Janda Judes

Janda Judes
Syukuran Baby R


__ADS_3

Hari berganti begitu cepat...


Rumah Keluarga Arandra Putra begitu riuh dengan adanya acara syukuran baby R.


Semua keluarga sahabat teman dan beberapa rekan bisnis Rizal Arandra menghadiri acara special hari ini.


Kebahagiaan nampak jelas di wajah-wajah semua orang yang ada disana.


Rizal dan Dery berdiri menyambut tamu-tamu yang datang memberi selamat. Baby R dalam dekapan Dery pun sepertinya ikut menikmati acara, tak sekalipun ia rewel.


Disisi lain tempat acara, Rendy terlihat memperhatikan gadis manis yang sejak tadi sedang berbincang dengan Dena, adik perempuan Dery.


Perlahan Tapi pasti Rendy mulai mendekat.


"Ekheem.. " deheman Rendy mengalihkan pandangan Dena.


"boleh aku bergabung dengan kalian? " tanya Rendy sopan.


"tentu kak, silahkan" jawab Dena, sedangkan Fia hanya mengangguk.


"kau Fia kan? asisten kepercayaan nona Dery? " yang ditanya hanya mengangguk sambil menelan makanannya.


"anda tuan Rendy, asisten kepercayaan keluarga Leonard, " Fia melirik Rendy dengan tersenyum manis.


"bagaimana kau tau? "


"memangnya siapa yang tidak tahu kakak," sahut Dena dengan tatapan penuh arti.


sepertinya kak Rendy sedang mencoba mendekati kak Fia. gumam Dena.


"kak Fia, kak Rendy, aku pergi dulu ya, aku merasa sangat lelah, " ucap Dena sambil mengerlingkan sebelah matanya pada Rendy. Mengerti apa yang Dena maksud Rendy hanya tersenyum samar.


Terima kasih sudah membantu nona. batin Rendy.


"kalian ngobrol-ngobrol saja, biar makin dekat, " sambungnya sambil beranjak pergi.

__ADS_1


"ta.. tapi non... " belum selesai Fia bicara Dena sudah melangkah cepat.


huuhhh... kenapa aku malah di tinggal berdua dengan tuan Rendy sih. gumam Fia.


"kau mengatakan sesuatu Fia? "


"ehh ti.. tidak tuan" jawab Fia gelagapan.


Melihat wajah Fia yang berubah merah padam membuat Rendy tersenyum samar.


kau ini lucu sekali. batinnya.


"panggil Rendy saja, tidak perlu pakai tuan, "


"i.. iya Rendy"


"apa kau merasa tidak nyaman ada aku disini? "


"ehh.. bukan begitu Rendy, tapi aku hanya belum terbiasa saja. " jawab Fia malu-malu.


"bagaimana pekerjaan mu, apa semua berjalan lancar? " Rendy menatap Wajah Fia yang semakin merah.


mendengar suara Rendy saat sedang berdua begini kenapa aku jadi merinding. Fia


"emm.. baik kok Ren, lancar semua, "


Dari kejauhan Dery tersenyum melihat Rendy yang sedang mengobrol dengan Fia.


"sayang, coba lihat Fia dan kak Rendy disana, " Rizal melirik arah yang ditunjuk istrinya.


"sepertinya si tiang listrik itu sedang mencoba mendekati asisten mu sayang, " bicara sambil mengusap pipi baby R yang tidur pulas di dekapan Dery. "sayang, jika kamu lelah menggendong berikan baby R pada nanny, " merasa kasihan sejak tadi Dery menggendong putranya.


"aku tidak lelah. "


"apa menurut mu Fia tertarik jua pada kak Rendy sayang? lihatlah wajah nya sampai memerah begitu, " yang diajak bicara masih sibuk memberi isyarat pada Zyan agar memanggil nanny baby R.

__ADS_1


"sayang, kamu dengar tidak, " Dery mencubit hidung Rizal kesal.


"aku tidak peduli tentang mereka sayang, aku hanya peduli pada mu dan kedua putra kita, "


Cup


Satu kecupan lembut mendarat di pipi Dery. "sekarang serahkan baby R pada nanny, atau kamu juga ingin istirahat di kamar juga, " Rizal mengerlingkan mata menggoda Dery.


"jangan aneh-aneh sayang, kau harus puasa cukup lama, " jawab Dery meledek. Zyan yang mendengar obrolan suami istri ini hanya memutar bola mata malas.


Memang enak harus puasa. Puasa kan selama mungkin nona biar tuan kelabakan dan tidak pamer kemesraan didepan ku lagi. batin Zyan tergelak dalam diam.


Setelah menyerahkan baby R pada nanny, Dery lagi-lagi membahas Fia dan Rendy yang saling mencuri pandang.


Meski dari kejauhan Dery bisa melihat dengan jelas jika Rendy sangat mengagumi Fia.


Dan Fia, dia terlihat malu-malu, bahkan pipinya bersemu merah, membuat Dery tersenyum penuh arti.


"aku disini sayang, kenapa melihat orang lain, " rajuk Rizal yang sejak tadi tidak dilirik Dery sama sekali.


Dery melirik Rizal kesal. "memangnya aku tidak boleh melihat mereka yang sedang kasmaran, " dengusnya.


"biarkan saja, lalu kamu mau apa kau mereka sedang kasmaran?" Rizal menakup pipi Dery lalu dengan gemas mencium bibirnya.


eemmpp


begitu terlepas dari kecupan Rizal Dery mendelik "kak, kamu sungguh membuat ku malu, masih banyak orang disini, " menutup wajahnya yang memerah karena ulah jail suaminya.


Tamu dan keluarga yang melihat tingkah Rizal hanya terkikik geli.


Bahkan Dika spontan menutup mata Ramon yang sejak tadi bersamanya.


"kak, kau sangat memalukan, " seru Daniel yang duduk tidak jauh dari mereka.


Tapi langsung beringsut saat mata elang Rizal menatapnya.

__ADS_1


Ya Tuhan pria bucin gila ini apakah benar-benar kakak ku. sungguh memalukan. Daniel.


__ADS_2