sudah berdiri di samping mobil yang berada tepat didepan Juii.

__ADS_1


"apa playboy ndeso itu tidak jadi ikut?" tanya Joe ketus.


"siapa yang kau sebut playboy ndeso Joe," sahut Jack dengan suara beratnya.


"kau pikir siapa?" menatap tajam Jack yang berdiri disamping adiknya.


"Ju, masuk kemobil sekarang," tegas Joe. Tanpa menjawab Juii langsung masuk kedalam mobil, diikuti Jack.


"keluar Jack, jika kau ingin di mobil ini duduklah didepan," seloroh Joe, tanpa menatap Jack.


"Ck! dasar sekertaris komplek kejam," gerutu Jack, Juii yang mendengar kalimat Jack hanya menggeleng dan menahan senyumnya.


Kalian berdua itu jika bertemu sudah seperti kucing dan tikus. Juii


Iring-iringan Mobil The RedDelta sudah membelah jalanan kota.


Didalam mobil Juii masih sibuk menganalisa semua hasil penyelidikan yang dilakukan orang-orang handal The RedDelta.


"Joe, kau tidak ingin memberitahu tuan muda jika kita sedang mencari keberadaan nona?" tanya Juii.


"ahh, aku lupa.." Joe mengeluarkan ponselnya, lalu menghubungi Zyan yang menemani Rizal menjaga Daniel dirumah sakit.


Setelah selesai menghubungi Zyan, pandangan Joe beralih pada Juii yang masi sibuk dengan laptopnya.


"apa kau punya rencana Ju," tanya Joe.


"lihat ini, nona masuk kedalam villa bersama Marco setelah mereka dari rumah sakit, dan tidak ada lagi orang yang keluar dari villa sampai Mike datang kan?"


"ya Ju, aku sudah tahu soal itu, tapi nona juga tidak ditemukan didalam villa, aku dan para pengawal sudah mencari nona disetiap sudut kota itu tapi tidak ada yang pernah melihat nona," jelas Joe.


"tentu saja tidak ada Joe, karena nona tidak kabur ke kota," seloroh Juii.


"maksud mu?" Wajah Joe menegang menatap Juii yang meremehkan dirinya.


"dibelakang villa itu, hutan Ju, apa mungkin nona masuk kedalam hutan bersama Ramon, dan nona sedang mengandung," lirih Joe.


"kenapa tidak Joe, apa kau pikir nona itu wanita lemah Joe? kau lupa ya, jika nona pernah menghabisi pengawal The BlackDelta, untuk bisa kabur dari penyekapan Daniel?"


Jack yang sedari tadi diam, dibuat terkejut dengan penuturan Juii.


"kau serius Ju? nona muda menghabisi pengawal The BlackDelta?" tanya Jack. Juii mengangguk mantap.


"Darimana kau tahu, aku bahkan tidak pernah menceritakan ini pada siapapun, termasuk tuan besar," ucap Joe.


"kau lupa siapa aku Joe? si jenius The RedDelta." Juii tersenyum bangga sambil menepuk-nepuk dadanya.


"sombong sekali kau ini," dengus Joe, sambil menujuk kening Juii.


"memang benarkan, tuan besar sendiri yang memberikan julukan itu pada ku,"

__ADS_1


"lalu rencana mu apa Ju," sahut Jack.


"kita kerahkan para pengawal untuk mencari nona didalam hutan, termasuk kita," santai Juii.


Disisa perjalanan, suasana dalam mobil menjadi hening, mereka sibuk dengan pekerjaan masing-masing.


Juii juga masih sibuk dengan laptopnya, entah apa yang sedang dia kerjakan tapi senyumnya terus saja mengembang.


Jack dan Joe sendiri sibuk dengan gawai masing-masing, melaporkan semua perkembangan pencarian nona muda mereka.


Setelah perjalanan yang cukup jauh, iring-iringan mobil The RedDelta sudah tiba divilla tempat Dery dan Ramon disembunyikan Marco tempo hari.


"apa sudah ada orang lain yang menyewa villa ini?" tanya Juii, menatap bangunan villa dengan teliti.


"tidak ada, setelah kejadian itu tuan Rizal memutuskan membeli villa ini, untuk melakukan penyelidikan," jawab Joe.


Senyum smirk tercetak diwajah dingin Juii.


"kita mulai penyelidikan sekarang," Juii berjalan masuk kedalam Villa dengan cepat.


Pandangan Juii langsung tertuju pada kamar utama di villa ini,


apa ini kamar yang digunakan Marco untuk menyekap nona dan putranya.


Ceklek...


Juii menerobos masuk kedalam kamar, pandangan matanya berkeliling menyapu setiap sudut kamar itu.


"suasananya masih sama persis saat kami datang kemari, belum ada yang berubah," tutur Joe.


"good... ini akan lebih mudah," gumam Juii lirih.


Joe masih terus mengikuti langkah Juii, dia tahu adiknya ini sangat pandai memecahkan masalah. Sejujurnya dia mengakui jika Juii adalah wanita yang sangat tangguh dan jenius, tapi dia sudah bertekad tidak akan melibatkan adiknya ini ikut terjun dalam dunia hitam seperti dirinya.


Setelah puas mengelilingi kamar itu, Juii menarik Joe keluar kamar.


Lalu mengumpulkan semua pengawal diruang utama.


"kita masuk kedalam hutan sekarang, kita buat 3 kelompok, sebagian ikut Joe, sebagian ikut Jack, sisanya ikut aku. siapapun yang lebih dulu mendapatkan petunjuk, segera kabari yang lain, tidak ada bantahan," tegas Juii sambil menatap Joe yang terlihat akan membuka mulutnya.


Semua orang mengangguk dan bergegas berjalan menuju hutan belakang villa.


Aku pasti menemukan nona, aku yakin itu... Juii


Bersambung.....


jangan lupa tinggalkan jejak like komen dan vote ya....


Rate dan favorit juga yaaak ❤😘😘

__ADS_1


__ADS_2