
"mas boleh aku tanya sesuatu?"
"boleh, kau mau tanya apa?"
"kenapa Ramon tidak takut pada mu, dia justru malah lengket, padahal dia bilang takut pada Om jahat,"
"haha..." Marco tertawa mendengar pertanyaan Dery. "apa kau pikir aku yang menculik anak itu?"
Dery hanya melirik Marco dengan mengangguk samar.
"kenapa Ramon bisa lengket pada ku, karena bukan aku yang menculik dan menyekap dia,"
"lalu?"
"yang menculik Ramon itu Mike, dan apa kau tahu siapa yang menyuruh Mike," Dery menggeleng, dia bahkan tidak tahu siapa Mike.
"Mike di perintahkan oleh ibu kandung Ramon."
"i..ibu kandung Ramon?" Dery nampak tercengang mendengar penjelasan Marco. "dari mana kau tahu tentang ibu kandung Ramon?"
"karena dia lah yang membebaskan aku dari pengasingan, kau mau tahu siapa dia?" Marco melirik Dery yang masih nampak terkejut.
"ibu kandung Ramon adalah Monica,"
Damn!!!
Mendengar kenyataan itu hati Dery seakan terasa tertusuk.
"Mo...Monica?" Dery menggeleng berkali-kali.
"ti..tidak mungkin, Ramon bukan anak Monica mas, bukan,"
haah...
Marco membuang nafas panjang. "tapi itulah kenyataannya sayang, Ramon adalah putra kandung Monica, dia ditinggalkan Monica didepan panti asuhan saat baru saja dilahirkan, Monica hanya meninggalkan kalung batu giok yang dibelakang liontinya bertuliskan nama Ramon."
Kalung ini, jadi itu alasan Monica marah pada ku saat di mall waktu itu? dan saat pertemuan pertama ku dengannya, dia tampak sangat terkejut melihat kalung milik Ramon.
"apa kau juga ingin tahu siapa ayah kandung Ramon?"
Dery menatap Marco dengan ekspresi yang tidak bisa ditebak.
"Rizal Arandra Putra,"
Deg..
Hati Dery semakin sakit mendengar nama suaminya disebut Marco sebagai ayah dari anak yang dia rawat saat ini.
"nama Ramon adalah gabungan dari Rizal dan Monica." lanjut Marco.
Maaf sayang, aku harus membuat hati mu serasa dicabik-cabik sekarang. Aku ingin kau melupakan Rizal. kau hanya milik ku.
"stop mas, jangan lanjutkan lagi cerita mu," air mata Dery sudah menganak sungai, dia tidak lagi bisa menahan sakit dihatinya.
__ADS_1
Bagaimana bisa, anak yang dia sayangi anak yang memanggilnya Mama adalah anak suaminya dengan wanita lain.
Sepanjang sisa perjalanan pulang dari rumah sakit, Dery hanya menangis, sakit dihatinya benar-benar tidak bisa dia tahan.
Marco hanya diam, dia tidak bisa berbuat apapun. Dia sudah menduga sejak awal, jika cerita palsunya akan melukai hati Dery.
Tapi itu dia lakukan agar Dery membenci dan melupakan Rizal.
.
Markas Utama....
Rizal masih melacak semua tempat yang pernah disinggahi Marco selama beberapa jam kebelakang ini.
Semakin sulit saat ponsel istrinya harus tertinggal di cafe.
Jika saja ponsel Dery, tidak tertinggal mungkin kini mereka sudah tahu Dery ada dimana.
"apa sudah ada petunjuk lain?"
"belum ada tuan, petunjuk terakhir hanya mobil yang digunakan untuk menculik Ramon di gedung tua pinggir kota." Joe sudah berusaha kuat agar segera menemukan nona nya, tapi sayang semua petunjuk yang ditemuinya mendapatkan jalan buntu.
Menjelang malam, ponsel Joe berdering.
Panggilan telepon dari nomor yang tidak dia kenal.
_*hallo?_
_hallo tuan Joe, maaf mengganggu mu, tapi aku dimintai tolong oleh seorang wanita muda, dia memberikan nomor ponsel mu dan nomor ponsel tuan Rizal, aku dokter rumah sakit S di kota Z, cepat selamat kan wanita itu, dia dibawa kemari oleh pria bernama Marco untuk memeriksakan kandungannya._
_baiklah tuan, cepatlah sebelum mereka membawa pergi wanita itu lebih jauh*_
Panggilan telepon terputus, Joe langsung bergegas memberi tahu Rizal tentang wanita yang menelpon nya baru saja.
Tanpa pikir panjang, saat itu juga Rizal berangkat menuju rumah sakit itu, bersama Joe dan Zyan.
Beberapa mobil ikut mengawal perjalanan Rizal, tentu saja dengan tim keamanan terhandal yang Rizal miliki.
aku datang sayang, maafkan aku yang telah lengah melindungi mu. batin Rizal.
Joe melacak nomor ponsel wanita itu, takut-takut itu hanya jebakan. Tapi kenyataannya wanita itu benar seorang dokter kandungan.
Sedikit merasa lega, karena ada titik terang tentang keberadaan Dery.
Dia bukan wanita yang akan pasrah begitu saja mengikuti kemauan Marco, nyatanya dia sengaja memberikan nomor ponsel Joe pada dokter yang memeriksanya.
"tu...tuan," Joe menatap Rizal penuh tanya, jantungnya benar-benar berdetak cepat karena rasa takut yang luar biasa.
"kenapa Joe?" Rizal masih belum menyadari kekhawatiran Joe.
"tapi kenapa Marco membawa nona ke dokter kandungan?" mendengar pertanyaan Joe, Rizal seperti kehilangan kekuatannya.
"tidak Joe, anak dan istri ku pasti baik-baik saja," Rizal mencoba teguh pada pendiriannya jika janin dalam kandungan sang istri pasti baik-baik saja.
__ADS_1
"anak ku pasti kuat Joe, kau tahu bagaimana kekuatan ku dan Dery dia jauh lebih tegar dan kuat dibandingkan aku," lirih Rizal.
ya Tuhan aku mohon lindungi istriku dan anak dalam kandungan nya, jaga pula Ramon.
Joe mengangguk mantap. "ya tuan nona adalah wanita kuat yang pernah aku temui, anak kalian juga pasti sekuat nona,"
lindungilah nona kami Tuhan, jaga lah mereka semua.
.
Villa Marco...
Dery ditarik Marco untuk masuk kedalam kamarnya.
"jangan coba-coba untuk kabur dari ku, sayang," bisik Marco.
"ti..tidak mas, kau tahu kan kondisi ku tidak memungkinkan, mana berani aku pergi dari sini dan membahayakan anak dalam kandungan ku," mendengar penjelasan Dery Marco tersenyum senang.
"bagus, aku selalu mencintaimu," mengecup kening Dery lembut. "masuk lah, pelayan akan membawa kan makan malam dan susu untuk mu," Dery menganngguk lalu melangkah masuk kedalam kamar.
huuh...
selamat,
setidaknya selama aku berada di bawah cengkramannya, aku tidak akan disentuh oleh pria gila itu.
Dery memutuskan untuk membersihkan diri, lalu merebahkan diri disamping Ramon.
Tidak lama, seorang pelayan masuk membawa makan untuknya dan Ramon.
aku harus makan, untuk anak ku, jika aku kehabisan tenaga bagaimana aku bisa kabur dari mereka.
Dery membangun kan Ramon untuk makan, putra nya ini pasti lapar karena seharian tidak makan.
Sambil menyantap makanan nya, Dery merencanakan untuk kabur secepat mungkin dari sini.
Selesai makan, Dery keluar dari kamar menemui pengawal yang berjaga didepan pintu kamarnya.
"nona mau kemana?"
"menemui diri mu," pengawal itu diam saja, wajahnya tidak berekspresi.
"tolong bawakan aku roti dan buah-buahan yang banyak aku tidak bisa tidur jika dalam keadaan lapar, dan aku akan sering terbangun untuk makan," pinta Dery.
"baiklah, pelayan akan mengantarkan kedalam kamar, nona masuklah."
Dery berlalu, masuk dalam kamar.
Aku harus mempersiapkan makanan itu, setidaknya dalam pelarian ku nanti Ramon tidak akan kelaparan dan aku akan memiliki tenaga untuk pergi sejauh mungkin.
***bersambung....
jangan lupa like komen dan vote nya ya gaes 😘😘
__ADS_1
love u ❤😍***