Janda Judes

Janda Judes
Peristiwa Tidak Terduga 3


__ADS_3

Dery yang sudah puas menikmati taman di samping ballroom hotel, memutuskan untuk kembali masuk kedalam.


Meski debaran didadanya tak kunjung mereda, tapi dia tidak ingin Rendy khawatir karena dia pergi tanpa berpamitan padanya.


Ia berjalan santai, sambil membawa satu tangkai bunga mawar merah yang ia petik dari taman hotel.


Dery masih berdiri diambang pintu, saat matanya berkeliling mencari keberadaan Rendy.


Dan...


Dari kejauhan, Dery mematung memegangi dadanya yang berdenyut nyeri, rasanya sangat menyakitkan saat melihat seseorang yang dia rindukan selama satu bulan ini, memeluk wanita lain dalam pangkuannya.


Air mata Dery meleleh seketika, dadanya terasa sesak, ia seperti kehilangan kekuatannya.


Dery menarik nafas dalam-dalam, menahan isakannya agar tidak keluar semakin keras.


Kau disini kak? kau bersama istri baru mu? kau bahkan memperlakukan dia begitu mesra didepan banyak orang. Joe, Zyan kalian juga disini. gumam Dery lirih, mulutnya bergetar menahan tangis.


Dengan cepat Dery melangkah menjauh dari sana, mencari keberadaan Rendy yang entah dimana.


Rendy, kamu dimana, aku ingin pulang. batin Dery.


Tidak lama dia melihat Rendy yang baru saja turun dari pelaminan, dengan cepat Dery menghampiri pria tampan yang sudah ia anggap seperti kakaknya sendiri itu, tanpa memperdulikan orang-orang yang tidak sengaja ia tabrak.


"kak, ayo kita pulang," Dery menarik tangan Rendy, yang sedang berbicara dengan beberapa pengawal.


"kamu kenapa?" tanya Rendy dengan wajah bingung.


"aku ingin pulang sekarang," Dery memalingkan wajah saat ia menghapus sisa air mata.


"kalian pergi sekarang," titah Rendy pada para pengawal.


Rendy menakup wajah Dery dengan kedua tangannya, "kenapa menangis? apa ada orang yang menyakiti mu?" tanya Rendy, Dery hanya menggeleng.


"ayo kita pulang kak, aku lelah," Rendy semakin menatap intens mata Dery.


"apa yang terjadi, katakan pada ku, apa ada yang menyakiti mu," pertanyaan Rendy membuat Dery semakin tidak mampu menahan air matanya.


"Ki..kita pulang kak, ak..aku mohon," ucap Dery dengan terbata. Dery melepaskan tangan Rendy, lalu berjalan cepat keluar ruangan itu.


Tanpa pikir panjang Rendy mengikuti Dery yang sudah tidak terlihat di kerumunan tamu-tamu undangan.


Brugh..

__ADS_1


Dery yang berlari dengan air mata mengalir deras, tanpa sengaja menabrak seorang wanita, hingga ia jatuh terduduk.


"maaf nona," lirih Dery, ia bangun lalu menunduk, saat akan kembali melangkah tangannya dicekal wanita itu.


"nona Dery," pekiknya.


Dery menatap wanita yang memegang erat tangannya, matanya membulat sempurna saat mengetahui jika wanita itu adalah istri baru suaminya.


"ka..kau?" dengan geram Dery mengibaskan tangan Juii dengan kasar membuat Juii jatuh tersungkur.


Beberapa orang yang berada tidak jauh darinya, sampai menatap heran pada mereka.


Karena enggan berlama-lama berada didekat Juii, Dery memilih berlari keluar gedung hotel tanpa menoleh lagi kebelakang.


"nona Dery..." teriak Juii lantang.


Juii yang hendak mengejar Dery, mengurungkan niatnya karena teringat Rizal. "Hei kalian, kejar nona Dery sekarang," perintah Juii pada pengawal yang berdiri didepan pintu masuk Ballroom.


Sedangkan Juii berjalan cepat menuju meja Rizal.


"tu..tuan..." Juii mengatur nafasnya yang tersengal-sengal. "no...nona Dery ada disini,"


Deg...


"tuan, nona berlari keluar ballroom saat aku mencoba mencegahnya, kita harus kejar nona sekarang," Juii menarik tangan Rizal.


Joe, Zyan dan Jack ikut bangun dari duduknya, "apa kau sedang bercanda Ju?" tegas Joe.


"kau pikir aku gila, bercanda dalam kondisi seperti ini," bentak Juii kesal.


Tanpa pikir panjang mereka berlari keluar ballroom. Rizal yang berlari lebih dulu terhenti saat sudah berada di luar gedung.


Tatapan matanya berkeliling mencari sosok istri yang begitu ia rindukan selama sebulan ini.


"Dery...." teriak Rizal.


"hei kalian, dimana nona?" tanya Juii pada dua pengawal yang sedang meringis kesakitan tidak jauh dari Rizal berdiri.


"maaf nona, nona Dery berhasil lari, kami gagal mencegah nona," seorang pengawal meringis sambil memegangi pipi dan bagian bawahnya.


"apa nona yang melumpuhkan kalian?" tanya Juii tidak percaya. Dua pengawal itu mengangguk cepat.


"kearah mana nona pergi?" sahut Joe.

__ADS_1


"kesana tuan," tunjuk mereka.


Rizal berlari cepat kearah yang ditunjuk dua pengawal itu.


Dari kejauhan dia bisa melihat wanita dengan gaun putih berlari tanpa menoleh kebelakang.


"Dery....Sayang..." teriak Rizal lantang. Dia terus berlari mengejar sang istri.


Kenapa kau menghindari ku sayang... gumam Rizal disela larinya.


Dery yang mendengar teriakkan Rizal, bukannya menghentikan langkahnya tapi justru semakin mempercepat.


kau sudah memiliki istri lain, lalu kenapa kau mengejar ku. Dery


Air mata semakin deras mengalir diwajah cantik Dery, dia sama sekali tidak memperdulikan orang-orang yang menatapnya keheranan.


Yang ada dalam pikiran Dery hanya, dia harus pergi sejauh mungkin agar Rizal dan semua anak buahnya tidak bisa menemukan dirinya.


"Dery..." sekali lagi teriakan Rizal terdengar di telinganya.


Dery yang sudah terlanjur kalut, berlari tidak tentu arah. Tanpa menoleh ke kanan dan kiri, Dery melangkahkan kaki ke jalan raya.


Bruummmm!!!


Dery bahkan tidak menyadari sebuah mobil melaju dengan sangat kencang kearahnya.


Dery yang sudah berdiri di tengah jalan, menoleh ke sumber suara mobil. "Aaakkhhhh"


Dery.....!


Nona.....awaass......!


Braakkk...!!


Bersambung ....


Hari ini udah 3eps nih...


Ayok donk bantu kasih semangat buat othor juga, biar bisa up lebih banyak 😂😁


Jangan lupa mampir ke karya baru othor ya 😂


Dukungan mu.... semangat ku....

__ADS_1


Love yu all ❤😍😍😘😘


__ADS_2