
Dibengkel sedang terjadi kegaduhan karena Iwan dan Ikbal lagi-lagi bertengkar,
hanya karena masalah siapa yang akan mengambil onderdil ke lantai atas.
Reno yang lelah mendengar pertengkaran mereka memilih naik kelantai atas, mengecek apakah sudah ada yang cocok menggantikan empat montir handalnya, yang memilih jalan mereka masing-masing.
Sedang sibuk dengan berkas lamaran kerja, ponsel Reno berdering notifikasi pesan masuk.
_kak gue sama Dery mau kebengkel, siapkan ucapan selamat terbaik kalian, Dery diterima di perusahaan XXX, sebagai sekertaris. 15menit lagi gue sampai _
Begitulah isi pesan dari Roby. Dengan segera Reno turun kebawah mengabari Iwan dan Ikbal agar bersiap menyambut Dery.
"hei kalian gak ada rencana mau bikin acara perpisahan buat Dery? makan-makan di sini mungkin." usul Reno.
"boleh tu kak, kita pesen online aja ya makanan nya" sahut Ikbal.
"undang Amih, Apih dan kak Lidia juga kak biar tambah rame, mereka pasti senang dengar kabar ini" Iwan bersemangat.
"Ok biar gue telpon Amih" Reno mengeluarkan ponsel nya, untuk menghubungi istri dan juga ibunya.
Sambungan telepon terputus, Reno duduk di sofa menunggu Dery sampai. Amih dan Lidia sedang bersiap berangkat ke bengkel dan Apih sudah dalam perjalanan dari kantor.
__ADS_1
"gimana kak, udah?" tanya Ikbal yg baru duduk.
"udah" Reno mengacungkan jempol.
****
Tak berselang lama mobil Roby sudah masuk ke dalam bengkel, bengkel sudah sepi karena hari ini mereka tak banyak pekerjaan, hampir 90% pekerjaan dioper ke bengkel cabang.
"selamat menempuh pekerjaan baru Dery" sambut Reno, Ikbal, dan Iwan bersamaan saat dery masuk keruang santai.
Dery hanya melongo tak percaya dengan sambutan mereka, berjalan mendekat memeluk sahabatnya. "kalian sweet banget sich" tersenyum hangat.
"hari ini kita makan-makan disini, Ok. Anggap aja ini syukuran kecil-kecilan ya" Reno mengusap pucuk kepala Dery bangga.
Apih datang bersama keluarga Dery, disusul Amih dan Lidia yang membawa banyak makanan.
Hari itu mereka ikut merasakan kebahagiaan dan kebanggaan Dery.
Setelah Dery, Iwan, Ikbal dan Roby juga akan melanjutkan kuliah dan akan sibuk dengan kegiatan mereka masing-masing. Jelas mereka akan sulit berkumpul seperti saat ini lagi.
Momen ini mereka abadikan dalam kamera ponsel masing-masing, foto sana foto sini, tertawa, saling melempar candaan, saling mengasihi menyayangi.
__ADS_1
Mereka akan rindu momen ini nanti, jika sudah berada dalam tanggung jawab masing-masing.
Acara syukuran itu selesai pukul 9 malam, Roby kembali mengantar Dery dan keluarga. Sudah pasti dengan perdebatan, Dery dan ayah yang merasa begitu sungkan sudah banyak merepotkan,
Tapi lagi-lagi Roby selalu menang jika berdebat dengan Dery masalah seperti ini.
Sepanjang perjalanan pulang, Dery selalu terngiang pesan Amih "der, kamu anak perempuan Amih, sesibuk apapun pekerjaan kamu jangan lupa jenguk Amih ya nak, Amih bangga bisa liat kamu diterima di perusahaan impian mu dengan segala kerja keras mu nak. Amih, Apih dan semuanya sayang sama kamu" kata-kata Amih yg membuatnya kembali tersadar jika banyak orang yang begitu menyayangi nya,
banyak orang yang ingin melihat Dery menjadi orang yang sukses.
Membuat Dery begitu bahagia karena dikelilingi orang-orang yang selalu mendukung segala keputusan nya, melindungi tanpa kata tapi.
Sesampainya dirumah, setelah Roby berpamitan untuk pulang, Dery memilih membersihkan diri dan lekas istirahat karena besok pagi ia sudah harus berangkat kerja.
Baru ingin memejamkan mata ponsel Dery menyala ada pesan masuk dari nomor yang tidak ia kenal.
_jangan lupa, besok jam tujuh pagi kamu harus sudah ada diruang kerja ku. Telat satu menit saja aku anggap kamu gagal_
Isi pesan yang ia yakini dari atasannya.
"ahh gue musti tidur sekarang, kalo sampe besok telat mati lah gue. siapa ya namanya atasan gue itu, gue malah belom sempet tanya namanya. tunggu kenapa dia bisa chat gue, masak iya dia nyimpen nomer telpon gue sih?" batin Dery saat menaruh ponselnya.
__ADS_1
*cerita ini hanya fiktif* semoga kalian suka, jangan lupa like dan komen ya dear. 🙏🙏❤❤