
Aku harus kembali ke Ibukota..
Aku tidak bisa menjadi orang yang egois dan tidak bertanggung jawab dengan pekerjaanku..
waktu satu bulan yang di berikan rumah sakit sudah cukup bertoleransi...
Dengan berat hati aku harus meninggalkan ibu..
Ibu tidak berkenan ikut denganku...
kata ibu kasian bapak, nanti tidak ada yang mengunjungi bapak kalo ibu ikut tinggal bersamaku 🙈...
Aku menghargai semua keputusan ibu, walaupun itu membuatku jadi bimbang....
Haruskah aku menjadi dokter di daerah saja agar aku bisa menemani ibu..
Tapi bagaimana dengan Mandala..
Bagaimana dengan janji seorang istri prajurit...
Aaaaarrrrggghhhh ....
mungkin ini yang kata orang"buah si malakama"hihihi
Mengenai peristiwa perampokan bapak terungkap adanya campur tangan seorang pengawal pengamanan...
Bukti di dapat dari kamera yang ada di dalam mobil..
Kami semua baru ingat, bahwa sejak bapak menjadi pejabat di daerah...
Bapak memasang sebuah kamera kecil di mobil..
Kata bapak itu buat memantauku sewaktu aku sekolah yang suka diantar jemput supir...
Pemasangan kamera itu berlanjut sampai bapak menjadi orang nomor satu di daerah ini...
Yang tahu hanya Mas Agung asisten bapak...
Supir yang membawa mobil pun tidak mengetahuinya termasuk ibu....
Kamera itu terungkap karena Bapaknya Ari yang pernah menjadi ajudan Bapak dulunya...
Bapaknya Ari mengingatkan kami tentang kebiasaan bapak memasang kamera di mobil...
Ari dan penyidik di kepolisian membongkar seluruh bagian dalam atap mobil... dan berhasil mendapatkan tiga buah kamera yang dipasang bapak di tiga sisi mobil...
Aku hampir berteriak bahagia ketika mengetahuinya..
Tapi juga menangis sekeras kerasnya ketika melihat semua yang mereka lakukan kepada bapak...
Bapak di tarik keluar dengan kasar dari dalam mobil.. di pukul dan di hajar.. padahal bapak saat itu dalam keadaan tidak sadar karena obat bius...
Salah seorang pengawal bapak tertangkap kamera memasukan obat kedalam termos air panas bapak..
tertangkap kamera juga bagaimana mereka memukuli mas Agung dan supir layaknya seorang binatang...
Semua menjadi barang bukti di kepolisian...
Semua orang yang didalam kamera berhasil di tangkap polisi dan mengakui perbuatan mereka...
Tapi aku tetap mencari otak dari semua ini...
Sayangnya.. sutradara dari semua ini tidak terungkap..
Pengawal itu hanya berkata ini dilakukannya karena dendam terhadap bapak...
pernah dimarahi bapak di depan umum...
Aku tidak percaya dengan perkataan pengawal itu dan terus meminta polisi untuk menyelidiki secara dalam lagi...
Tapi seperti kata bapaknya Ayu...
politik itu memang kejam.. kita tidak tau siapa kawan dan lawan kita...
Hari ini menjadi kawan kita, esok harinya bisa menjadi lawan kita...
Sepertinya Sutradara dari semua ini adalah seseorang yang tidak bisa di sentuh...
sebelum penyelidikan lebih lanjut... pengawal yang tertangkap di temukan tewas di dalam sel tahanan polisi dengan mulut berbusa dan sebuah surat penyesalan...
seolah olah ini adalah bunuh diri...
Bunuh diri dengan racun???
dari mana seseorang yang didalam tahanan mendapatkan racun untuk bunuh diri jika tidak ada orang luar yang membantunya...
Aku hanya bisa menarik nafas dengan peristiwa ini..
Ada kalanya memang kita harus merelakan semua yang terjadi.. walaupun kita tidak menemukan jawaban yang kita inginkan...
Aku menarik koperku...
__ADS_1
Sedari tadi aku juga terus menangis karena aku harus meninggalkan ibu...
Ibu yang malah lebih tegar dariku...
"Kayak gak pernah pisah aja dari ibu"
Ibu memelukku erat..
"Ibu jaga kesehatan.. kalo ibu merasa sakit cepat telpon Ega..."
"jangan khawatirkan ibu, kalo ibu sakit, lebih cepat ibu telpon Ayu dari pada kamu... lebih dulu Ayu dan keluarganya yang datang"
Ibu berkata sambil tertawa... aku pun ikut tersenyum..
Aku menitipkan Ibu pada keluarga Ayu...
Rumah mereka juga sangat dekat dengan rumah kami..
Kadang ibunya Ayu tidur di rumah untuk sekedar menemani ibu mengobrol atau membuat kue kue untuk mengisi waktu mereka berdua...
Kesetiaan mereka pada keluarga kami memang tiada duanya...
Mereka selalu menemani keluargaku di saat suka dan duka dari aku dan Ayu kecil sampai kami sudah memiliki keluarga sendiri...
"Jangan khawatir.. kan ada aku, sahabat kecilmu"
Ayu memelukku erat.. aku tahu Ayu pun menahan air matanya..
Ibunya Ayu juga mengatakan hal yang sama agar aku jangan mengkhawatirkan ibu... mereka akan menjaga ibu sama seperti dulu ketika bapak masih hidup...
Aku melangkahkan kakiku keluar rumah...
Aku sengaja tidak meminta siapa pun mengantarku kebandara kecuali Bapaknya Ayu yang menjadi supirku hari ini...
Aku mampir ke makam bapak...
Walaupun kelak aku akan jarang mengunjungi makam bapak, tapi doaku tidak akan pernah putus untuk keselamatan bapak di alam sana...
Yang tenang ya Pak...
Ega yakin, setiap perbuatan manusia itu pasti akan ada balasannya dari Alloh SWT...
Biarlah Alloh yang membalas perbuatan jahat mereka kepada bapak...
Aku sudah di bandara....
Aku mencoba menelpon Mandala tapi handphonenya tidak aktif...
Sambil menunggu, aku mencoba untuk menelpon ke rumah besar...
Sekarang pasti sedang lucu lucunya... dan Tiara pun sekarang lagi hamil anak yang kedua...
Tiara saja sudah hamil untuk kedua kalinya... sedangkan aku??
sabar Ega... sabar...
"Halo..." terdengar suara di seberang telepon..
"Halo... Assalamualaikum..."
Aku menelpon ke rumah besar, tapi suara yang disana tidak kukenal.. mungkin asisten rumah yang baru...
"cari siapa yaa?"
orang ini tidak menjawab salamku??
"Ini siapa? saya Ega"
di seberang telepon terdengar hening...
"Kakak ipar.. apa kabar?"
kemudian terdengar suara Tiara..
"Baik, siapa yang tadi angkat telepon?"
"Maaf kakak, ada keluargaku yang berkunjung, mendengar telepon berdering, ber inisiatif untuk mengangkat...kakak sekarang dimana?"
"Di bandara... kapten ada di sana? handphonenya tidak aktif..."
"Abang tidak ada disini... abang tahu kalo kakak ipar akan pulang?"
Aku hanya diam...
"Baiklah, terima kasih Tiara... aku akan mampir nanti untuk melihat Putri.. aku kangen padanya... ciumkan putri untukku.."
"Kakak ipar bisa menciumnya nanti sendiri... mampirlah kami menunggu.. putri juga kangen dengan bundanya..."
"Baiklah, aku tutup dulu ya... assalamualaikum"
"Waalaikumsalam.. hati hati kakak ipar"
__ADS_1
Aku sedikit merasa ada yang aneh pada suara Tiara... ada yang mereka sembunyikan dariku...
Tapi apa itu??
Ah mungkin ini hanya perasaanku saja...
Sejak menjadi detektif pada kasus bapak, aku menjadi lebih curigaan pada orang lain...
bahkan kadang aku curiga pada orang yang baik hati membelikanku minuman hehehehehehe...
Akhirnya sampai juga di kota tempatku menjadi istri dan menjadi dokter...
Apa mandala menjemputku??
Aku menuju pintu keluar..
dan benar di depan pintu aku melihat sosok tinggi yang kukenal memegang sebuah bunga 🙈
Mandala tidak pernah malu atau memikirkan pendapat orang lain ketika dia melakukan hal hal romantis seperti di dalam film...
bagi Mandala.. apa pun yang dilakukannya untukku karena dia mencintaiku... karena aku adalah istrinya..
Mandala memberikan bunga mawar padaku...
memelukku dan mencium dahiku...
"Bawa bunga segala sih.. malu dilihat orang"
"lebih malu mana kalo aku cium kamu disini?"
Aku melototkan mataku..
"Ayo jalan.. aku lapar.."
Mandala menggenggam tanganku sambil menarik koperku dengan tangan yang lainnya...
"Mampir liat putri yaa sayang, aku kangen pada putri"
"Nanti saja, aku masih ada kerjaan sore ini"
"Antarkan saja aku kesana.. aku bisa pulang ke asrama naik taksi atau diantar melky"
"Asrama sudah kangen padamu... kita pulang ke asrama saja dulu"
Aku memandangi Mandala kemudian mengingat teleponku dengan Tiara tadi...
"Apa aku tidak boleh ke rumah besar?"
"kenapa tidak boleh?"
Mandala berkata tanpa memandangku.. itu bukan kebiasaan mandala...
"Siapa tahu, kamu menyimpan istri barumu disana"
Mandala diam tanpa kata...
Aku kembali memandangi Mandala...
"Itu benar.. biasanya kalo diam itu benar"
Aku terus berbicara...
Mandala terus membawa mobil memasuki asrama...
dan sampai di depan rumah kami...
Turun dari mobil, mengambil koperku dan masuk kedalam rumah tetap diam tanpa suara...
Ketika aku memasuki rumah...
Mandala langsung menutup pintu rumah..
menggendongku kedalam kamar...
"Mana bibir yang tadi berkata aneh di mobil... siapa yang menyimpan istri baru.. harus di hukum dengan berat orang yang berkata itu hari ini"
Aku tertawa... berusaha menghindari mandala...
"Katanya ada urusan sore ini"
"sudah kubatalkan.. urusanku dengan istriku belum selesai..."
Aku hanya tertawa..
dan membalas semua perbuatan mandala padaku...
Hari ini Aku kembali takluk pada Mandala...
😘😘😘😍😍😍😍😍
-------------------
__ADS_1
jangan lupa votenya yaa
LOVE YOU 😘😘