
"Makan dr.Farid sudah dikasih?"
setelah masuk kedalam ruangan staf aku bertanya kepada mereka...
"belum dok, masih ada tamu"
"tamu?? oh iyaa, yang tadi dicari sama kedua orang itu.."
aku menengok sekilas keruangan dr.Farid...
kemudian duduk dan bersiap untuk membuka nasi pecelku...
Aroma ini.... kembali tercium...
"tamunya dr.Farid keluar... "
staf yang bersamaku berucap... entah buat siapa ucapannya itu... buatku atau buat dirinya sendiri...
"dr.Chintya..." suara dr.Farid memanggilku...
sendok nasi yang hampir masuk kemulut pun menjadi tertunda...
sabar ya cing... belum waktunya kamu makan... sambil mengelus perut yang keriyukan... 🙈
"Iya dokter..." aku berdiri bermaksud untuk keluar menemui dr.Farid... tapi aroma ini... semakin jelas dan dekat...
entah kenapa pandanganku menjadi buram... aku hanya melihat dr.Farid berdiri bersama seseorang...
huh.. kenapa lagi mata ini... belum lagi aroma ini... semakin dekat... seperti berada didepan hidung..
"Iya dok....ter..." ucapanku terbata...
Aku memandang seseorang yang berdiri tepat didepanku... aroma ini.. berasal dari tubuhnya...
seseorang itu pun terkejut melihatku... tapi kemudian dia tersenyum...
"Hai... dokter yang pingsan kemaren?"
sambil berkata sambil tersenyum... senyumnyaaaa.... meluluhkan hati 😍🤪
"sudah kenal?" dr.Farid membuyarkan tatapanku dan aku menggelengkan kepala...
Dia kembali tersenyum...
menjulurkan tangannya kedepan...
"Hai... saya Mandala..."
aku menerima jabatan tangannya...
"Ega.." sahutku setengah sadar...
"Ega????"
"Eh maaf... saya dr.Chintya.."
Aku menunduk, entah kenapa aku tidak berani memandangnya...
"Dia keponakan saya... sekarang di angkatan udara.."
dr.Farid berkata...
__ADS_1
Aku hanya diam tanpa kata kata... kenapa aku menjadi bisu...
"Kalo jalan hati hati... kasian tabungnya, gak bersalah ditabrak.." Mandala kembali berkata padaku..
Aku tercengang sambil memandangnya... dia juga tau kejadian itu..
aduuuhhh mau masuk ke lubang tikus rasanya ni kepala...
"hahahahhaha....kamu juga tau kejadian itu Man?"
dr.Farid tertawa sambil memandang kami berdua...
beliau dari tadi terus memperhatikan kami...
"Saya yang membawanya ama... saya yang menggendongnya ke ruangan dokter.."
APAAAAA....
Aku kembali tercengang bahkan melototkan mataku 🙈....
bearti diaaaaa.... si Kapten A... tapi namanya bukan itu...
"dr.Chintya...." dr.Farid menepuk pundakku...
Aku kembali sadar...
"Eeehhh... iya dokter..."
"kamu baik baik saja?"
dr.Farid kembali mengelus pundakku...
"Iya dokter..."
"Ama...saya permisi dulu.. rekan rekan saya sudah menunggu... dr.Chintya??"
Aku hanya mengangguk...
Mandala mencium tangan dr.Farid...
Berbalik menuju pintu...
di depan pintu, ketika melihat Mandala keluar...
Kedua orang yang menunggu tadi langsung berdiri sikap dan menyapa...
"Kapten A..." sahut mereka berdua bersamaan...
KAPTEN A.....
Aku mendengar itu dengan jelas, memandang ke arah pintu... sebelum menutup pintu, mandala melihatku... pandangan kami bertemu...
Dia tersenyum... kemudian menutup pintu...
Kapteeennn... tolong aku mau pingsan lagi...
Tolong gendong aku lagi kapten...
-------xxxxxxxxx-----------
Hari ini aku kembali kurang berenergi...
__ADS_1
Nasi pecel yang kubeli pun kuhabiskan dengan susah payah padahal aku sangat lapar...
Senyuman itu terus di benakku...
Aku memukul kepalaku...
Ada apa denganmu Egaa...
Fokus...fokus..fokus...
Pekerjaan kembali berlanjut..
Aku melaksanakan tugasku seperti biasa..
Ketika aku istirahat untuk sholat zuhur..
seseorang yang memang sudah kukenal mendekatiku...
"dokter...."
Aku berbalik...
"Ada apa... saya baik baik saja..."
"Hehehehehehe..." Andi sang bawahan itu cengengesan... bisa juga tentara salting dan cengengesan...
Aku menunggu Andi berkata...
"Kapten saya bilang... boleh minta no hape dokter.."
"Untuk Apaa??" Aku sedikit jual mahal..
Andi menggeleng...
"Saya hanya diberi tugas untuk menemui dokter dan meminta no hape... selebihnya saya tidak tau.."
Kasian.. nasib junior yang selalu diperintah seniornya..
"Kalo saya menolak... kamu akan dihukum?"
Aku bertanya sambil tersenyum...
"paling cuman di suruh push up.." Andi menjawab dengan polosnya...
"Okey, katakan pada kapten mu... bahwa aku tidak memberikanmu nomor hapeku.. karena nomor hapeku hanya untuk orang orang dekatku.."
Andi memandangku sedikit kecewa... menarik nafas kemudian berkata
"Baik dokter... saya permisi dulu... terima kasih.."
Andi berbalik, dan aku pun tersenyum manis...
Hmmm... mau kulihat, sampai dimana keberaniannya si kapten A... hanya bisa memerintahkan orang saja..
Kutunggu Kapten...
-----------xxxxxxx----------------
Jangan lupa like,vote dan komennya yaa..
biar bisa tau terus kelanjutan ceritanya dr.Chintya...
__ADS_1
LOVE YOU 😘😘😘