
Mentari siang bergulir berganti gelapnya malam.
Suasana rumah tak lagi penuh dan riuh oleh tamu, satu persatu dari mereka mulai meninggalkan rumah keluarga Arandra.
Tapi tidak dengan keluarga dan orang-orang kepercayaan sang empunya rumah.
Mereka melangkah masuk ke dalam kamar masing-masing untuk membersihkan diri, menyegarkan tubuh yang lelah, meninggalkan para pelayan yang masih sibuk membersihkan sisa-sisa acara.
Sedangkan didalam kamar Rizal dibuat kesal karena baby R terus menyusu pada Dery, bahkan terlihat enggan melepaskan sang ibu.
Sepertinya dia cemburu dengan putranya sendiri.
Lucu bukan bagaimana bisa seorang ayah cemburu dengan anaknya sendiri.
"Sayang, berikan Rey pada nanny sekarang, " memghentak-hentakkan kaki seperti anak kecil yang kehilangan mainannya.
"kenapa? dia masih ingin dengan ku sayang, "
Rizal melengos mengacak-acak rambutnya sendiri, "lihat bayi kecil ini, dia bahkan sekarang sudah sangat menguasai area favorit ku sayang, " kalimat Rizal membuat Dery terkekeh.
__ADS_1
"berikan Rey pada nanny sayang, atau pada ibu, aku ingin berdua dengan mu saja malam ini, " rajuk Rizal semakin membuat Dery tergelak.
"apa kamu cemburu dengan putra kita, memang seharusnya Rey menguasainya kan ini kan memang miliknya, " Dery menarik lengan Rizal lalu mencium pipinya gemas, "ayolah sayang, jangan berlebihan cemburu dengan Rey, "
Rizal melirik baby R yang terlihat pulas di dekapan Dery. "ini milik ku Rey jangan menguasinya terus-menerus, " bisik Rizal pada baby R sambil menyembunyikan wajahnya pada dada Dery.
"kamu memang ayah egois, sama anak sendiri saja cemburu, "
Bukan Rizal namanya kan jika ia tidak posesif dan seenaknya.
Tapi ya sudah lah, bagaimanapun Dery membujuk Rizal untuk mengalah dengan putranya, tapi suaminya ini akan tetap menjadi pemenangnya.
Jika diluar kamar semua orang sedang makan malam bersama, didalam kamar Rizal masih sibuk mendekap Dery dengan eratnya.
Pria ini memang licik, pintar sekali mencari alasan untuk menguasai istrinya.
Yah... Meskipun ia belum bisa melakukan apa yang ia inginkan, setidaknya ia bisa melepas karinduan setelah berhari-hari Dery hanya fokus pada putranya.
Diruang keluarga...
__ADS_1
Setelah makan malam semua orang berkumpul diruang keluarga. Kecuali ibu dan ayah baru ini tentunya, mereka masih asyik berdiam diri dikamar.
Sudah seperti pengantin baru.
Rendy duduk bersebrangan dengan Fia.
Joe, tentu saja tetap setia duduk disamping Juii, memberi jarak agar Jack tidak bisa terlalu dekat dengan adiknya.
Zyan, Dena dan Dika mereka sedang asyik dengan Ramon dan baby R. Daniel duduk dengan tuan Rahadi dan orangtua Dery, setelah mengantar keluarga Leonard sampai pintu utama.
Mereka memutuskan pulang setelah makan malam karena besok pagi ada urusan yang harus mereka selesai kan, meninggalkan Rendy yang diminta menginap oleh Dery.
Siapa yang akan menolak permintaan nona muda kesayangan.
Mereka sibuk dengan obrolan masing-masing.
Dalam ruang keluarga hanya Daniel yang terlihat duduk dengan tidak nyaman.
Sejak Daniel tau jika Joe dan Rendy menaruh hati pada Fia, ia mencoba mengubur rasa yang bahkan baru tumbuh dengan malu-malu.
__ADS_1
Ia tak ingin mengulang masa kelamnya. Dimana ia berani berbuat licik hanya karena obsesinya pada wanita.
Keluarganya sudah sangat tenang dan bahagia sekarang, itu sudah cukup baginya.