
Markas Utama The RedDelta...
Juii, gadis berusia 22tahun dengan paras cantik dan kecerdasan yang diatas rata-rata itu, tengah duduk menatap layar laptopnya.
Sejak dua jam yang lalu, Juii sudah sibuk menganalisa setiap foto yang diambil pengawal Joe didalam rumah tempat nona mudanya tinggal beberapa hari ini.
"apa kau sudah menemukan sesuatu Ju?" tanya Joe yang juga ikut menganalisa foto-foto itu.
Juii hanya menggeleng, ia merasa otaknya tidak mau diajak bekerja.
Setelah ia kehilangan jejak nona mudanya, Juii terlihat sangat tertekan.
Ditambah jika nanti dirinya harus menghadapi tuan Rizal, tentu Juii tidak punya keberanian untuk mengatakan jika ia gagal membawa pulang nona Dery.
"Ju, ayo semangat lah, kita pasti bisa menemukan nona," Jack menatap Juii yang sudah sangat frustasi, Jack tahu ketakutan yang Juii rasakan.
Karena perjanjian tetaplah perjanjian, jika Juii gagal menemukan nona mudanya, maka bisa dipastikan Juii tidak akan bisa kembali kedalam pasukan The RedDelta.
"jika kau menyerah sekarang, tidak masalah Ju, aku akan mengirim mu kembali ke kota S untuk melanjutkan pendidikan mu, jika perlu ke luar negeri." Tegas Joe, dengan suara yang mencekam.
"tidak Joe, jangan sekarang, berikan aku waktu beberapa hari lagi," pinta Juii dengan wajah sendu.
"jika kau ingin aku beri satu kesempatan lagi, maka buang jauh-jauh keputusasaan mu itu, sekarang fokuslah pada pekerjaan mu dan temukan nona secepat mungkin," Joe menatap tajam Juii,
"aku tidak akan punya banyak waktu menyembunyikan kebenaran ini dari tuan Rizal." lanjutnya.
Mendengar penuturan Joe, Juii mengangguk mantap lalu kembali fokus pada laptopnya.
Sedangkan Jack tidak henti-hentinya memandangi Juii, dengan dada yang bergemuruh.
Ada rasa takut, jika nanti Juii gagal maka ia berpisah lagi dari wanita cantik ini.
.
Waktu berlalu begitu cepat...
Hari itu Juii masih terus berusaha mencari keberadaan Dery melalui cctv kota-kota di wilayah itu yang sudah berhasil ia retas, dan mengerahkan ratusan anak buah untuk mencari nona mudanya di setiap sudut kota yang ia yakini pernah disinggahi pria yang membawa Dery.
Saat Juii masih sibuk dengan laptopnya, suara keributan mengalihkan perhatiannya.
Juii bangkit dari duduknya, dan berjalan ke aula tengah markas utama.
Dan betapa terkejutnya dirinya saat melihat Jack dan Joe sudah tersungkur dengan wajah lebam, karena pukulan dari Tuan Rizal.
Selama dirinya masuk dalam The RedDelta, baru kali ini Juii melihat tuan Rizal semarah itu.
"Aaarrgghhhh...." Teriakan Rizal memenuhi ruangan.
__ADS_1
Terlihat jelas kobaran kemarahan di wajah pria itu.
"sudah lima hari kalian disini dan kalian tidak memberi ku kabar apapun," Rizal sudah melayangkan tinjunya pada Joe, tapi langsung terhenti saat Juii sudah duduk memeluk Joe dengan erat.
"tu..tuan.." air mata Juii sudah akan menetes, ia menggelengkan kepala kuat.
"jangan pukul kakak dan Jack, ini semua salah ku," lirihnya.
"Ju..pergilah," bisik Jack dan Joe bersamaan, tapi Juii langsung menggeleng.
"tuan, maafkan kakak dan Joe, semua ini salah ku, kakak tidak memberikan kabar tentang nona karena aku tuan," Juii mencoba menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi, "waktu itu kami hampir saja menemukan nona, tapi orang yang menolong nona membawanya pindah dari tempat itu,"
"hampir? hampir kata mu, kau tahu aku begitu mengkhawatirkan istri dan juga anak dalam kandungannya, kenapa kalian tidak memberitahukan yang sebenarnya saat itu juga," sentak Rizal dengan nada yang tinggi, membuat Juii mundur dua langkah.
"maafkan aku tuan." Juii menunduk dalam, ia benar-benar tidak berani menatap mata Rizal.
Mendengar semua kenyataan yang ada, membuat Rizal seakan begitu lemah.
Bahkan kini Rizal memegangi kepalanya yang terasa sangat sakit.
"aaarrgghhh," Rizal meringis merasakan kepalanya yang semakin terasa pusing, sebenarnya sudah beberapa hari ini Rizal merasakan hal tidak beres dengan perutnya tapi ia bahkan tidak peduli sama sekali.
Yang Rizal pikirkan hanya Dery, Ramon dan anak dalam kandungan sang istri.
Rizal merasa tubuhnya tidak lagi menginjak lantai, matanya berubah menggelap seketika.
Dan..
Tubuh Rizal ambruk ke lantai.
Melihat Rizal tidak sadarkan diri Joe, Jack dan Juii langsung bergegas mengangkat tubuh lemah Rizal.
"Pengawal..." seru Joe, "bantu kami membawa tuan kerumah sakit,"
Dalam perjalanan kerumah sakit, tidak ada seorangpun yang bicara.
Joe sesekali melirik Rizal yang masih tida sadarkan diri di kursi belakang.
Jack menarik nafas dalam, jika Tuan Rahadi tahu entah apa yang akan terjadi padanya nanti..
Sedangkan Juii yang juga duduk di kursi belakang, terus terisak tanpa suara.
Kali ini benar-benar membuat mental Juii drop.
Dia merasa tidak pantas mendapatkan gelar Jenius dari tuan Rahadi dan tuan Rizal, setelah ia gagal menemukan nona mudanya.
Flashback Off
__ADS_1
Rizal baru saja bangun dari tidurnya, kali ini dokter harus memberikan suntikan obat tidur agar Rizal bisa beristirahat dengan cukup.
Karena sejak ia dirawat, Rizal masih saja tidak bisa tidur dan sesekali memaksa untuk pergi mencari istrinya sendiri.
"De..Dena?" Saat Rizal baru membuka mata, ia begitu terkejut saat melihat adik iparnya sudah duduk di sofa ruang rawatnya.
"kak, kau sudah bangun, apa kau butuh sesuatu?" ucap Dena yang sudah berjalan mendekati Rizal.
Rizal hanya menggeleng, ia tidak menginginkan apapun kecuali kabar jika istri dan anaknya sudah ditemukan.
Dena melangkah keluar ruangan, lalu tidak lama ayah dan ibunya masuk menemui menantu kesayangan mereka.
Rizal yang memejamkan mata tidak menyadari jika kedua mertuanya sudah berdiri disamping brankarnya.
"nak Rizal..." Pak Rahmat mengusap lengan rizal lembut.
Deg
Mendengar suara sang ayah mertua, membuat Rizal membuka mata dan menatap nanar kedua orang tua istrinya.
"a..ayah..ibu.." Rizal mendudukkan dirinya, Lalu meraih tangan sang ayah dan ibu mertua.
"maafkan aku ayah, maafkan aku ibu," Rizal yang sedang mencium tangan ibu dan ayah Dery, mulai terisak.
"maafkan kebodohan ku, lagi-lagi aku tidak bisa menjaga istri ku dengan baik,"
Ibu Dery mengusap kepala Rizal lembut, "sudah nak, sudah... ibu dan ayah sangat tahu kamu sudah menjaga anak kami dengan baik, ini bukan salah mu nak," kalimat ibu Dery seolah menjadi tamparan keras untuk Rizal.
"tidak Bu, ini semua salah ku, aku ini suami yang tidak becus menjaga istri dan anaknya." Sejak awal menghilangnya sang istri Rizal terus saja menyalahkan dirinya sendiri.
Seandainya dirinya bisa lebih memperhatikan sang istri mungkin hal ini tidak akan terjadi, mungkin sekarang mereka sedang berbahagia karena sebentar lagi akan memiliki bayi kecil buah cinta mereka.
Tapi kecerobohannya membuat, semua kebahagiaan itu lenyap dalam sekejap.
"ayah sudah tahu semuanya nak, tuan rahadi sudah menceritakan semuanya, ini semua ulah Marco lagi kan," pak Rahmat menepuk-nepuk pundak Rizal. Ia ingin menantunya ini kembali bersemangat dan lekas pulih agar bisa mencari putri kesayangannya lagi.
"Berhenti menyiksa diri mu, Sekarang fokus lah untuk sembuh, dan kita cari Dery bersama-sama,"
Kak, dimana dirimu, apa kakak tidak merindukan kami disini, lihatlah kak betapa beruntungnya dirimu yang mendapatkan suami seperti kak Rizal. gumam Dena dalam hati.
Dery....
Bersambung....
tinggalkan like dan komen ya dear...
dan mampir juga di novel baru ku
__ADS_1
Mr Kulkas Jatuh Cinta
sudah up lagi lhoo 😘😘❤❤🙏🙏