Jodohku

Jodohku
Ikuti kata hati...


__ADS_3

Pukul dua belas siang...


Hapeku berdering... dari Bapak...


tidak bisakah hari ini aku tenang sebentar...


mungkin dr.Ryan sudah mengadu segalanya sehingga bapak langsung menelponku...


Aku membiarkan hape berdering sampai berhenti..


kemudian mengetik pesan pada bapak bahwa aku sedang sibuk dan mematikan handphoneku...


"dr.Chintya...."


"iya dokter..." aku menjawab panggilan dr.Farid...


"Ayo kita kekantin... saya traktir kamu makan..."


Aku tidak menjawab, hanya mengangguk, berdiri dan berjalan mengikuti dr.Farid...


Aku bingung kenapa dr.Farid menyuruhku menunggu di teras perpustakaan rumah sakit yang memang berdekatan dengan kantin..


sedangkan beliau sendiri ke kantin dan kembali membawa dua porsi nasi campur lengkap bersama es sirup kesukaanku...


"Ayo makan...di sini lebih tenang..."


kami makan tanpa suara... sampai aku dan dr.Farid menyelesaikan makan...


sepertinya dr.Farid memang sengaja membiarkanku menjadi bisu...


"Terima kasih dokter sudah mentraktir saya makan"


"Sudah lebih tenang, atau masih emosi..."


dr.Farid bertanya padaku dengan mudahnya...


Aku terdiam..pasti dr.Farid sudah mendengar kejadian di ruangan dr.Ryan... semua perawat di rumah sakit ini memang suka bergosip..


"Maaf dokter... saya tidak bisa menahan emosi saya.."


"Apa yang terjadi... kamu asisten saya, dokter kepala pasti akan memanggil kamu.. saya bisa menjadi penengah antara kamu dan dokter kepala nantinya...


kamu dokter yang pintar... sayang jika kejadian ini mengancam masa depanmu..."

__ADS_1


Aku menghela nafas dan memandang dr.Farid...


Sosok beliau yang kebapakan... yang selalu membelai pundakku...


Aku pun menceritakan semuanya kepada beliau dengan setetes demi setetes air mata yang mulai keluar...


Aku mengeluarkan semua rasa sakit dan sesak di dadaku..


dr.Farid mendengarkan sambil sesekali mengusap pundakku..


"Baik, saya sudah mengerti... masalah cinta memang susah di cerna dengan otak.. sulit buat saya berbicara dengan dr.Ryan... karena saya tidak dekat dengannya... tapi saya akan terus mendukungmu.. apapun keputusanmu.. saya orang pertama yang berdiri dibelakangmu..."


"terima kasih dokter... terima kasih sudah percaya dengan saya... terima kasih sudah mendukung keputusan saya..."


"Apa benar kamu belum punya pacar?"


tiba tiba dr.Farid bertanya padaku...


Aku gelagapan...


"dokterrrr....."


"hahahhahaha... kalo memang kamu belum punya pacar... Mandala selalu meminta nomor hapemu hahahah... tapi saya selalu bilang... kalo suka sama seseorang, kamu harus usaha sendiri... apa dia sudah dapat nomor hapemu??"


Aku menggeleng sambil tersenyum tipis...


"Baik dokter..."


Hati ini sedikit lega... setidaknya aku memiliki dr.Farid...


-----‐--------'xxxx------


Pekerjaan yang tadi pagi kulakukan dengan banyak kesalahan, akhirnya bisa kuselesaikan...


"Apapun masalah pribadi kita... kita harus mampu menyampingkannya... kita dokter, kita tidak bisa membuat pasien melihat masalah pribadi kita... pasien menemui kita karena mereka sakit.. mereka bermasalah dan ingin kita yang menyelesaikannya..."


dr.Farid memberikan petuahnya padaku..


"Seorang dokter..harus tetap tersenyum dan ramah didepan pasiennya sepahit apapun masalah pribadinya..."


"tapi kalo seorang dokter marah marah melampiaskan emosinya pada dokter yang lain.. itu tidak di larang... saya suka membuat suasana baru di rumah sakit.."


"dokteeeeerrrrr...."

__ADS_1


"hahhahahahha... sudah ayo beres beres... kita harus menyerahkan beberapa laporan pada tim DVI pusat"


handphone dr.Farid berdering...


"Assalamualaikum.." dr.Farid yang lebih dulu memberi salam...


aku hanya bisa mendengar suara dr.Farid...


"Iya, kenapa? heeemmmm...bicaralah sendiri jika begitu..."


kemudian dr.Farid memberikan handphonenya padaku... Aku terkejut...


"Ada yang ingin berbicara padamu.."


Aku menerima handphone dr.Farid..


"Halo..." Aku berbicara dengan suara pelan karena dr.Farid masih berdiri didepanku..


"dokter.. saya mandala... saya mau mengajak dokter pergi malam ini... lusa kami sudah pergi.. jadi malam ini kami akan makan makan bersama dipinggir pantai sekalian menabur bunga... saya akan mengajak dokter nanti malam... jam tujuh malam akan saya jemput di depan asrama... tolong berikan hapenya pada Ama..."


"eeeehhh..."


Tapi aku tetap menurut, memberikan hape pada dr.Farid...


"Kenapa lagi.... kamu memaksa, dia belum menjawab iya.." dr.Farid melirikku...


"baiklah.. janji untuk menjaga dia... sebelum kembali temui inaq mu dulu..."


"waalaikumsalam.."


dr.Farid mematikan handphonenya...


"Kamu akan pergi?"


dr.Farid memandangku... aku hanya mengangkat bahuku tanda tidak pasti...


"Ikuti kata hatimu... jika ingin pergi... pergilah...


jika tidak, biarkanlah anak muda itu patah hati hahahhaha"


Aku hanya tersenyum tipis mendengar kata kata dr.Farid... kemudian mengikuti beliau untuk menyerahkan laporan....


Pergi gak yaa?????

__ADS_1


Jangan lupa like dan votenya yaa


LOVE YOU 😘😘😘


__ADS_2