
Suasana malam cukup dingin,
Rumah mewah dengan cat putih berdiri kokoh, halaman yang luas, pengamanan yang begitu ketat,
Bangunannya paling mencolok.
Dibalkon kamarnya Dery sedang duduk sendiri, merasa kesepian.
Biasanya walau hanya Joe yang kaku dan dingin, dia masih ada teman untuk berbicara.
Tapi sekarang hanya ada pengawal dan pelayan, yang jika diajak bicara hanya mengangguk dan menjawab singkat. Seakan takut berada didekatnya.
Dery berpikir, apa sebaiknya dia mengajukan gugatan perceraian.
Dia punya cukup alasan dan bukti untuk bercerai dari Marco.
Pengadilan tentu akan dengan mudah memutuskan perceraiannya kan.
"lebih baik aku telefon kak Rizal, aku tidak ingin berlama-lama menggantungkan status ku sendiri, aku ingin lepas dari Marco." tekatnya.
_hallo kak, apa kakak sedang sibuk?_ memulai bicara saat panggilan dijawab Rizal.
_ada apa der, bicaralah, apa kamu mulai merindukan ku_ tersenyum, sebenarnya dirinya sendiri yang begitu merindukan Dery.
_haha bukankah kakak yang merindukan aku_ tawa Dery
_kau benar, aku memang rindu padamu_ Rizal bergumam.
_kak, apa aku boleh pergi besok_ Dery ragu-ragu mengutarakan niatnya.
__ADS_1
_mau kemana der_ suaranya terdengar khawatir.
_aku ingin ke pengadilan kak, mengajukan gugatan cerai untuk Marco, aku ingin status yang jelas, boleh ya_ lama Rizal tidak menjawab pertanyaan Dery,
_baiklah jika kakak tidak mengijinkan, aku tidak akan pergi. Kakak istirahatlah selamat malam_ Dery memilih menutup telefonnya.
Kesal? tentu tidak.
Dia tahu jika Rizal hanya ingin melindungi dirinya.
Baru akan masuk kedalam kamar, Dery melihat ponselnya yang menyala.
Pesan masuk dari Rizal,
_kamu tidak perlu khawatir, statusmu sudah jelas der, kamu seorang janda.
Jika kamu tidak percaya, masuklah keruang kerja ku.
pesan panjang yang dikirim Rizal sukses membuat hati Dery berbunga, bahagia, terharu, dan sedih juga.
Usianya masih 18tahun tapi dia sudah menjadi seorang janda dari pria bejat seperti Marco.
Air mata Dery menetes, bukan karena meratapi statusnya sekarang.
Tapi karena dia bersyukur masih memiliki penyelamat seperti Rizal, Joe dan Zyan.
Baru saja masuk kamar dan berguling diatas kasur king zisenya,
Terdengar kegaduhan dari lantai bawah.
__ADS_1
"itu apa sih berisik banget," berjalan pelan menuju tangga.
Seorang pengawal berlari kearahnya saat Dery hampir sampai dilantai bawah.
"nona sebaiknya anda pergi lewat pintu belakang," pengawal itu berlari menarik Dery.
"tapi ada apa ini, kenapa aku harus lari" wajah kebingungan Dery terlihat jelas,
Tubuh kecilnya terus ditarik keluar dari rumah utama, melihat beberapa pengawal berlarian masuk.
Ada apa, kenapa semua orang panik, para pelayan ketakutan.
Langkah Dery dihentikan oleh seseorang yang tidak pernah Dery kenal sebelumnya.
"mau kemana sayang?" rambut Dery ditarik dari belakang.
Dery yang kaget, berbalik dan melayangkan satu pukulan tepat di dada lawannya.
"apa mau mu?" sudah dengan siaga siap menyerang.
"wow sepertinya Rizal sudah banyak melatih ya, apa yang istimewa dari mu sampai Rizal memilih mu," tawanya sungguh mengerikan. Tatapan tajam seakan bisa membunuh.
Sekuat tenaga Dery melawan, karena kalah jumlah dan pukulan telak mengenai kepalanya,
Damn!!!
merasakan kepalanya sangat sakit, darah keluar dari hidungnya,
plakk satu pukulan lagi melayang mengenai pipi lembut Dery, matanya mulai kabur, bibir merah Cherry nya kini dipenuhi darah.
__ADS_1
Bugh, tubuh kecilnya jatuh tidak sadarkan diri.
*cerita ini hanya fiktif* semoga kalian suka ya dear 🙏❤❤ jangan lupa like komen dan vote ya, salam sayang dari author.