Janda Judes

Janda Judes
45 Separuh Nyawa


__ADS_3

Siang hari saat Dery sedang sibuk dengan tempat barunya, disisi lain sahabat dan keluarganya sedang berada dalam suasana duka.


Pagi tadi Reno mendapat kabar dari salah seorang anak buahnya yang telah menemukan Dery, namun dalam keadaan sudah tak bernyawa dan tidak lagi bisa dikenali.


Reno yang mendapat kabar itu langsung memberi tahu pada Roby dan juga Iwan, agar segera mengabari keluarga Dery untuk menyiapkan tempat dimana Dery dimakamkan.


Ikbal, Reno sendirilah yang datang menjemputnya, masih belum memberi tahu jika Dery sudah ditemukan meninggal.


Saat tiba dirumah Dery, Ikbal begitu terkejut karena rumah sudah penuh dengan banyak orang berpakaian serba hitam, melihat semua keluarga sahabatnya sudah ada disana begitu juga dengan orangtuanya. Amih yang histeris menangis dipelukan Apih, Dena dan Dika menangis dipelukan Lidia. Roby dan Iwan berdiri didepan pintu menunggu dirinya, dengan mata berkaca-kaca.


"ada apa ini kak, kenapa mereka semua menangis?" tanya Ikbal kebingungan. Reno tidak menjawab hanya tertunduk, menarik Ikbal masuk kedalam rumah.


Ikbal hanya mematung melihat peti jenazah dihadapannya. "dimana Dery kak?" teriak Ikbal "ayah dimana Dery, kenapa ada peti jenazah disini, dimana Dery yah, kenapa kalian diam saja?" ayah memeluk Ikbal, tangisnya pecah setelah sekuat tenaga menahan air mata mencoba tegar.


"kita harus ikhlas nak Ikbal, Dery sudah tenang, mungkin ini sudah jalannya. Tuhan lebih menyayangi Dery, Tuhan tidak ingin Dery lebih lama terluka," ucap ayah menguatkan Ikbal.


Duar seperti tersambar petir Ikbal jatuh terduduk, air matanya mengalir deras, tanpa suara Ikbal terus melihat peti dihadapannya.


Tidak percaya akan apa yang terjadi.


Cintanya, wanita yang sejak lama dia cintai, telah pergi.

__ADS_1


"haaaahh" teriaknya keras "gak, gak mungkin ini bukan Dery, kalian semua cuma bercanda kan, ini bukan Dery, kalian tau Dery itu wanita kuat dia gak mungkin ninggalin kita," berdiri berusaha membuka peti yang sudah ditutup rapat.


"Roby, Iwan kalian jangan bercanda ini bukan Dery kan? buka petinya sekarang buka," Roby dan Iwan memeluk Ikbal mencoba menenangkan. "bal, kita harus ikhlas. polisi bilang ini memang Dery, semua bukti menunjukkan kalau ini adalah Dery," memeluk sahabatnya erat.


"kalau Lo kayak gini kasian Dery, dia gak akan tenang disana," lanjut Iwan.


Sakit rasanya setelah apa yang terjadi pada Dery, sekarang harus menerima kenyataan bahwa Dery telah meninggalkannya.


Ikbal yang masih belum bisa menerima kepergian Dery, hanya duduk di samping peti jenazah.


Tidak ada suara apapun yang keluar dari mulutnya, tatapannya kosong air matanya terus menetes. Hingga Ikbal mendengar suara laki-laki yang begitu ia benci.


Marco, Melihat kedatangan Marco, Ikbal lepas kendali, tanpa ampun menghajar Marco.


Iwan dan Roby yang mencoba memisahkan pun tak cukup kuat, Ikbal benar-benar menjadi sangat brutal.


"harusnya Lo pergi dari sini, baj****n kayak Lo gak pantes ada disini." menyeret Marco keluar dari dalam rumah.


Semua orang hanya diam, keluarga Dery tidak mencoba mencegah Ikbal mengusir Marco karena mereka terlalu kecewa.


Dipemakaman, Ikbal sekuat tenaga menahan air mata. Melihat wanita cantik yang begitu ia cintai sudah terbujur kaku, dimasukan dalam liang lahat membuat hatinya sangat sakit. Tanah sedikit demi sedikit menutup peti jenazah Dery, rasanya seperti Separuh Nyawanya ikut terkubur bersama Dery.

__ADS_1


"Ikbal ayo kita pulang, ini sudah sore," ayah mengusap pundak Ikbal.


"ayah pulang duluan saja, aku masih ingin disini," tatapan mata Ikbal kosong.


Roby menuntun ayah untuk menjauh dari Ikbal,


"ayah dan keluarga pulang saja dulu, biar Ikbal kami yang bujuk, ibu pasti lelah kan?" Roby memeluk ayah dan ibu bergantian.


Setelah kepergian ayah, Roby mendekati Ikbal, "bal, ayo pulang,"


"kalian pulang dulu, aku mau disini sebentar lagi," setitik air mata jatuh. Ikbal terus saja mengusap pusara Dery.


"kami gak akan pulang, kami tunggu kamu disana. Bicaralah dengan Dery tunjukan padanya jika kamu adalah pria yang kuat." Roby meninggalkan Ikbal sendiri.


"Kenapa jah, kenapa secepat ini? apa kamu benar-benar tidak mencintai ku, hingga kamu meninggalkan ku dan membawa hati ku bersamamu? Kau tau der, semangat hidup ku ada pada mu, hati ku, separuh nyawa ku semua milik mu. Apa aku bisa menjalani hidup tanpa mu? lebih baik aku melihat mu menjadi milik orang lain, tapi tawa mu masih bisa aku dengar, ini jauh lebih sakit dari apapun. Ikbal tak henti-hentinya menirukan air mata.


Dari kejauhan Joe sedang memperhatikan semua yang terjadi, memastikan tidak ada yang curiga bahwa mayat yang mereka kuburkan bukan Dery.


Inilah rencana Rizal, sementara waktu menjauhkan Dery dari semua bahaya. Karena jika tidak melakukan ini, Reno dan sahabat Dery akan terus-menerus mencari dirinya, jika ada satu orang saja yang tau keberadaan Dery, maka dengan mudah Marco menemukan Dery juga.


Sebelum Dery keluar dari perlindungannya, Rizal ingin Dery benar-benar bisa menjaga dirinya dari Marco dan orang-orang yang ingin menyakitinya diluar sana.

__ADS_1


*cerita ini hanya fiktif* jangan lupa like dan komen ya dear. 🙏🙏❤❤


__ADS_2