
"Pengawal..." teriak Joe
Beberapa pengawal berlari mendekati Joe dan Zyan,
"Ada apa tuan?" seorang pengawal mulai bicara.
"kalian urus Marco, berikan hukuman padanya sampai dia memohon dan mau meminta maaf pada tuan muda." Joe melemparkan sebuah kotak pada seorang pengawal.
Melihat kotak itu semua pengawal mengerti maksud Joe dan Zyan. Mereka menunduk lalu undur diri.
"kita pergi sekarang Zy, aku tidak akan tega mendengar Marco menggila," menarik Zyan pergi dari markas.
"baiklah," Zyan berlari mengikuti Joe.
"dia memang pria konyol, setiap hari berganti-ganti wanita tapi melepaskan seorang wanita saja tidak mau, memangnya wanita mana yang mau hidup bersama pria yang selalu bermain-main dengan ja***g murahan," Joe menyalakan mesin mobilnya.
"semoga dengan hukuman ini Marco bisa menyadari kesalahannya." Zyan mengangguk mantap.
Joe dan Zyan saling pandang dan bergidik ngeri, membayangkan apa yang akan terjadi pada Marco didalam sana.
****
Didalam markas,
Tiga orang pengawal masuk kedalam ruangan Marco,
__ADS_1
"hukuman dimulai tuan," seorang pengawal tersenyum smirk mendekati Marco.
"lepaskan aku breng**k" teriak Marco meronta-ronta.
Seorang pengawal menutup mulutnya, seorang lagi menyuntikkan cairan tepat di lengan Marco. Lalu melepaskan pakaian Marco.
"selamat menikmati tuan," mereka melepaskan Marco lalu berjalan keluar beriringan.
"ba*****n awas akan ku bunuh kalian," teriak Marco.
Tidak berselang lama, pintu ruangan terbuka lebar, seorang wanita dengan pakaian yang sangat kurang bahan, mendekati Marco berlenggak-lenggok.
Marco yang awalnya mendongak langsung menunduk tidak ingin melihat wanita yang ada didepannya.
"hai tuan," dengan suara sexy, wanita itu mengitari tubuh Marco. Membelai lembut wajah berantakan Marco. Sengaja mendudukkan bokongnya yang montok dipangkuan Marco, memberikan sentuhan sensual ditubuh Marco.
"aku tidak akan pergi sebelum tugasku selesai sayang," tidak henti-hentinya membelai tubuh Marco.
Aaaaa.... Marco meremang, tubuhnya merasa gairah yang menuncak, baru menyadari jika cairan yang disuntikkan pengawal tadi adalah cairan yang sama dengan yang dia suntikan pada Dery dulu.
"pergi kau jala*g, pergiii" terus meronta dan berontak.
Waniat itu tidak peduli dengan teriakan Marco, dia terus menari erotis dan tidak henti-hentinya membelai tubuh bugil Marco. Membuat Marco menggila, melihat wanita telanjang dihadapannya tanpa obat saja sudah membuatnya sangat bergairah, apalagi sekarang setelah efek obat yang diberikan para pengawal tadi membuatnya semakin tidak bisa mengendalikan dirinya.
Dua orang pengawal masuk membawa sebuah sofa yang diletakkan tepat didepan Marco. Wanita itu terus saja menampilkan tarian yang sangat sensual, menyentuh titik sensitifnya menggoda, pengawal yang ada disana hanya bisa menelan ludah susah payah.
__ADS_1
"lakukan tugas mu dengan baik, buat dia memohon." para pengawal keluar meninggalkan Marco yang terus saja mengumpat.
"kau mau apa jal*ng, pergi kau dari sini" marah Marco semakin merasa panas, namun wanita itu tidak peduli, dia terus melanjutkan aksinya semakin berani, membuka sisa kain yang menempel ditubuhnya. Meremas gundukan sintalnya tepat didepan wajah Marco, melenggak-lenggokkan tubuhnya dengan sangat sensual.
Aaaaaa Marco semakin menggila, gairahnya tidak lagi bisa ditahan apalagi menyaksikan wanita yang terus saja menampilkan tubuh seksinya. Menyentuh dan membelai dirinya tanpa henti.
****
Ditempat lain Rizal sedang berada diruang kerjanya, melihat potret cantik wanita yang beberapa bulan ini menarik hatinya. Rizal selalu mengagumi setiap hal yang Dery lakukan, meski kini Dery lebih tegas dan cuek, tapi hatinya tetap hangat pada setiap orang. Banyak yang berubah dihidup Rizal sejak kehadiran Dery.
Tok tok tok
Ketukan pintu mengagetkan Rizal.
"masuk" ucapnya
" apa kalian sudah mulai menjalankan hukuman Marco?" Rizal mulai bertanya saat Joe dan Zyan baru saja masuk.
"sudah tuan, para pengawal yang mengeksekusi Marco, kami tentu tidak akan tega melihat Marco tersiksa," Zyan memijat pelipisnya.
"lakukan sampai dia memohon ampun, dan tidak akan mengganggu Dery lagi, jika masih tidak mau berubah, keputusan terakhir adalah pengasingan." tegas Rizal, dia tidak ingin mengambil resiko dan membahayakan Dery lagi.
"baik tuan," Joe dan Zyan mengangguk mantap.
bersambung......
__ADS_1
udah up lagi niih,,, komen + like yuuk syedih deh mimin komennya dikit eui 😭❤🤘