
Pernikahan seharusnya menjadi momen sakral dan membahagiakan bagi calon mempelainya.
Tapi tidak dengan Dery dia justru sedang dalam dilema, apakah keputusannya menikah dengan Marco sudah benar,
tapi saat Dery memikirkan kedua orang tuanya Dery berusaha mengiatkan diri untuk yakin pada keputusannya.
Ayah Dery yang sudah datang dari kemarin dibuat heran dengan keputusan putrinya, terlebih Dery tidak menunjukkan kebahagiaan diwajahnya, dia sering melamun dan menyendiri.
"Nak apa kamu yakin dengan keputusan mu ini?" tanya ayah yang baru masuk keruang makeup Dery.
Dery tersenyum "tentu saja aku yakin yah, kenapa ayah bertanya seperti itu?" menggenggam tangan ayahnya.
"tak apa nak, ayah hanya takut kamu tidak bahagia." ucap ayah
"Jika kamu tidak yakin mundurlah masih ada waktu." ayah terus mengusap pundak Dery berharap dia mau bercerita dengan jujur apa yang terjadi padanya.
"Dery yakin kok yah, Marco itu lelaki baik," tersenyum samar.
"baiklah ayah rela kamu menikah dengannya. Ayah tidak tahu apa yang terjadi pada mu hingga kamu memutuskan memilih menikah dengan Marco secepat ini,
tapi apapun keputusan mu, ayah yakin kamu sudah memikirkannya dengan matang." Dengan bijak ayah menguatkan dery,
"terima kasih ya yah, doakan Dery semoga Dery selalu bahagia" Dery memeluk ayahnya
__ADS_1
"tentu saja nak, kamu Putri kesayangan ayah, ayah merestui mu menikah dengan Marco, jadilah istri yang patuh kepada suami mu, jadilah menantu yang menyayangi orang tua suamimu, terima lah segala kekurangan suami dan keluarganya." nasihat ayah kepada Dery.
Dery terharu mendengar nasihat sang ayah, hanya menitikkan air mata, berulang kali mencium tangan ayah nya.
"yah apa ibu juga merestui pernikahan ku?" tanya Dery serius
"tentu saja, ibu mengirimkan ini untuk mu, dan ini dari kedua adik mu, ibu memang terkejut tapi ibu merestui pernikahan kalian." ayah menyerahkan dua kotak hadiah dari sang ibu dan kedua adiknya.
"sekarang hapus air mata mu dan bersiap lah acara akan segera dimulai, ayah keluar dulu ya." Dery hanya mengangguk.
****
Acara Ijab Qabul hanya dihadiri oleh penghulu, ayah pak Rizal dan dua saksi yang juga orang kepercayaan Rizal.
Jauh dari kata mewah, hanya pernikahan sederhana, bukan itu yang membuat Dery sedih, tapi karena kejadian malam itu dia terpaksa harus menikahi Marco.
Saat Marco meminta restu pada ayah, ayah memeluk Marco dengan erat.
"yah restui lah pernikahan kami, aku akan menjaga Putri ayah dengan baik, aku akan membahagiakan Putri ayah" ucap Marco sungguh-sungguh.
"ayah merestui pernikahan kalian, doa ayah selalu mengiringi kalian," ayah mulai berkaca-kaca.
"Marco ayah minta kamu bisa menyayangi putri ayah seperti ayah menyayangi nya, jangan buat hatinya sakit jangan buat dia kecewa." lanjut ayah, Dery yang mendengar pesan ayah kepada Marco ikut menitikan air mata. bahkan Rizal juga berkaca-kaca.
__ADS_1
"Marco pasti jagain Dery yah, Marco janji tidak akan menyakiti anak ayah." Marco menggenggam erat tangan ayah.
"ayah pegang janji mu, semoga kamu bisa menjadi suami yang baik. Satu lagi, jika kamu sudah tidak mampu membahagiakan anak ayah jangan buat anak ayah bersedih pulangkan Dery kepada ayah, ayah tidak rela jika Dery tersakiti." Deg ucapan ayah benar-benar menusuk hati Dery.
****
Sore hari setelah semua acara selesai, ayah memutuskan untuk segera kembali, ayah memang tidak bisa terlalu lama meninggalkan pekerjaan.
Kepulangan ayah diantar oleh anak buah Rizal, semua difasilitasi oleh Rizal.
Setelah kepergian ayah, sekarang hanya tinggal Dery, Marco dan Rizal.
Rizal masih melihat gurat kesedihan di wajah Dery.
"Marco, sekarang Dery sudah jadi istri mu, sebaiknya kamu jaga dia dengan baik, perlakukan Dery dengan baik. Sekali saja aku dengar Dery kamu sakiti lagi, aku tidak akan segan-segan menghajar mu." tegas Rizal memperingatkan Marco.
"siap bos" Marco hanya tersenyum santai.
"Ok kalau gitu aku pulang, der baik-baik ya, kalau ada apa-apa telefon saja saya." Rizal menggenggam tangan Dery.
"baik pak, terima kasih sudah banyak membantu saya," Dery tersenyum ramah.
Setelah kepergian semua orang Dery memutuskan untuk bersih-bersih, tidak memperdulikan Marco yabg masih santai duduk di sofa ruang tamu.
__ADS_1
Entah apa yang dia pikirkan, tapi Dery masih tidak ingin berlama-lama didekat Marco.
*cerita ini hanya fiktif* semoga kalian suka, maaf jika masih ada kesalahan 🙏🙏❤❤ jangan lupa like dan komen ya dear.