Janda Judes

Janda Judes
Bunga Tidur


__ADS_3

Hiks...hiks...


"kenapa kak, kenapa....hiks...hiks... kenapa kamu menikahi ku jika kamu sudah menebar benih pada Monica, kenapa kamu menyelamatkan ku dari Marco, kamu melindungi ku agar Marco tidak menyakiti ku, padahal diri mu sendiri membuat ku sangat sakit saat ini hiks...hiks..." Rendy yang fokus dengan berkas-berkas diatas mejanya, mulai berjalan mendekati Dery yang terlihat sedang menangis.


eh! dia ini tidur tapi kenapa menangis, apa katanya tadi? siapa Monica? dan siapa Marco? Rendy mendekatkan wajahnya pada Dery.


"dia benar-benar menangis dalam tidur," gumam Rendy pelan.


Hiks...hiks...


"kamu jahat kak, sangat jahat, aku membenci mu...hiks...hiks.." suara Dery lirih tapi bisa didengar jelas oleh Rendy. Tangannya bahkan sampai ikut bergerak seakan sedang memukul.


Melihat Dery yang seperti itu, membuat hati Rendy bergemuruh.


Entah kenapa, Rendy merasa marah saat melihat air mata mengalir diwajah Dery.


Siapa sebenarnya diri mu, dan siapa pria yang telah menyakiti mu seperti ini Dery, batin Rendy.


"Dery, bangun..." Rendy menggoyangkan lengan Dery, "bangun Dery.."


Dug


Kepala mereka berbenturan karena spontan Dery langsung duduk,


"aarrghh sakiit," Dery mengerjapkan matanya, sambil mengusap keningnya yang terasa ngilu. "Re.. Rendy,"


"kamu kenapa Dery?" Rendy mengusap sisa air mata diwajah Dery, sambil menetralkan ekspresi wajahnya karena merasa keningnya juga ngilu. "apa kau mimpi buruk?"


Dery hanya menggeleng, ia tidak mungkin menceritakan pada Rendy, jika ia tadi bermimpi sedang memukuli suaminya.


Rendy menghela nafas, "boleh aku bertanya?" Dery mengangguk. "apa suami mu mengkhianati diri mu?"


Deg


pertanyaan Rendy membukam mulut Dery seketika, yang dirasakan hanya sakit dihatinya.


Bukannya menjawab pertanyaan Rendy, Dery justru mulai terisak.


Sedangkan Rendy diam dan membiarkan wanita ini menangis sepuasnya.


Setelah puas menangis, Dery mengusap kasar wajahnya.

__ADS_1


"aku tidak tahu Rendy, bukti yang aku dapat menunjukkan jika suami ku menghamili wanita lain, tapi entah mengapa hati ku tidak percaya itu." Dery menjawab pertanyaan Rendy tadi.


"Monica?" Rendy menatap Dery intens, "jadi wanita itu bernama Monica?" Dery mengangguk.


"dari mana kamu tahu?" dengan polosnya Dery bertanya.


"astaga," Rendy menepuk jidatnya. "kau tadi menangis dan mengigau dalam tidur mu, dan kamu menyebutkan dua nama, yaitu Monica dan Marco," jelas Rendy.


"oh..."


"jadi Monica itu ibu kandung Ramon?" Dery hanya mengangguk.


"jadi ini alasan mu tidak ingin pulang?" sambung Rendy.


"bukan, aku tidak mau pulang karena.... "


"sebenarnya Monica berniat mencelakai Ramon, sebelum kami sampai di hutan itu, Marco membawa kami pergi dari kota tempat tinggal ku, karena Monica menyuruh orang untuk menculik Ramon, aku bisa melihat ketakutan Ramon saat itu," jelas Dery.


"jika Monica ibu kandung Ramon, kenapa dia ingin mencelakai putranya sendiri," Rendy terlihat sangat bingung dengan cerita Dery.


Dery menggeleng, "aku juga tidak tahu,"


Dery bisa melihat ketulusan di mata Rendy saat dia berbicara.


"terima kasih Rendy, maaf jika aku selalu merepotkan mu,"


"kau sudah aku anggap seperti adik ku sendiri, jadi jangan sungkan." Rendy bangkit dari duduknya, lalu meraih tangan Dery, "ayo kita pulang, ini sudah sore,"


Aku tidak peduli siapa diri mu dan bagaimana masa lalu mu, aku juga tidak peduli siapa suami mu, yang aku tahu aku ingin melindungi mu dan juga Ramon, kalian sudah seperti keluarga ku. Batin Rendy.


"Dery, jangan menangis lagi ya, aku tidak suka melihat keluarga ku menangis."


"baiklah.." Dery mengangguk.


.


Markas Utama The RedDelta...


Zyan baru saja tiba, setelah menggantikan Jack mendampingi Tuan Rahadi, mengunjungi adiknya yang baru saja mengadakan acara pertunangan untuk sang putra.


Selain untuk menghadiri acara pertunangan itu, tujuan tuan Rahadi adalah meminta bantuan pada adiknya, agar ikut mencari keberadaan menantu dan cucunya.

__ADS_1


Setelah mengantarkan Tuan Rahadi kembali ke mansion utama, Zyan langsung mengarahkan mobilnya ke Markas.


"tuan..." Zyan menunduk sopan pada Rizal yang duduk bersama dengan ketiga sahabatnya.


"Zy, duduk lah.." ucap Rizal, Zyan mengangguk lalu ikut duduk.


"apa ayah tidak ikut kesini?" tanya Rizal tanpa mengalihkan pandangannya dari kertas-kertas diatas meja.


"tidak tuan, Tuan besar hanya menitipkan pesan untuk tuan," ucap Zyan sopan.


"apa..?"


"Satu Minggu lagi, tuan harus hadir di pernikahan tuan Samuel, menemani tuan besar," jelas Zyan.


"kenapa? kau saja kan sudah cukup, kau tahu kan aku sedang mencari istri dan anak ku," Rizal menyandarkan tubuhnya pada sofa. Ia menarik nafas dalam.


"karena tuan Samuel ingin anda datang, jika anda tidak mau, tuan Johnson tidak akan membantu tim kita untuk mencari nona," lanjut Zyan.


"Ck" Rizal berdecih kesal. "uncle selalu saja seenaknya, tim yang dia miliki itu tidak seberapa, tapi kenapa dia mengancam ku Zy," Rizal mengurut pangkal hidungnya.


"tapi Tuan Johnson memiliki tiga orang kepercayaan yang sama kuatnya dengan mereka," Zyan melirik pada Joe Jack dan Juii.


"haahh...kau benar Zy, yang aku dengar asisten Sam sangat handal dalam segala hal," Rizal menatap Zyan. "katakan pada ayah, aku akan datang saat pernikahan Samuel, tapi kalian semua juga harus ikut bersama ku," titah Rizal.


Keempat sahabat sekaligus orang kepercayaannya ini langsung mengangguk mantap.


Dery...


Bersambung....


Yuk mampir ke karya baru othor,


Mr Kulkas Jatuh cinta


😇😘❤❤


Dukungan mu, semangat ku....


jangan lupa like dan komen yaa...


Fav dan rate jugaak

__ADS_1


__ADS_2