
Aku sudah bersiap untuk berangkat kerja...
Mandala pun sudah siap dengan pakaian dinasnya.. tapi masih berada di ruang kerja...
aku mengetok ruang kerja mandala...
"Suamiku... aku duluan ke bawah.. cepat turun untuk sarapan.. nanti aku terlambat masuk kerja."
Mandala hanya mengangguk sambil tersenyum padaku..
Aku pun turun kebawah... memberitahukan si mbak kalo mandala ada pulang dan menyiapkan sarapan buat Mandala...
Aku juga sudah memberitahukan Mandala tentang Tiara calonnya Melky... sehingga jika Melky dan Mandala bertemu pagi ini semuanya sudah jelas...
"Pagi kakak ipar"
Melky lebih dulu datang ke ruang makan..
Aku tersenyum sambil menyerahkan sarapan di depannya..
Tak lama Mandala pun datang..
"Abang pulang? pantas kakak ipar hari ini ceria"
Melky menggodaku..
"memangnya kakak iparmu selama ini tidak ceria?"
Mandala bertanya pada Melky...
Aku tahu kedua adik kakak ini pasti akan membullyku pagi ini...
"Selama abang pergi, kakak lebih banyak melamun.. tersenyum sendiri sepertiiiii.... orang gila"
"Melkyyyyyy...." aku melotot pada Melky
"Kakak ipar, kamu suka tersenyum sendiri sambil memandangi handphonemu.. apa itu artinya?"
"Artinya... aku tidak akan mendukungmu lagi"
"Kakak ipar jangan... aku cuma bercanda"
Mandala hanya tertawa... kemudian bertanya pada Melky
"Apa rencanamu selanjutnya?"
"Maksud Abang?"
"Calonmu itu.. apa rencanamu"
"Kakak ipar sudah memberitahu abang?"
"emm... karenanya aku bertanya rencanamu selanjutnya"
"Aku akan memberitahu mama dulu dilombok.. baru mengajak mama untuk melamar"
"berikan dia uang bulanan, minta dia berhenti untuk bernyanyi di klub."
"Dia pasti menolak bang.. dia berjanji akan berhenti ketika aku melamarnya"
"Kalo begitu lamar dia hari ini.."
"Bang... kenapa harus secepat ini?"
"Aku tidak ingin melihat calon adik iparku bernyanyi di depan umum dipandangi oleh mata mata nakal laki laki lain seperti matamu itu"
"Baik, aku akan memintanya... memohon jika perlu"
"Iyaa.. memohonlah... seperti abangmu memohon padaku"
Aku berkata sambil terus menyantap sarapanku..
"Abang memohon pada kakak ipar??"
Melky mulai terlihat usilnya kembali..
"Kapan aku memohon padamu?"
Mandala kali ini berkata sambil menatapku dan tangan kanannya menggenggam tangan kiriku diatas meja makan...
"Sudah menikah baru berani berkata seperti itu.. seharusnya aku dulu membuat video ketika kamu memohon memintaku untuk menjadi istrimu"
Mandala tersenyum...
"Lanjut bicara, aku cium kamu di depan Melky sekarang"
"Kenapa? kehabisan kata kata jadi hanya bisa mengancam?"
Melky tertawa dengan keras...
"Aku bahagia melihat kalian berdua.. lebih bahagia jika kalian memang benar berciuman di depanku.."
"Melkyy.." Aku berteriak pada Melky yang masih saja tertawa...
Mandala berdiri.. menarik tanganku yang di genggamnya..
"Ayo, aku antar dulu kamu ke rumah sakit"
Aku pun berdiri... tiba tiba mandala menarikku kedalam pelukannya.. dan mencium pipiku...
__ADS_1
"Sudah kan?" Mandala melihat pada Melky..
"Ah mana seru.. bukan ciuman pipi seperti itu"
"Sudah, adik kakak sama mesumnya.. ayo berangkat"
Aku menarik tangan Mandala yang tertawa bersamaan dengan Melky...
kami pun berpisah di pintu depan... berangkat ketempat kerja masing masing
---‐----------
Aku minta ijin untuk pulang lebih cepat hari ini..
Karena memang aku akan mengantar Mandala ke pangkalan...
Mandala menjemputku di rumah sakit, baru kemudian kami menuju pangkalan TNI AU...
Jelas aku tidak bisa masuk sampai ke dalam pangkalan...
Aku hanya mengantar Mandala sampai di ruang pertama penerima tamu...
"Jangan lupa istirahat, makan yang cukup"
Aku memegang tangan Mandala...
"Kamu juga.." Mandala mempererat genggaman tanganku...
seorang rekan mandala yang sama sama berangkat dengan mandala pun datang.. juga bersama istrinya..
"Mbak.. untunglah bertemu disini.."
istri rekannya mandala lebih dulu menyapaku..
"Lusa ada acara di dharma wanita.. mbak bisa datang? saya sudah di minta ibu ketua untuk menghubungi mbak agar bergabung di dharma wanita"
kami pun saling bertukar nomor handphone...
berbincang bincang sambil menunggu waktu keberangkatan suami suami kami..
Tak lama Mandala dan rekannya kembali keluar menemui kami..
Mandala memelukku...
"Jangan telat makan.. okey?"
Aku mengangguk... Mandala mencium keningku..
"Kami berangkat dulu.."
mereka pun berpamitan pada kami...
"jangan lupa mbak.. lusa saya tunggu"
Aku tersenyum...
"Insya Allah saya akan datang.."
Aku kembali pulang ke rumah.. kupikir aku bisa langsung berbaring dikamar dan memejamkan mataku sebentar..
Tapi begitu sampai di rumah, aku sudah di sambut Melky dan tiara di ruang tamu..
"Kakak ipar.."
"Kakak"
Melky dan tiara menyapaku hampir bersamaan..
"Kalian menungguku?"
Melky dan Tiara pun mengangguk bersamaan.. memang sejodoh pikirku dalam hati sambil duduk di sofa..
"Kami mau mengajak kakak makan.. tadinya mau kami jemput, tapi aku tahu kalo kakak membawa mobil abang dan mengantar abang kepangkalan"
"bisa makannya tidak hari ini.. aku lelah dan sedikit mengantuk, kurang tidur tadi malam"
"Karena abang??" melky mulai usil padaku..
"Melky... aku akan mundur menjadi tamengmu.."
"Kakak ipar, kan cuma bercanda.. kalo begitu kakak beritahu saja, apa yang harus kami persiapkan selanjutnya"
Aku memandangi mereka berdua...
"Melky.. kamu telpon mama dilombok, kemudian ama, trus amantua... beritahukan bahwa kamu akan melamar kepada mereka.. cari waktu yang pas agar mereka semua bisa datang melamar..
Tiara... hubungi ibu dan kakakmu.. bilang ada laki laki yang akan datang melamarmu..
Dengar dulu apa pendapat mereka semua... baru pikirkan langkah selanjutnya...
cukup... aku mengantuk dan akan naik keatas..kita bicara lagi nanti"
Aku pun berdiri... melewati mereka yang terdiam terpana... trus naik keatas menuju kamar... membaringkan badan di kasur dan tertidur...
-------'xxxxxx---------
Aku turun kebawah setelah sholat Isya...
Melky dan Tiara juga masih dibawah 🙈
__ADS_1
kulihat mereka mencatat apa apa saja yang akan mereka beli dan persiapkan untuk pernikahan mereka..
Aku duduk di sofa.. memandangi mereka berdua..
"kakak, bagusnya pake adat apa?"
"pake kedua adat.." aku menjawab sambil memperhatikan apa yang mereka tulis..
"kemaren waktu abang menikah tidak menggunakan adat lombok.."
"Karena abangmu seorang tentara, kami menggunakan upacara di resepsi.. tapi abangmu memakai pakaian adat lombok di akad nikah"
"Melky juga maunya seperti itu kak.. memakai pakaian adat lombok di saat akad nikah"
kali ini tiara yang berbicara padaku..
"Baguslah... setelah akad nikah bisa berganti pakaian adat keluarga tiara.. jika memang ingin mengadakan upacara adat"
"Iya kak, kami sudah menulisnya semua... tolong kakak lihat"
Melky menyodorkan kertas yang di tulisnya padaku..
Aku membacanya...
"Ini sudah bagus... kalian sudah menelpon keluarga masing masing?"
"Sudah kak, keluarga tiara terima saja dan menunggu keluarga Melky datang"
"Melky?" aku bertanya pada Melky..
"Ama tidak masalah.. amantua juga tidak masalah... mama ingin aku pulang lebih dulu ke lombok"
"Pulanglah kalo begitu.. minta seseorang untuk mengurus perusahaan sementara waktu"
"Tunggu abang pulang, baru Melky bisa ke lombok"
"Kenapa?"
"Lebih tenang jika abang ada disini.."
Melky memandangiku... Aku tau ada sesuatu yang tidak ingin di ucapkan Melky di depan Tiara..
Aku pun hanya bisa diam setelah itu..
"Melky... ayo pesan makanan... "
Aku berkata pada Melky...
"Kakak ipar mau makan apa?"
"Aku ingin makan yang berkuah, pedas, gurih.. hmmm"
Aku membayangkan makanan sambil mengecapkan bibirku..
"Kakak ipar, apa kamu hamil?"
Melky menggodaku...
Aku terdiam.. memandang Melky... sedikit berfikir...
Aku memang belum datang bulan di bulan ini.. dan pernikahanku dengan Mandala sudah satu bulan lebih.. apa benar aku hamil...
Tapi aku tidak mual mual seperti wanita hamil layaknya... aku kembali memandangi Melky yang juga memandangiku dengan wajah herannya..
"Kalo kakak ipar hamil, abang pasti bahagia.."
"Entahlah... kita lihat saja nanti.. aku juga belum yakin.. takutnya nanti salah"
Melky tertawa...
"Kenapa tertawa?" tanyaku heran pada Melky..
"membayangkan wajah abang ketika dia tahu kakak hamil.. dan membayangkan bagaimana abang akan bersikap over protektif pada kakak"
"jangankan kamu, aku pun takut membayangkannya... pasti akan banyak larangan larangan yang di berikannya padaku"
Melky dan aku pun tertawa bersamaan...
Melky pun memesan makanan yang ku mau..
dan kami makan bersama trus mengobrol kembali sampai Melky pamitan untuk mengantar Tiara pulang..
Aku kembali naik kekamarku...
berbaring di atas tempat tidur...
mengelus perutku...
Besok aku harus membeli alat tes kehamilan..
Aku harus memperjelas semuanya..
Jika memang benar aku hamil..
ini akan menjadi kado ulang tahunku dan Mandala di bulan depan..
--------------
Jangan lupa votenya yaaa
__ADS_1
LOVE YOU 😘😘