Janda Judes

Janda Judes
Si Jenius The RedDelta 3


__ADS_3

"apa yang kalian cari disini," Suara berat seorang pria yang tidak mereka kenal membuat Juii mendongakkan kepalanya.


"siapa anda?" kini Juii sudah bangkit dari duduknya, berdiri tepat didepan pria paruh baya didepannya.


"apa yang kalian cari?" ulang pria itu.


"kami sedang mencari seorang wanita dan anaknya," ucapnya singkat,


"apa anda penduduk sekitar hutan ini," tanya Juii.


Tatapan penuh selidik terlihat jelas di mata pria paruh baya itu.


"tuan, bisa kah anda membawa kami ke desa tempat dimana tuan tinggal, kami ingin tahu apakah nona kami diselamatkan oleh warga disana," ucap Juii, dengan penuh harap.


"bagaimana ciri-ciri wanita yang kalian cari? dan bagaimana dia bisa sampai masuk kehutan ini,"


Akhirnya Juii menceritakan beberapa hal tentang nona mudanya. Tidak banyak, hanya hal yang bisa membuat pria paruh baya ini mau menunjukkan jalan menuju desa terdekat dari hutan.


Setelah mendengar cerita Juii, pria itu mengangguk dia paham apa yang terjadi.


Ingatannya kembali pada wanita yang ia temui tempo hari di rumah tetangganya.


"ikutlah dengan ku, semoga wanita itu, adalah wanita yang kalian cari," Senyum Juii, mengembang mendengar penuturan pria paruh baya itu.


"terima kasih tuan..." ucap Juii.


"panggil aku pak Jang, tidak perlu pakai tuan," Pak Jang menepunk pundak Juii, "tapi bisa kah kalian membantu ku membawa hasil buruan ku," sambungnya.


"Dan pak Jang bisa memanggil ku Juii," Pak Jang mengangguk,


"tentu," beberapa pengawal mengikuti langkah pak Jang, ketempat dimana hasil buruannya berada.

__ADS_1


Sebelum mereka meninggalkan tempat itu, suara Joe menghentikan langkah mereka semua.


"Juii..." nafas Joe dan Jack tampak terengah-engah.


"kenapa lama sekali, aku sudah menemukan keberadaan nona," ucap Juii bersemangat. "ayo kita jalan sekarang," imbuhnya.


Mendengar Juii yang langsung ingin melanjutkan perjalanan, membuat Joe dan Jack menepuk jidat bersamaan.


"tidak bisa kah kita beristirahat sebentar saja Ju?" Jack sudah terduduk dibawah pohon, sendi kakinya serasa akan lepas. Tubuhnya benar-benar lelah saat ini.


Joe pun ikut mendudukkan dirinya tepat di samping Jack, "ya Ju, aku juga sangat lelah,"


"Cih! dasar lemah, baru segitu saja sudah lelah," Pak Jang yang berdiri di samping Juii, hanya tersenyum melihat wajah lelah Jack dan Joe.


"nak Juii, kita bisa istirahat dulu disini, sepertinya semua pengawal mu lelah,"


"tapi pak...."


"sudah lah Juii yang jenius, kita istirahat sampai besok pagi ya, ini sudah tengah malam, dan kami semua lelah," dengan wajah mengiba Jack berhasil membujuk Juii, Dengan terpaksa akhirnya Juii menyetujui permintaan Joe dan Jack.


Rumah sakit...


"Ri...Rizal" Kata pertama yang keluar dari mulut Marco adalah nama Rizal,


Marco memegangi kepalanya yang terasa sangat pusing.


Tidak lama dokter Ilham masuk dengan seorang perawat.


Tatapan kesal bercampur kasihan terlihat dimata biru milik dokter Ilham.


"kau sudah sadar Co?" ucap nya. "apa ada yang sakit?" meski dokter Ilham merasa sangat kesal pada Marco, tapi dia berusaha bersikap biasa.

__ADS_1


Marco hanya menggeleng, dia tidak berani menatap dokter Ilham yang sedang memeriksanya.


"bo..bolehkah a..aku bertemu de..dengan Rizal," ucapnya terbata.


"hmm..."


"aku akan memanggilnya," kini dokter Ilham sudah melangkah keluar ruangan, meninggalkan Marco dan seorang perawat wanita yang masih berjaga disana.


Diluar ruangan...


"Apa tuan Rizal masih ada diruang tuan Daniel?" tanya dokter Ilham pada pengawal yang menjaga ruang perawatan Marco.


"Ya tuan, tuan Rizal masih disana," mendengar jawaban dari pengawal itu, Ilham bergegas menuju ruangan dimana Daniel dirawat.


"Rizal..." Mendengar namanya dipanggil, Rizal yang tengah duduk melamun, mendongakkan kepalanya.


"hmmm"


"Marco sudah sadar," Ilham menatap sepupunya itu dengan tatapan yang tidak bisa diartikan. "dan dia ingin bertemu dengan mu," sambungnya.


"aku akan menemuinya," Rizal bangkit dari duduknya, melangkah gontai menuju ruangan dimana Marco berada.


Dokter Ilham hanya bisa menghela nafas, melihat Rizal yang begitu lemah sejak menghilangnya kakak ipar dan juga Ramon, ditambah kondisi Daniel yang belum menunjukkan perkembangan yang baik.


Semoga kakak ipar bisa segera ditemukan, sekarang ini kekuatan mu adalah kakak ipar, jika tidak ada dia itu akan membuat mu sangat hancur. Ilham


Bersambung...


othor mau ngiklan yaakk dear... Jika berkenan mampir di novel baru othor yak, yang judulnya "Mr. Kulkas Jatuh Cinta"


Terima kasih readers tersayang...

__ADS_1


Salam sehat semangat 💪🤘❤ Gusti berkahi, Gusti dampingi ....


Love Yuu😘😘😘😘😇😇


__ADS_2