Janda Judes

Janda Judes
Masa Lalu.


__ADS_3

Flashback...


"kau mencintai wanita itu Niel?" wanita paruh baya itu sedang duduk santai sambil menyeruput kopi.


Hening tidak ada jawaban dari Daniel, dia terlalu takut mengakui perasaannya pada sang ibu.


"jawab," teriak wanita itu, sambil melemparkan cangkir kopinya kearah Daniel.


"i..iya Bu, aku mencintainya," jantung Daniel berpacu lebih cepat.


Meski dia sudah sering mendapatkan perlakuan kasar dari ibunya tapi dia tidak pernah berani membantah atau melawan.


Senyum smirk tercetak di wajah ibu Daniel. "lalu, kenapa tidak kau rebut saja dia?"


Mata Daniel membulat sempurna, "i..ibu tidak marah?"


"tidak," Sonya berjalan mendekati putranya. "ambil obat ini, temui dia dan masukkan ini dalam minumannya, setelah itu kau bisa memilikinya."


Merasa mendapat dukungan dari sang ibu, Daniel bergegas menemui Monica.


Pergilah, rebut wanita itu, sama seperti ibunya dulu merebut ayah mu dari ibu mu ini.


.


"Niel," Monica terkejut saat yang berdiri di depan pintu apartemennya adalah adik tiri kekasihnya.


"boleh aku masuk?" ucapnya lembut.


"ayo masuklah,"


"aku bawakan kopi kesukaan mu,"


"hei dari mana kau tahu itu kesukaan ku?" Monica sedikit heran. Kenapa Daniel bisa tahu apa yang dia sukai.


"aahh itu, Rizal yang memberitahukan pada ku," elak nya.


Dia tidak mungkin jujur pada Monica jika selama ini dia menyelidiki kekasih kakaknya kan.


Monica hanya tersenyum, lalu menerima kopi yang dibawa Daniel untuk nya.


minum lah, aku sungguh ingin kau jadi milikku. Daniel


Rencana Daniel berjalan lancar, dengan berpura-pura ingin memberikan kejutan pada kakaknya, dia bisa mengelabui Monica.


5 menit


10 menit


15 menit


Tepat 15 menit setelah Monica meminum kopi itu, Monica tampak duduk dengan tidak tenang.


Wajahnya memerah, dia duduk dengan sangat gelisah.


"apa kau baik-baik saja?" tanya Daniel pura-pura, padahal dia tahu apa sebab Monica seperti itu.

__ADS_1


"a..aku.." Monica tidak melanjutkan kalimatnya. Tubuhnya terasa panas, ada rasa aneh yang belum pernah ia rasakan sebelumnya.


Ia terlalu malu mengatakan jika ia ingin mendapatkan sentuhan.


Tidak lama Daniel menunggu, Monica tiba-tiba mendekatinya. Saat itu juga dia memberikan kode pada pengawal yang mengikutinya, agar merekam apa yang Monica lakukan padanya.


Monica dengan cepat mencium bibir Daniel, lalu mendudukkan bokongnya di atas pangkuan Daniel.


Merasa di atas angin, Daniel melancarkan aksinya.


Dan terjadilah hal yang diinginkan Daniel.


Malam itu Daniel merampas mahkota milik Monica. Ia beruntung karena selama ini Rizal belum pernah menyentuh wanita ini.


Sejak saat itu Daniel selalu datang pada Monica dan meminta Monica untuk melayaninya.


Tentu saja dengan ancaman akan menyebarkan video saat dia memaksa Daniel menuntaskan hasratnya.


Dua tahun lamanya, Daniel menguasai Monica.


Sampai dia tahu jika Monica menjebak Rizal dan menghabiskan malam dengannya.


Rizal tentu saja tidak sadar jika Monica sudah tidak lagi suci saat itu, sejak saat itulah hampir setiap malam mereka melakukan hubungan terlarang.


Karena amarah dan rasa cemburunya Daniel sengaja mencumbu Monica di rumah milik Rizal, dan Rizal memergoki mereka yang sedang melakukan adegan panas di ranjang miliknya.


Daniel senang, rencananya berjalan mulus, Rizal hancur dan Monica menjadi miliknya.


Meski dia tahu selama ini Monica mendekati Rizal karena harta, tapi dia tetap mencintai wanita itu.


Karena pengkhianatan itu,


Tidak sedikit pun ia iba pada sang kakak.


Kebencian yang ditanamkan sang ibu selama ini, membuat mata hati Daniel seakan tertutup.


Saat semua sudah dia miliki, tiba-tiba Monica menghilang entah kemana.


Membuat dia semakin membenci Rizal, karena ibunya pula lah yang mengatakan jika Monica pergi karena tidak bisa melupakan Rizal.


Flashback of...


Daniel menerawang jauh, mengingat perlakuannya pada sang kakak dulu, membuat hatinya dirundung kegelisahan.


Yang dirasakan dulu pada Monica bukan lah cinta, tapi hanya obsesi.


Dan dorongan untuk balas dendam pada sang kakak.


Apa kakak akan memaafkan ku, terlebih lagi-lagi aku mencelakai wanita yang kakak cintai.


Lamunan Daniel buyar saat suara bariton sang ayah mengagetkan nya.


"kau melamun nak, apa yang menganggu pikiran mu?"


Daniel menoleh tersenyum samar menatap sang ayah,

__ADS_1


"ayah..." Daniel menghentikan kalimatnya.


"ada apa?"


"ayah, apa kakak akan memaafkan ku, setelah apa yang aku lakukan padanya selama ini?" tuan Rahadi bisa melihat jelas gurat penyesalan di wajah putra bungsunya ini.


"apa kau meragukan kasih sayang kakak mu, hmm?" tuan Rahadi mengerti ketakutan yang Daniel rasakan.


Tapi dia juga tahu jika Rizal sangat menyayangi adiknya ini.


"aku sudah sangat sangat jahat pada kakak yah, aku bahkan sudah mencelakai wanita yang Kakak cintai "


Mata Daniel mengembun,


"aku sungguh menyesal yah,"


"kakak mu pasti mengerti kenapa kamu melakukan semua ini," dia mengusap pucuk kepala Daniel.


"lihat ini," tuan Rahadi menunjukkan foto pernikahan Rizal dan Dery.


Daniel tersenyum melihat potret sang kakak yang tersenyum bahagia, bahkan terkesan posesif karena memeluk erat sang istri.


"yah, apa kakak ipar juga akan memaafkan ku?"


"aku bahkan hampir membuat nyawanya melayang," Daniel lagi-lagi terlihat sangat sedih.


"dia wanita yang sangat baik nak, dan ayah yakin dia juga akan memaafkan mu, tenang lah," pria tua itu mengusap pucuk kepala Daniel dengan kasih sayang.


Mata Daniel masih fokus pada foto ditangannya. Baru kali ini dia merasa hatinya tenang dan menghangat.


Saat akan meletakkan foto itu, dia melihat anak kecil ditengah-tengah antara kakak dan kakak iparnya.


Dia terus memperhatikan anak itu, membandingkan wajahnya dengan wajah Dery, dan mengingat-ingat wajah Marco, tapi sama sekali tidak mirip mereka berdua.


"siapa anak ini yah?" Daniel mendongak menatap sang ayah yang masih setia berdiri disampingnya.


"itu Ramon, anak angkat Dery, dia diadopsi menantu dari panti asuhan." jelas tuan Rahadi.


"dia itu anak yang sangat pintar dan ceria, ayah bahagia saat dia memanggil ayah dengan sebutan kakek," kalimat tuan Rahadi, seolah mengisyaratkan jika dia ingin menimang cucu dari kedua putranya.


Daniel melirik sang ayah, "tenang saja yah, sebentar lagi pasti kakak akan memberiku keponakan dan cucu lagi untuk ayah."


"Ck..."


"kapan kau akan menikah? ayah juga ingin cuci dari mu," pertanyaan tuan Rahadi sukses membuat Daniel melotot.


"aku belum memikirkan itu yah, aku akan menebus semua kesalahan ku pada kalian, baru aku akan menikah," tegas Daniel, tuan Rahadi tidak bisa berkata apapun.


Dia tidak ingin memaksakan kehendaknya dan ikut campur urusan pribadi kedua putranya.


Yang terpenting untuknya adalah, kebahagiaan kedua putranya dan rasa damai di keluarganya.


Setelah percakapannya dengan sang ayah, Daniel memutuskan untuk istirahat didalam kamar.


Entah apa sebabnya dia terus menggenggam foto pernikahan sang kakak,

__ADS_1


Saat melihat wajah pria kecil yang tersenyum manis itu ada desiran aneh dalam hatinya.


Bersambung....


__ADS_2