Janda Judes

Janda Judes
36 Kekecewaan Ikbal 2


__ADS_3

Sepanjang perjalanan pulang,


Ikbal yang mengendarai mobil sendiri, memacu mobilnya dengan kecepatan tinggi. Hingga Iwan dan Roby kewalahan mengejar laju mobil Ikbal.


Air mata Ikbal terus menetes, hatinya begitu sakit, rasanya sangat sesak.


Laju mobil Ikbal berhenti di danau tempat biasa ia dan ketiga sahabatnya menghabiskan akhir pekan saat masih sekolah dulu.


Suasana danau begitu sepi, langit yang awalnya cerah menjadi mendadak mendung, entahlah mungkin alam juga mengerti bagaimana kesedihan Ikbal.


"hhaaaahh" teriak Ikbal memecah keheningan danau sore ini.


"kenapa der, kenapa lo menikah dengan laki-laki lain, selama ini Lo nolak gue tapi Lo malah nikah dengan laki-laki yang baru saja Lo kenal" Ikbal mengacak rambut frustasi.


Dia tidak pernah sesakit ini, hatinya benar-benar sakit melihat gadis yang begitu dia cintai sudah menjadi istri seorang pria yang baru dia kenal.


Dari kejauhan Iwan dan Roby hanya memperhatikan apa yang Ikbal lakukan,


"gue gak nyangka Dery bakal nikah secepat ini rob," ucap Iwan masih tidak percaya dengan keputusan yang Dery ambil.


"iya gue juga heran, tapi mau gimana lagi Dery udah nikah." Roby kembali mengingat penjelasan Dery.

__ADS_1


"Lo samperin Ikbal kasian dia, cuma Lo yang bisa tenangin dia." Iwan mendorong Roby.


"gue coba, semoga dia mau dengerin gue" Roby berjalan mendekati Ikbal yang terduduk di atas rumput.


"bal, gak ada yang harus disesali, gue tahu Lo pasti sakit.


tapi Dery pasti punya alasan kuat kenapa dia menikah secepat ini." Roby duduk disamping Ikbal memeluk pundaknya menenangkan.


"kita gak tau apa yang udah terjadi sama Dery, kita gak bisa marah sama dia." lanjut Roby.


"tapi rob, Lo tau kan gimana sayangnya gue sama Dery, kenapa dia tega sama gue. apa kurang gue rob." Ikbal menyembunyikan wajahnya dibalik lengan.


"Lo gak kurang apapun bal, gue tahu sebenarnya Dery memang sayang sama lo, tapi antara kalian ada tembok kaca yang sulit buat dilewati Dery." kalimat Roby berhasil membuat Ikbal mendongak.


"maksud Lo rob? apa maksud Lo ngomong kayak gitu? kalau Dery emang sayang sama gue kenapa dia nolak gue, dan sekarang dia malah nikah sama orang lain." paksa Ikbal


Akhirnya Roby menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi beberapa tahun lalu.


"sebenarnya Dery juga sayang sama lo bal, dari dulu malahan, dia nolak Lo bukan karena dia gak suka sama Lo, tapi karena Mama Lo yang minta." Roby mulai bercerita


"Lo masih inget kan pertama kali Lo ungkapin perasaan Lo ke Dery, tapi dia minta waktu buat jawab. Waktu itu dia udah mau jawab iya, tapi nyokap Lo datang kesekolah dan memperingatkan Dery buat gak berharap bisa berhubungan sama Lo lebih dari sahabat, gue ada disitu rob, gue denger sendiri nyokap Lo gak mau anaknya punya hubungan spesial sama gadis miskin kayak Dery.

__ADS_1


Dan Lo pasti tahu kan, Dery gak pernah nolak permintaan orang tua kita, gimana dia begitu menghormati orang tua kita." Roby menarik nafas panjang mengingat bagaimana hancurnya hati Dery waktu itu.


"jadi Lo tahu dari awal dan Lo gak bilang sama gue rob, sahabat macam apa lo?" menarik ujung kerah Roby dan mendorong dengan kasar. Roby hanya diam tidak membalas atau membela diri, dia tahu kenyataan yang dihadapi Ikbal sangat berat.


"gue bisa apa bal, gue coba bujuk Dery buat cerita sama Lo, tapi dia gak mau. Dery pernah lebih hancur dari Lo waktu nyokap Lo ngehina dia, bukan, yang bikin dia hancur karena nyokap Lo ngehina orang tuanya. Gue yakin Dery gak akan nikah secepat ini tanpa ada alasan kuat." Roby mencoba menenangkan Ikbal.


Dua kenyataan pahit yang harus Ikbal rasakan hari ini, kekecewaan berlipat menyelimuti hatinya.


Kekecewaan karena gadis yang ia cintai telah menjadi milik pria lain,


serta kekecewaan karena penghalang hubungannya selama ini adalah ibunya sendiri.


Bahkan setelah sekian lama dia baru tahu jika ibunya lah yang membuat Dery mengurungkan niat untuk mau menjalin hubungan dengan dirinya.


"sebelum kita benar-benar tahu apa alasan Dery menikah diam-diam, kita gak bisa marah atau menghakimi dia bal," menepuk pundak Ikbal menguatkan.


"kalaupun kita tahu apa itu bisa merubah yang sudah terjadi? gak rob, dia tetap sudah menjadi milik orang lain." suara Ikbal terdengar putus asa.


"setidaknya gak ada rahasia lagi diantara kita." berdiri menarik tangan Ikbal "udah yuk kita balik, Lo berantakan banget, nanti dikira gelandangan." memaksa Ikbal masuk mobilnya. Dia tidak akan meninggalkan Ikbal dengan kondisi seperti ini.


Apapun alasan Dery menikah, setidaknya jika mereka tahu, memang tidak akan mengubah masalalu, tapi mereka bisa membantu Dery memperbaiki masadepan.

__ADS_1


*cerita ini hanya fiktif* semoga kalian suka ya dear 🙏❤ maaf jika masih ada kesalahan. jangan lupa like dan komen.


__ADS_2