
Beberapa jam berlalu,
Dery mengerjapkan mata dan membukanya perlahan. Kepalanya terasa berputar-putar.
Namun dia mendengar sayup-sayup ada orang yang sedang berbicara.
Dery pun mencoba mengumpulkan kesadarannya dan benar-benar membuka matanya.
Betapa terkejutnya dia, saat tubuhnya sudah diikat disebuah kursi. Tempat yang kotor minim cahaya dan pengap.
"dimana ini, dan siapa mereka"
Suara berat terdengar menggema di ruangan itu, suaranya seakan mengintimidasi siapapun yang mendengar.
"hai, kau sudah bangun ternyata" duduk tepat didepan Dery.
"Jadi kamu wanita yang dicintai Rizal, hah" menyentuh pipi Dery lembut.
"cih jangan pernah menyentuh aku dengan tangan kotor mu,"
"wow ganas sekali, kamu benar-benar membuat ku tertantang" menekan kuat pipi Dery hingga erangan kesakitan keluar dari mulutnya
"bukan aku, yang dicintai kak Rizal" meski bibirnya bergetar, dia tidak ingin menunjukkan jika dirinya tidak tertekan.
"hahaha hanya kamu yang bisa membuat Rizal berbuat sangat berlebihan. Melindungi mu dari Marco, memberikan mu segalanya." suaranya penuh kebencian.
"kau tahu sayang, aku sangat membenci Rizal, dan akan sangat menyenangkan jika aku bisa menikmati wanita yang dicintainya." menjilat bibirnya dan tersenyum mengerikan.
__ADS_1
"siapa kamu? lepaskan aku" memberontak sekuat tenaga.
"kau mau tahu siapa aku hah? aku Daniel,"
Dengan hanya melambaikan tangan, para pengawal dengan sigap melepaskan ikatan pada tubuh Dery.
Melihat ada kesempatan, Dery mencoba menyerang laki-laki didepannya.
Satu pukulan keras sukses membuat lawannya limbung hapir terjatuh.
"dasar jal**g, beraninya kau"
Plaaakk tamparan keras membuat tubuh kecilnya tersungkur ke lantai, darah segar mengucur dari bibir Dery, sikunya terbentur keras ke lantai membuat luka yang cukup dalam. Melihat Dery yang seperti itu tidak membuat Daniel merasa iba. Daniel justru menarik paksa lengannya hingga Dery yang tidak berdaya harus berdiri dengan tubuh lemah.
Sekilas Dery melihat ada yang merekam apa yang terjadi padanya.
Dery dilempar begitu saja, Dia bisa mendengar langkah kaki menjauhi ruangan dimana dia berada sekarang,
"uhuukk" Dery terbatuk memuntahkan darah.
"aku harus keluar dari sini, jika nanti mati setidaknya aku sudah berusaha." Bangun dengan tertatih, mencari benda yang bisa dia manfaatkan untuk membela diri.
Tidak lagi mempedulikan rasa sakit ditubuhnya.
Hari sepertinya sudah menjelang pagi,
dia mendengar sayup-sayup suara adzan subuh dari kejauhan. Melihat ada lubang fentilasi, Dery mencoba mengecek kondisi diluar ruangan.
__ADS_1
Berharap ada yang bisa membantunya keluar dari bahaya. Tapi sayangnya Dery tidak melihat apapun disana, yang ada hanya pohon-pohon besar seperti ada ditengah hutan.
****
Ditempat lain,
Rizal baru saja mendapatkan kabar jika Dery dibawa paksa oleh Daniel.
Daniel adalah adik tiri Rizal dari ibu yang berbeda. Usia mereka hanya terpaut dua tahun.
Sejak kecil Daniel memang sangat membenci dirinya, entah apa yang membuat Daniel begitu menginginkan kehancurannya.
Menurut Rizal selama ini ayahnya tidak pernah membedakan antara dirinya dan Daniel, membagi seluruh warisan dengan sangat adil.
Hanya saja sejak masih remaja Rizal lebih pandai memimpin perusahaannya.
Hingga saat ini perusahaan yang dia pimpin berkembang sangat pesat.
Ingatan Rizal kembali pada saat dulu Daniel, berkhianat dengan mantan kekasihnya, saat itu hatinya sangat hancur, membuat dirinya tidak lagi mau mengenal wanita.
Dan kini lagi-lagi Daniel berulah, apa yang dia ingin lakukan pada wanita yang telah menyentuh hati Rizal.
"setelah sekian lama Daniel pergi dari hidupku, sekarang dia kembali dan dengan beraninya membawa Dery." haaaahhh teriak Rizal, amarahnya sudah tidak lagi bisa dikendalikan.
Tanpa pikir panjang Rizal meninggalkan semua pekerjaannya, untuk menyelamatkan Dery.
Sakit rasanya jika melihat Dery dalam bahaya seperti ini.
__ADS_1
*cerita ini hanya fiktif* semoga kalian suka ya dear, jangan lupa like komen dan vote cerita ini ya, terima kasih atas dukungan kalian ❤❤ love u all