Janda Judes

Janda Judes
Kehilangan Jejak


__ADS_3

Setelah apa yang dialami selama dua Minggu belakangan ini, membuat fisik Rizal drop.


Sudah dua hari ini Rizal dirawat di rumah sakit yang sama dengan Daniel, ruangan mereka bahkan bersebelahan.


Semenjak menghilangnya istri dan putranya, Rizal seperti kehilangan selera makan, dia selalu telat makan bahkan tidak makan sama sekali dalam satu hari,


Ditambah waktu tidur yang begitu berantakan, dan stres yang berlebihan.


Membuat asam lambungnya naik, dan membuat dia harus dirawat secara intensif.


Dua hari yang lalu ia baru tahu jika Joe, Jack dan Juii gagal menemukan istri dan anaknya.


Mendengar semua cerita dari mereka membuat Rizal seakan putus asa.


Ia benar-benar kehilangan semangat hidupnya.


Joe , Juii dan Jack benar-benar merasa bersalah. Bagaimanapun mereka ikut andil dalam terpuruknya tuan mereka.


Seandainya mereka bisa lebih cepat menemukan Dery, mungkin tuan Rizal tidak akan sampai seperti ini.


Juii kembali mengingat kejadian satu Minggu lalu,


Flashback...


Satu Minggu yang lalu,


Pagi hari, Juii, Joe dan Jack, melanjutkan pencarian.


Pria paruh baya bernama pak Jang itu menunjukan rumah kecil tempat dimana Dery dan Ramon tinggal.


"ini tempat wanita yang aku maksud itu tinggal, dia ditolong oleh putra dari pemilik rumah ini," jelas pak Jang, sebelum meninggalkan mereka di rumah itu.


"terima kasih atas bantuannya pak," Juii menyalami pak Jang, dengan tersenyum hangat.


"sama-sama Juii, semoga saja wanita yang aku maksud ini adalah wanita yang kalian cari," Pak Jang menepuk pundak Juii, lalu berjalan menjauhi rombongan Juii.


Setelah kepergian Pak Jang, Juii, Joe dan Jack melangkahkan kaki menuju teras rumah itu.


Joe mulai mengetuk-ngetuk pintu, cukup lama tapi tidak ada sahutan dari orang didalam rumah.


"Jam berapa ini Ju?" tanya Joe.


"sudah pukul 6.30, apa pemilik rumah belum bangun ya," Juii mencoba mengintip dari jendela kaca yang tidak tertutup gorden.


"coba kita tanya tetangga terdekat saja," usul Jack.


Dengan cepat Juii, menuju rumah yang jaraknya sekitar 50 meter, diikuti oleh Joe dan Jack.


"kalian cari siapa?" tanya seorang ibu yang baru saja keluar dari rumahnya.

__ADS_1


"maaf nyonya, bolehkah saya tahu rumah disana itu milik siapa?" tanya Juii ramah.


"oh, itu,"


"itu rumah milik Ratih nak, tapi sepertinya mereka sudah pergi malam tadi," Mendengar penuturan wanita tua itu, mata Juii membulat sempurna.


"pergi? maksudnya pergi?" tanya Juii.


"iya pergi, pindah." wanita itu duduk di kursi tua teras rumahnya. "sepertinya ikut putra semata wayangnya yang bekerja di kota,"


Joe mengeluarkan ponselnya, "nyonya, apa ada wanita dan anak kecil dalam foto ini, yang tinggal bersama ibu Ratih dirumah itu?" Joe menunjukkan foto Dery dan juga Ramon pada wanita tua itu.


Wanita itu mengangguk, "ya, wanita ini memang tinggal bersama Ratih beberapa hari ini, Rendy yang membawa wanita dan anaknya ini,"


Ya Tuhan, aku terlambat.... batin Joe.


"apa kalian mengenal wanita ini?" tanya wanita tua itu.


"dia istri dari bos kami nyonya," jawab Joe.


"apa nyonya tahu dimana kota, tempat pemilik rumah itu bekerja?" ada nada kekhawatiran dari suara Juii.


"maaf nak, aku tidak tahu, Rendy juga tidak pernah memberitahukan dimana dia bekerja," wanita itu mengusap pipi Juii lembut, "Rendy dan Ratih adalah orang baik, wanita itu akan baik-baik saja bersama mereka, percayalah," Wanita itu mencoba menenangkan Juii yang terlihat sangat khawatir.


"terima kasih nyonya, kami harus segera pergi." mereka menyalami wanita tua itu dengan ramah sebelum meninggalkan tempat itu.


"seandainya kita datang lebih awal, pasti kita sudah membawa nona kembali pada tuan Rizal." ucap Juii sambil mengusap sudut matanya yang sudah berair.


"sudahlah Ju," Jack memeluk pundak Juii. "sekarang kita harus mencari nona disetiap kota yang ada di wilayah ini," Jack mempererat pelukannya pada Juii, saat merasa Juii tidak menolak pelukannya.


Plaakk


pukulan keras dilayangkan Joe tepat mengenai punggung Jack. "jangan pernah menyentuh adik ku," sentak Joe.


"aiihhh!" Jack meringis merasakan punggungnya begitu panas. "kau ini kasar sekali Joe," gerutu Jack.


Tapi Joe justru semakin menatapnya dengan tajam, aura membunuh terlihat jelas dimatanya. Membuat Jack menjaga jarak hingga lima meter dari Juii.


Awas saja nanti, aku akan pastikan Juii benar-benar menjadi milik ku. gerutu Jack dalam hati.


Juii yang kesal dengan perdebatan antara Jack dan Joe berdecih. "apa kalian tidak bisa sebentar saja, jangan bertengkar," Juii menjewer telinga Joe dan Jack bersamaan.


"iishhh......aauuuww" Joe dan Jack meringis kesakitan.


"kita harus mencari petunjuk tentang pria yang dimaksud ibu tadi, tapi kalian malah bertengkar terus," lanjut Juii tanpa mengindahkan ringisan kedua rekan kerjanya ini.


"lepaskan telinga ku Ju, atau aku akan memindahkan mu ke luar negeri," seru Joe, mendengar ancaman Joe, Juii langsung melepaskan telinga Joe yang sudah memerah.


"aku sudah memerintahkan anak buah kita untuk masuk kedalam rumah itu, kita tunggu saja apa mereka membawa petunjuk atau tidak," Penjelasan Joe, membuat Juii tampak lebih tenang.

__ADS_1


"kak, kau sungguh pria hebat," Juii memeluk Joe dengan sangat erat.


"lepaskan Ju," Joe mendorong Juii agar menjauhinya, "jangan memeluk ku lagi, harusnya yang memeluk ku adalah wanita cantik dan seksi, bukan dirimu," dengus Joe sengaja meledek Juii.


"kau ini.." Juii menggigit tangan Joe, hingga membuat Joe meringis tetahan, saking kesalnya.


"jika aku ini tidak cantik dan seksi, kenapa kau marah saat ada pria yang mendekati ku," ketusnya.


"Juii, jangan dengarkan Joe, kau ini sangat cantik dan seksi," Jack mengedipkan sebelah matanya.


Joe yang mendengar adiknya dirayu oleh Jack, spontan menodongkan senjata kearah Jack.


"diam kau sialan, jangan coba-coba merayu adik ku...." Belum selesai Joe memberikan peringatan pada Jack, anak buah yang dia utus untuk masuk kedalam rumah Bu Ratih sudah datang.


"tu..tuan,"


"apa kalian dapat petunjuk," tanya Joe sudah sangat tidak sabaran.


"kami sudah mencari ke setiap sudut rumah itu tuan, tapi kami tidak menemukan apapun," pengawal itu menunduk dalam.


"aarrgghhh..." Joe mengacak rambutnya frustasi. "sedikit pun tidak ada petunjuk? foto ibu dan anak pemilik rumah itu?" dua pengawal itu hanya menggeleng.


"kita pergi sekarang," Joe menarik Juii meninggal tempat itu. "Ju, tugas mu sekarang adalah meretas semua cctv yang ada di kota sekitar wilayah ini," titah Joe, sedangkan Juii hanya mengangguk samar.


Ada rasa bersalah yang besar dihatinya, kenapa seperti takdir sengaja membuat nona mudanya semakin jauh dari tuan mudanya.


"apa ada yang ingin kalian bicarakan lagi?" tanya Joe pada dua pengawalnya tadi.


"ada tuan, sepertinya rumah itu sudah dimasuki orang lain, karena saat kami masuk lewat pintu belakang, pintu itu sudah rusak dan barang-barang didalam rumah sangat berantakan," jelasnya.


Mendengar penuturan dua pengawal itu sukses membuat mereka semua terdiam dengan pikiran mereka masing-masing.


Kenapa ada orang yang masuk kedalam rumah itu, apa yang mereka cari? batin Juii.


"kalian mengambil foto setiap sudut rumah itu?" tanya Juii.


"iya nona,"


"bagus, aku akan melihatnya nanti,"


bersambung.....


jangan lupa tinggalkan jejak like komen dan vote ya dear ❤😘


mampir juga ke novel baru othor yaak, yang judulnya,


Mr Kulkas Jatuh Cinta


terima kasih atas dukungan kalian semua 😇❤🙏😘

__ADS_1


__ADS_2