
Setelah Satu minggu,
Dery dirawat dirumah sakit, dan traumanya sudah jauh lebih baik, akhirnya Dery diijinkan pulang.
Selama dirumah sakit, Marco sama sekali tidak diijinkan mengunjungi Dery, Rizal memberi penjagaan ketat agar Marco tidak menyelinap masuk.
****
Setelah tiba di Surabaya, pengawal Rizal mengantar Dery kembali ke apartemennya, menyediakan pelayan untuk membantu Dery selama dia belum benar-benar pulih.
Rizal yang berada dikantor memanggil Marco,
"Dery sudah jauh lebih baik, apa rencana lo selanjutnya?" Rizal membuka suara.
"gue mau nikahin dia zal," yakin Marco
"Lo yakin dia mau nikah sama Lo? jangan bilang Lo mau paksa dia lagi. kalau iya dia bisa benar-benar mati co!" mengingat bagaimana hancurnya Dery membuat Rizal tidak tega.
"lalu bagaimana zal, kalau dia hamil gimana? ini solusi terbaik zal. kenapa gak Lo aja coba bicara sama Dery, bujuk dia." usul Marco.
"Lo yang bikin masalah dan gue yang harus direpotkan" Rizal melotot kesal.
__ADS_1
"gue mohon zal, dia cuma mau dengerin Lo" Marco memohon.
"Ok gue mau bantu Lo kali ini, tapi ingat co setelah Lo nikah sama Dery Lo harus rubah sifat buruk Lo, jauh-jauh dari dunia kelam Lo jangan lagi main perempuan." Rizal memberi syarat.
"ok gue bakal lakuin yang Lo minta" Marco menyetujui syarat yang diajukan Rizal.
****
Pulang kantor Rizal langsung menuju apartemen Dery.
Dery baru saja selesai makan dan minum obat, keluar kamar karena kedatangan Rizal.
"Pak Rizal saya benar-benar berterima kasih atas semua kebaikan bapak" memulai bicara "maaf jika saya banyak merepotkan bapak" lanjutnya.
"tidak apa der, ini sudah kewajiban saya. Kedatangan saya kesini, ingin menengahi permasalahan yang Marco buat." Rizal menyadari perubahan wajah Dery.
"setelah apa yang terjadi, marco tidak bisa begitu saja lepas dari tanggung jawabnya der, dia harus menikahi kamu." air mata Dery menetes tanpa bisa dikendalikan.
"tapi saya tidak mau menikah dengan laki-laki bejat seperti Marco pak, saya tahu Marco sangat suka mempermainkan wanita. Saya tidak mau memiliki suami yang tidak bisa menghargai kehormatan wanita." Dery mulai terisak.
Memang benar apa yang Dery katakan, Marco memang sebejat itu, wajar jika wanita sebaik Dery tidak ingin menikah dengan laki-laki seperti Marco.
__ADS_1
"tapi der, apa kamu tidak memikirkan apa yang terjadi jika kedua orang tua kamu tahu? atau jika kamu hamil? aku harap kamu mau memikirkan lagi keputusan mu, setidaknya kamu bisa menjaga nama baik keluarga mu." kata-kata Rizal begitu menusuk hatinya.
Dery tidak bisa membayangkan betapa hancur hati ayah dan ibunya jika mereka tahu apa yang terjadi padanya,
apa kata orang tentang dirinya dan keluarganya.
Terlebih jika dia benar-benar hamil, apa dia akan melahirkan bayi nya tanpa seorang suami, dan anaknya akan tumbuh tanpa ayah.
Setelah bergelut dengan pikirannya, akhirnya Dery menyetujui usul Rizal agar mau menikah dengan Marco.
"baik pak, saya mau menikah dengan Marco. Tapi saya harap dia mau merubah sifat buruknya." menghapus air matanya.
"Marco sudah berjanji der, dia akan meninggalkan semua kebiasaan buruknya. Kalau kamu sudah setuju, kalian akan menikah tiga hari dari sekarang, semua urusan akan ditangani anak buah saya termasuk penjemputan orang tua kamu." jelas Rizal. Dery hanya mengangguk.
Setelah kepergian Rizal, Dery hanya menangis.
Kenapa dia bisa berada dalam Maslah serumit ini, masih belum bisa menerima apa yang terjadi padanya, dia akan menikah dengan laki-laki yang tidak dia cintai laki-laki yang sudah menghancurkan cita-citanya.
Tapi Dery tidak bisa berbuat banyak, dia hanya bisa mencoba memperbaiki apa yang sudah terjadi, berharap keputusannya menerima Marco akan menjadi jalan terbaik bagi dirinya.
*cerita ini hanya fiktif* semoga kalian suka ya dear, maaf jika masih ada kesalahan 🙏❤❤ jangan lupa like dan komen.
__ADS_1