Janda Judes

Janda Judes
48 Ingin Pulang


__ADS_3

Pagi hari keadaan rumah utama sudah sangat sibuk, para pelayan sudah melakukan tugas mereka masing-masing, Joe Zyan dan Rizal sudah duduk dimeja makan menunggu Dery.


"selamat pagi semua," pagi ini Dery benar-benar sumringah, senyumnya mengembang.


"selamat pagi nona," Rizal Zyan dan Joe menjawab bersamaan, membuat Dery terkikik,


"kompak sekali, seperti paduan suara," ceplos Dery terus tertawa.


"Joe kita berangkat pagi saja yaa," menyiapkan makan untuk Rizal, entah sejak kapan jika Rizal divilla harus Dery yang menyiapkan makannya, padahal biasa juga pelayan.


"kamu jadi berangkat hari ini? apa kamu sudah sehat?" masih tidak rela jika Dery pergi darinya, meskipun hanya sebentar.


"aku baik-baik saja, lihat ini obatnya juga aku bawa kak, jadi tidak perlu khawatir," mengerlingkan mata.


Kalau sudah berjanji Rizal tidak akan mengingkari, walaupun hatinya tidak rela tapi demi membuat Dery bahagia apapun akan Rizal lakukan.


Setelah selesai sarapan, Rizal mengantar Dery sampai ke pintu depan. Joe sudah berdiri di samping mobil, menunggu nona kesayangan tuannya.


"kak, aku pergi ya," memeluk Rizal sayang, saat mendengar detak jantung Rizal, membuatnya heran.

__ADS_1


"apa pak tua ku ini baik-baik saja? kenapa jantung mu berdebar sangat kencang?," mendengar pertanyaan Dery membuat Rizal salah tingkah.


Zyan, Joe dan pengawal yang berdiri tidak jauh dari mereka hanya tersenyum sambil bergeleng kepala.


sepertinya tuan benar-benar jatuh cinta pada nona


"tidak, aku baik-baik saja, aku hanya kurang olahraga," menggaruk kepalanya yang tidak gatal. "sekarang pergilah, ingat jangan menunjukan diri mu pada siapapun, jangan buat orang lain curiga," Rizal mengibaskan tangan.


"memangnya aku ayam pake ngusir segala lagi, dasar pak tua," melengos kesal pada Rizal.


Saat akan masuk kedalam mobil Dery berteriak "heii pak tua jika nanti kamu jatuh cinta padaku, aku tinggal satu menit saja kamu tidak akan rela." menjulurkan lidah meledek Rizal.


"apa nona ini masih belum menyadari jika tuan memang jatuh cinta padamu," Joe bergumam sendiri "tapi tuan juga malu untuk mengakui itu," tersenyum samar.


****


Setelah perjalanan cukup panjang, Dery dan Joe sudah sampai didepan rumah orang tua Dery.


Melihat rumah yang sejak kecil menjadi tempatnya bertumbuh, membuat hati Dery bergetar, rasa rindu begitu menggebu.

__ADS_1


Tidak berselang lama, ayah dan ibunya keluar dan duduk di teras rumah yang begitu sejuk dipandang mata.


Air mata Dery meluncur, rasa rindu pada orang tuanya membuat dia lemah, ingin rasanya datang dan memeluk mereka menyalurkan kerinduan yang sudah lama dia pendam.


Joe yang mengawasi Dery memperingatkan agar Dery tidak berbuat nekat.


"nona kendalikan emosi mu, jika nona keluar dari mobil itu akan membuat nona dalam bahaya. Disekitar sini masih ada orang suruhan Marco yang selalu mengawasi kegiatan dirumah nona." Mendengar kata-kata Joe, wajah Dery memerah menahan amarah.


"untuk apa si breng**k itu mengawasi rumah ayah? apa yang dia awasi?" suaranya jelas jika dia sedang emosi.


"sepertinya Marco belum percaya jika nona sudah meninggal, Marco itu orang yang licik dia bisa melakukan apapun agar tujuannya tercapai." Joe berkata jujur,


Joe sangat tau perangai Marco, sudah sejak lama Joe mengenalnya. "tuan Rizal, Zyan saya dan Marco sudah sejak kuliah berteman baik, kami tau sifat buruk Marco, kelicikannya dan kenekatannya. selama ini tuan Rizal hanya diam, dia pikir itu bukan urusannya, tapi saat tuan mengenal nona waktu dulu menjadi sekretaris Marco dan tuan tau obsesinya untuk memiliki nona. Tuan sangat marah apalagi begitu mengetahui kejadian di Bali. Apa nona tau, tuan Rizal sendiri yang menghajar Marco habis-habisan." mendengar penjelasan Joe Dery tersenyum haru.


Hari menjelang sore, Dery yang sudah puas melihat keluarganya dari kejauhan, akhirnya memutuskan untuk kembali ke villa. Tapi sebelum pergi Dery sudah memesan makanan kesukaan keluarganya melalui aplikasi. Dery bisa melihat raut wajah kebingungan ayah, karena ada pengantar makanan yang datang tanpa menyebutkan siapa yang mengirim kan.


Selama mereka berada disana seharian ini, mereka tidak menyadari ada yang memantau mereka, melaporkan semua yang terjadi disekitar rumah ayah Rahmat. Termasuk keberadaan mobil yang dikendarai Joe.


*cerita ini hanya fiktif* salam sayang dari author ❤❤ semoga kalian suka

__ADS_1


__ADS_2