
Dery PoV
Setelah pengakuan Marco didepan kak Reno, aku semakin tidak bisa mempercayai Marco. Didepan semua orang dia bersikap sangat baik, seperti tidak pernah terjadi kesalahan apapun, hingga akhirnya Marco berhasil membujuk ayah agar aku bisa ikut bersamanya hari itu juga.
Melihat keluarga, yang begitu menyayangi Marco membuat ku, tidak punya keberanian untuk menceritakan apa yang telah terjadi. Aku tidak ingin ayah kecewa.
Bahkan aku juga melarang Ikbal dan Roby yang ingin menceritakan semuanya kepada orang tua ku.
"Biarkan semua aku jalani, ini sudah terjadi, aku memang sakit tapi mungkin ini takdir ku," Kata-kata ku membuat Ikbal dan Roby tidak bisa membantah.
mereka hanya bisa menguatkan ku, aku melihat sangat jelas di wajah Ikbal ada gurat penyesalan.
****
Dirumah Marco,
Rumah dengan gaya minimalis, terlihat nyaman dari luar.
Aku yang baru saja menginjakkan kaki di dalam rumah itu, dibuat terkejut dengan siapa yang ada di rumah itu, kenyamanan yang ku bayangkan musnah seketika.
Vina Sabila gadis yang begitu membenci ku ada dirumah suami ku,
ada hubungan apa Marco dengan Vina,
belum hilang rasa keterkejutan, Vina sudah berdiri didepan ku dengan memeluk erat Marco.
"jadi wanita ini yang Kakak maksud?" kakak, apa Vina menyebut Marco kakak, membuat ku tercengang.
__ADS_1
"iya dek, kamu pasti sudah kenal kan?" Marco menggenggam tangan dan mencium mesra kening ku.
"Vina, jadi dia adik mu mas?" Marco hanya tersenyum dan mengangguk.
Vina adik dari Marco, kenyataan apa lagi ini, kenapa takdir seperti mempermainkan hidup ku.
Setelah apa yang Marco lakukan, sekarang aku harus menerima kenyataan jika orang yang hampir merenggut nyawa ku dulu adalah adik dari lelaki yang menghancurkan dan menjadi suami ku saat ini
"apa kakak tidak punya pilihan lain?" ucap Vina sinis.
"apa maksud mu Vin, dia istri ku. Tidak bisa kah kamu bersikap sopan?" Marco melirik Vina, tapi dimatanya tidak terlihat ketulusan untuk membela ku.
"selera kakak sungguh rendahan." Vina masuk ke kamarnya dengan membanting pintu.
"biarin saja anak manja itu, ayo masuk ke kamar kita." Marco menarik ku masuk ke kamar.
Sedang sibuk merapikan pakaian, pandangan ku tertuju pada album foto kecil yang tersimpan di tumpukan baju Marco,
"album foto apa ini, kalau aku buka gapapa kalik ya" batin ku,
Baru satu halaman album terbuka aku sudah dibuat terkejut bukan main, foto seorang wanita dengan gaun pengantin,
"siapa wanita ini?" makin penasaran, ku lanjutkan membuka halaman selanjutnya, album ini penuh dengan foto pernikahan, yang mempelai pria nya adalah Marco.
Air mata ku kembali meleleh, kebohongan apa lagi yang Marco sembunyikan.
Kenapa awal hidup baru ku dipenuhi dengan kebohongan.
__ADS_1
Belum selesai membuka semua halaman album itu Marco sudah keluar dari kamar mandi.
"apa yang kamu lakukan?" bentak marco, membuat ku begitu mematung, baru kali ini dia membentak ku.
"siapa yang suruh kamu buka-buka album ini?" lanjutnya makin emosi.
"kebohongan apa lagi yang kamu sembunyikan dari aku mas? siapa wanita ini?" dengan gugup memberanikan diri bertanya.
Marco tertawa "dia mantan istri ku, lalu kamu mau apa?" mencengkram kuat rahang ku. Tidak pernah ada yang sekasar ini memperlakukan aku.
"kenapa banyak kebohongan, kenapa?" tangis ku pecah.
"apa lagi yang kamu sembunyikan? setelah kelicikan mu untuk menikahi ku, Vina adalah adik mu, dan ini, kamu sudah pernah menikah, apa lagi mas?" plakk bukan jawaban yang aku dapat tapi tamparan keras.
"jangan banyak tanya," teriaknya lagi.
Sebelum aku membuka mulut melanjutkan bicara,
Marco sudah membungkam mulutku dengan menggigit bibirku kasar.
Sore itu lagi-lagi aku seperti dipermalukan, harga diri ku dihancurkan lagi oleh Marco. Berbulan-bulan menikah dengan Marco sekarang baru terlihat jelas jika Marco tidak benar-benar mencintai ku.
Marco tidak lagi mengijinkan ku untuk bekerja, jika aku ingin keluar rumah harus mendapat ijin darinya dan seorang pengawal sekaligus supir khusus untuk ku.
Aturan itu yang dia utarakan sebelum dia meninggalkan ku tadi.
Dimana dia sekarang aku tidak tau, bahkan ponselnya tidak lagi bisa dihubungi.
__ADS_1
*cerita ini hanya fiktif* semoga kalian suka, maaf jika masih ada kesalahan 🙏🙏❤❤ jangan lupa like dan komen.