
"jelaskan pada ku apa yang terjadi Fi," tegas Rizal.
"ak...aku tidak tahu tuan, tadi kami sedang bersiap-siap seperti biasa, sampai Vina membagikan makanan pada kami," jelas Fia.
"lalu?"
"setelah kami makan, satu persatu dari kami jatuh pingsan, tapi aku sungguh tidak menghubungi nona untuk datang kemari," Fia terlihat pias.
"ma..maaf tuan," seorang pengawal menghampiri Rizal.
Rizal hanya melirik.
"kami tidak bisa melacak cctv, cctv sejak tadi pagi tidak berfungsi, tuan,"
Mendengar penjelasan pengawal itu, air muka Rizal berubah semakin mengerikan.
"cari gadis itu hidup atau mati." teriak Rizal marah.
Semua orang mengangguk lalu bergegas pergi mencari petunjuk yang ada.
Joe memerintahkan beberapa pengawal untuk mengecek cctv dari gedung-gedung disekitar cafe milik Dery.
"Zy, urus wanita sialan itu, jangan biarkan dia lepas. aku yakin dia pasti punya andil atas hilangnya istri ku."
"baik tuan," Zyan menunduk dalam lalu bergegas menuju tempat Monica berada.
aku akan pastikan hidup kalian menderita, berani sekali kalian menculik istri ku.
Tidak lama ponsel Rizal berdering, panggilan telepon dari Dena.
_hallo, ya Den ada apa?_
_kak, Ramon hilang dari sekolah_ Dena terdengar sedang terisak.
_apa?_
_kata penjaga sekolah Ramon dibawa pergi seseorang yang mengaku sahabat kakak, dia bahkan menunjukkan foto kalian berdua pada penjaga sekolah_
__ADS_1
_pulanglah den, aku akan mencari Ramon_
sambungan telepon terputus.
"brengs*k" teriak Rizal, dia bahkan menendang semua yang ada dihadapannya.
"cari istri dan putra ku sekarang juga," titah Rizal.
.
Joe kembali dengan terengah-engah, dia tahu siapa yang membawa nonanya pergi.
"tu...tuan," Joe mengatur nafasnya yang tersengal-sengal.
"ada petunjuk apa Joe?"
"nona, dibawa Marco tuan," Joe menunduk dalam.
"Marco?" Rizal menatap tajam Joe. "bagaimana bisa Marco, bukankah dia ada di..."
"ma...maafkan aku tuan, sebenarnya Marco kabur dari pengasingan, kami sudah mengerahkan banyak orang kita untuk mencarinya, tapi kamu tidak berhasil." Joe menunduk dalam, dia menyadari kesalahannya.
"kenapa kalian diam saja, kenapa tidak bilang pada ku," Rizal sudah menendang segala yang ada didekatnya.
"maafkan aku tuan,"
"cari dia secepat mungkin, dan temukan istri ku dengan selamat."
Rizal tampak frustasi.
Dia masih ingat betul bagaimana Marco memperlakukan Dery dulu.
Apa yang terjadi jika Marco tahu Dery sedang mengandung buah cintanya.
.
Ditempat lain...
__ADS_1
Zyan berhasil menyeret Monica ke markas milik Rizal.
Meski wanita itu terus mengumpat dan memberontak tapi Zyan sama sekali tidak bergeming.
Amarah dan kebencian sudah menyelimuti hatinya.
Jika dulu dia melepaskan Monica karena dia menjalin hubungan dengan adik yang begitu disayangi tuannya.
Tapi kini tidak akan ada lagi ampun untuk wanita sialan ini.
"lepaskan aku, pria tidak berperasaan." teriak Monica.
Plaakkk
"diam kau jal*ng!!" tamparan keras mendarat di pipi putih wanita itu.
"dimana kau sembunyikan nona Dery?"
"haha..." Monica tertawa congkak.
"kalaupun aku tahu aku tidak akan pernah memberi tahu mu,"
"berani sekali kau,"
"Zy kita urus dia nanti," teriak Joe lantang.
Zyan menoleh pada sumber suara, Joe hanya mengangguk.
Zyan mengikuti langkah Joe.
"kita harus mencari keberadaan Marco secepat mungkin. dia yang membawa nona dan Ramon."
Kalimat yang keluar dari mulut Joe membuat Zyan mematung.
Dia pikir selama ini Marco sudah melupakan Dery, ternyata dia salah.
"selama ini tidak ada pergerakan karena Marco bekerja sama dengan Monica." lanjut Joe.
__ADS_1
"sialan, kita tertinggal satu langkah Joe," umpat Zyan. "aku pastikan dia akan mati ditangan ku,"
bersambung....