
"siapa kau?" tanya ibu Ratih, dengan tatapan penuh selidik.
"bolehkah saya masuk nyonya?" ucap Juii dengan sangat sopan.
"baiklah, silahkan masuk.." ibu Ratih mempersilahkan Juii masuk, lalu mengambilkan segelas air untuk wanita itu.
"nyonya, bolehkah saya bertanya?" Bu Ratih tampak berpikir sejenak, lalu menganggukkan kepala.
"apa nona Dery sudah lama tinggal bersama nyonya dan tuan Rendy?"
Deg..
Bu Ratih mematung saat pertanyaan itu keluar dari mulut gadis yang belum pernah dia kenal ini.
"siapa kau?" tanya Bu Ratih dengan tatapan yang tidak bisa diartikan.
"saya Juii, saya asisten suami nona Dery." jelas Juii.
"apa..?" mata Bu Ratih membulat mendengar jawaban Juii. "lalu untuk apa kau kemari?" suara Bu Ratih terdengar menahan kesal.
"kami ingin menjemput nyonya dan juga Ramon," Juii bisa merasakan ketidaksukaan diwajah Bu Ratih.
"untuk apa? apa kalian akan menjemput Dery dan ingin menyakitinya lagi, aku tahu jika suami Dery sudah memiliki istri lagi, dan ibu kandung Ramon juga sedang mengandung anak dari suami Dery kan? untuk apa kalian menjemput putri ku jika hanya untuk disakiti. Rendy bisa memberikan kebahagiaan pada Dery dan juga Ramon, jadi lebih baik kalian pergi dan katakan pada bos mu jika Dery sudah bahagia." dengan tegas Bu Ratih mengungkapkan kekesalannya. Juii yang merasa tidak enak hanya menunduk, dia menghela nafas panjang.
Jadi ini alasan kenapa nona menghindari tuan tadi. I**stri baru, dari mana ibu Ratih mengetahui kabar bohong ini. Juii
"pergilah ini sudah malam, aku ingin istirahat." ketus Bu Ratih, dengan menunjuk pintu menggunakan dagunya.
"apa nyonya tidak ingin menemui putra nyonya yang sedang berada di rumah sakit?" dengan terpaksa Juii memberitahukan jika Rendy dan Dery ada dirumah sakit.
Bu Ratih nampak terkejut, "apa maksud mu?"
"nyonya harus ikut dengan ku kerumah sakit sekarang," pinta Juii.
"jangan coba-coba membohongi ku," ketus Bu Ratih.
"nyonya, aku tidak sedang berbohong, nona Dery dan tuan Rendy memang sedang berada dirumah sakit, aku akan menjelaskan semuanya nanti, mari ikut kami sekarang, dan ibu juga harus membawa Ramon." Jelas Juii.
Meski sempat tidak percaya dengan Juii, akhirnya Bu Ratih mengikuti Juii ke rumah sakit, Ramon yang sudah tidur digendong oleh pengawal yang Juii bawa.
Disepanjang perjalanan, Juii menceritakan hal yang sudah menimpa Rendy dan Dery, dan juga kesalahanpahaman yang terjadi antara Dery dan suaminya.
Bu Ratih yang sudah mengerti dengan penjelasan Juii hanya mengangguk paham, dia juga menceritakan semua yang terjadi pada Dery saat dia ditemukan Rendy puntranya.
.
Rumah sakit.
__ADS_1
Dokter yang merawat Rendy memberitahu jika Rendy harus segera mendapatkan transfusi darah.
Rendy belum bisa melewati masa kritis karena terlalu banyak mengeluarkan darah saat kecelakaan tadi.
Samuel memerintahkan beberapa pengawal untuk mencarikan pendonor dengan golongan darah yang sama.
"golongan darah ku sama dengan Rendy," sahut Dery yang baru saja keluar dari ruangan Rendy, dengan air mata yang masih mengalir.
"tidak sayang, kondisi mu tidak memungkinkan untuk menjadi pendonor untuk pria itu," Rizal duduk berjongkok didepan Dery.
"pria itu punya nama, dan namanya adalah Rendy, apa kamu tahu selama ini dia lah yang menjaga dan melindungi ku sampai kau datang dan membuat dia celaka," hardik Dery dengan suara meninggi.
"jika saja aku tidak melihat mu dengan wanita itu dan kalian tidak mengejar ku, maka kecelakaan itu tidak akan terjadi,"
Kalimat yang keluar dari mulut Dery membuat Rizal tidak bisa berkata apapun.
Dia masih belum memahami apa yang sebenarnya terjadi pada istrinya, mengapa Dery begitu marah padanya.
Semua orang yang ada di sana hanya mematung mendengar ucapan wanita yang tengah marah itu.
"kenapa kamu marah pada ku sayang, ada apa?" tanya Rizal dengan wajah bingung.
"maaf jika aku terlalu lama menemukan mu, tapi sungguh aku sudah berusaha dengan segala cara agar aku bisa menemukan mu," jelas Rizal.
"sudah, jangan berpura-pura didepan ku, aku membenci mu," Dery memalingkan wajah, mengatakan jika dia membenci suaminya justru membuat dirinya sangat sakit.
Tuan Rahadi menarik putranya menjauh dari sang menantu, diikuti oleh Johnson.
Meski ada rasa tidak rela berjauhan lagi dengan sang istri tapi Rizal memilih mengikuti kemauan tuan Rahadi, itu semua dia lakukan agar Dery lebih tenang.
Sedangkan Samuel membawa Dery duduk di depan ruangan Rendy.
"apa kakak ipar sudah lama tinggal bersama asisten ku?" tanya Samuel.
"sejak dia menolong ku yang pingsan dipinggir hutan," jawab Dery tanpa menoleh.
"aku benar-benar tidak tahu jika, kau ini istri dari si kejam itu," Sam memutar bola mata malas. "Rendy sungguh hebat, dia bisa menyembunyikan kakak selama ini, bahkan aku dan ayah saja tidak tahu jika kakak tinggal bersama Rendy."
"karena Rendy tidak ingin aku dan putra ku dicelakai orang lagi," Dery meremas kedua tangannya. "dia benar-benar menepati janji, untuk selalu manjaga ku,"
"lalu kenapa kakak tidak ingin bertemu dengan kak Rizal? apa dia sudah menyakiti mu?"
"karena dia sudah memiliki istri lagi," ketus Dery. "sudah jangan banyak tanya," sambungnya.
Samuel yang ingin kembali bicara akhirnya mengurungkan niat karena Dery terlihat sudah marah padanya juga.
Istri lagi? yang benar saja, sepertinya ada kesalahan disin. gumam Sam.
__ADS_1
Tidak lama dokter yang merawat Rendy keluar dari ruang rawat itu, mengabarkan jika Rendy sudah bisa melewati masa kritis.
Dibantu seorang perawat Dery kembali masuk dalam ruang rawat Rendy.
Dia mengusap punggung tangan pria itu lembut.
"maafkan aku ya Ren, cepat lah sembuh," ucapnya tulus.
Dery yang merasa lelah akhirnya menenggelamkan wajahnya di samping Rendy.
Dia tidak ingin meninggalkan pria ini sendiri, meski Sam sudah membujuknya agar kembali ke ruang rawatnya sendiri, tapi Dery justru mengusir Samuel.
Malam semakin larut, saat Dery sudah terlelap, dia merasakan sentuhan tangan seseorang di kepalanya.
Perlahan dia mendongak, ingin tahu siapa yang ada di sana.
"i..ibu.." Dery nampak terkejut saat dia menyadari orang yang mengusap kepalanya adalah ibu Ratih.
"maafkan aku Bu..." tangis Dery pecah saat ibu Ratih tersenyum padanya.
Dia benar-benar merasa bersalah, atas apa yang menimpa Rendy.
"kenapa kamu tidur disini, harusnya kamu ada dikamar rawat mu nak," ucap Bu Tati sambil mengusap air mata Dery.
"ibu... maafkan aku, karena diriku Rendy jadi seperti ini Bu..." Bu Ratih memeluk erat Dery yang merasa sangat bersalah.
"sudah lah nak, kamu tidak bersalah. kamu tahu, jika ibu berada diposisi Rendy, ibu pasti akan melakukan hal yang sama," Bu Ratih mengusap punggung Dery lembut. Dia tahu jika putranya menyayangi Dery seperti adiknya sendiri.
Disaat mereka sedang saling menguatkan, Rizal masuk tanpa mengetuk pintu.
Rizal sangat ingin menjelaskan semua yang telah terjadi, dia tidak ingin Dery berlama-lama salah paham padanya.
Juii yang datang bersama dengan ibu Rendy, sudah menceritakan semua kesalahpahaman yang membuat istrinya itu sangat marah padanya.
Bersambung.....
Segini dulu yaa...
jangan lupa like dan komen
vote
vote
jugaa yaakkk....
😘😘
__ADS_1