
Setelah pertemuan tidak sengaja dengan mantan bosnya,
Dery kembali memikirkan tawaran Rizal yang ingin membantunya.
Tapi hatinya masih tidak bisa mempercayai Rizal, karena bujukan Rizal lah Dery mau menerima Marco, dan sekarang dia mau membantu Dery lepas dari Marco apa itu mungkin?.
Apa dia benar-benar mau membantunya atau malah akan semakin memperburuk keadaannya.
Dery terus saja memikirkan apa yang dikatakan Rizal, melihat kejujuran dan ketulusan dimata Rizal Dery terus saja mempertimbangkan tawaran Rizal.
"aku memang sudah benar-benar lelah dengan apa yang Marco dan Vina lakukan padaku, tapi apa ini jalan yang terbaik? aku bahkan tidak bisa menghubungi siapapun dan pergi kemana pun." Sepanjang acara Dery hanya duduk diam disudut ruangan, sambil berpikir.
Hingga ia mendengar suara khas dari orang yang begitu di kenalnya.
Suara Ikbal dan Roby yang ternyata sudah berdiri dibelakangnya.
"haaiii cantik, apa boleh aku berkenalan?" Ikbal membungkuk dan berbisik kepada Dery.
"kenapa wanita secantik dirimu duduk sendirian ditempat sepi ini, hhmm? goda Ikbal lagi.
Dery hanya tersenyum melihat kelakuan sahabatnya. "kau ini, kenapa suka sekali mengagetkan ku?"
"sebenarnya bukan mengagetkan, tapi kenapa kamu melamun, dan kenapa kamu jadi suka menyendiri?" Roby sudah duduk disampingnya.
"siapa yang melamun? aku hanya bosan berada di acara ini," Dery tersenyum.
"apa kau baik-baik saja jah, sudah lama sekali kamu tidak bisa dihubungi, ponselmu aktif tapi tidak satu pun pesan ku, kau balas dan panggilan ku tidak kamu hiraukan," Ikbal mengeluh, sambil menyandarkan kepala dimeja.
__ADS_1
"aku baik kok, ma..maaf ya ponselku mmm itu ponsel...." belum selesai bicara Marco sudah menarik kasar Dery menjauh dari Ikbal dan Roby.
Melihat itu Roby dan Ikbal berdiri mencoba melindungi Dery.
"Jangan pernah berbuat kasar pada Dery" Ikbal meremas kasar kerah baju Marco.
"dia istri ku, aku berhak atas dirinya" jawab Marco santai.
"lepaskan, jangan melewati batas, jika tidak kau akan menyesal jangan harap bisa melihat Dery lagi." mendengar ancaman Marco, Ikbal terpaksa mundur.
"jangan pernah mencoba lari dari ku sayang, jangan pernah berkhianat." Marco meremas tangan Dery,
"tapi kami hanya mengobrol mas, mereka sahabat ku." jawab Dery sambil meringis kesakitan.
Ikbal yang melihat sikap kasar Marco pada Dery, spontan langsung menghajar Marco tanpa ampun.
Rizal yang sejak tadi memperhatikan keributan mereka, sudah bisa menyimpulkan, jika selama menjadi istri Marco,
Dery mendapat perlakuan yang tidak pantas. "aku harus membantu Dery lepas dari Marco," batin Rizal bersungguh-sungguh.
****
Merasa dipermalukan, Marco akhirnya menarik Dery keluar dari acara.
Ikbal dan Roby juga ikut keluar berniat mengikuti Dery, berharap ada kesempatan bisa membantu Dery lepas dari Marco.
Didalam mobil Marco, Dery lagi-lagi menangis, menyetir saja Marco masih bisa menyakitinya. Dery tidak bisa lagi menahan untuk tidak melawan.
__ADS_1
"Mas hentikan, kenapa kamu senang sekali menyakitiku." teriak Dery. "jika kamu tidak ingin dengan ku, maka lepaskan aku," menghapus kasar air matanya.
"sudah berani melawan ternyata" Marco menarik kasar rambut Dery, hingga membuat Dery merasa sangat pusing.
Spontan Dery mencakar tangan Marco sampai dia melepaskan rambut Dery.
"hentikan mobil ini sekarang atau aku akan lompat," Dery mencoba mengancam Marco.
"dengar Dery ku tersayang, kau ini istri ku tentu saja aku sangat mencintaimu, aku tidak akan melepaskan istri yang sangat aku cintai." Marco tertawa seperti orang gila.
Dery baru menyadari kalau Marco sudah seperti seorang psikopat, apapun yang dia inginkan harus dia dapatkan. Dia bisa berbuat sangat kasar dan bisa sangat manis dalam waktu yang sama, seperti memiliki dua kepribadian yang berbeda.
Melihat Marco sedikit lengah, Dery memutuskan melompat keluar dari mobil yang masih melaju kencang.
Bugh Dery terjatuh dipinggir jalan berumput,
"aahh sakiit," Dery mencoba berdiri. Melihat mobil Marco berhenti, Dery berlari masuk kedalam gang sempit.
Marco mencoba mengejar Dery, namun kehilangan jejak. Dery menghilang di kegelapan malam, Marco mencoba mencari digang dimana Dery menghilang tapi tidak juga menemukannya. Marco yg frustasi akhirnya menyerah mencari Dery, dan pergi tanpa Dery.
Disisi lain Dery yang sedang bersembunyi, mulai memberikan diri keluar dari tempat persembunyiannya. Waktu sudah lewat tangah malam, jalanan sudah sepi. Dery yang tidak tau harus kemana hanya duduk diam di trotoar jalan.
"aku harus kemana, aku bahkan tidak membawa ponsel, dan jika aku pulang kerumah Ayah aku harus berkata apa pada mereka. Marco pasti ada disana." bulir air mata lagi-lagi lolos dari matanya. Dia sudah mendapatkan kesempatan untuk pergi dari Marco, jika dia datang kerumah ayah dia malah akan kehilangan kesempatan ini. Sia-sia saja dia susah payah melarikan diri dari Marco.
Saat hendak berdiri Dery merasa kepalanya sangat sakit, ada darah keluar dari hidungnya. Pandangan matanya berubah menjadi gelap hingga keseimbangan tubuhnya hilang, Dery benar-benar kehilangan kesadarannya.
*cerita ini hanya fiktif* semoga kalian suka ya dear, maaf jika masih ada kesalahan 🙏❤❤ jangan lupa like dan komen.
__ADS_1