
Hari masih pagi... tapi aku harus segera bergegas...
Mandala bertugas bersama basarnas ke daerah bencana...
Aku sendiri di rumah ini.. untunglah setiap sore ada anak anak asrama yang membuatku terhibur dan melupakan kesendirianku...
Karena Mandala bertugas, proses keluarku dari asrama harus melalui proses yang panjang...
karenanya pagi ini aku harus bergegas berangkat sebelum terlambat masuk kuliah...
Kuliahku di semester terakhir...
Aku sudah mulai memasukan lamaran pekerjaan ke rumah sakit...
Dan hari ini aku mendapatkan panggilan dari rumah sakit tentara..
Aku tau, ini pasti karena campur tangan Mandala..
Jika tidak, sangat sulit untuk masuk bekerja disana jika bukan dari dokter militer...
Sebelum keluar dari komplek TNI AU, aku menjalani berbagai prosedur...
ditanya mau kemana? jam berapa kembalinya?
mobil pun diperiksa secara keseluruhan sampai kedalam bagasi...
kedua orang tua ku pun tidak pernah melakukan hal ini jika aku keluar rumah 😄😄
Tapi inilah resikoku menjadi istri seorang tentara...
Selesai kuliah, aku makan siang dulu di area kampus.. masih ada waktu satu jam sebelum jadwal wawancaraku di rumah sakit...
tapi aku memilih untuk datang lebih dahulu..
lebih baik menunggu dari pada terlambat...
Menunggu di kantin rumah sakit sambil menikmati kue kue yang djual di kantin ini...
seseorang menghampiri mejaku...
seorang wanita berambut pendek khas tentara wanita.. memakai jas dokter.. pastilah dia seorang dokter disini...
Tapi.. dokter wanita ini terlalu pamer.. masa ke kantin saja pake jas dokter 😁
selama aku bekerja di rumah sakit, jas dokter hanya kupakai di dalam ruangan praktek atau saat menghadiri rapat para dokter...
"maaf, boleh saya duduk di sini?"
wanita itu meminta ijin padaku sebelum duduk..
Aku memandangi wanita di hadapanku...
sedikit tersenyum...
"silahkan..."
"Saya Arini... teman Mandala..."
wanita itu langsung memperkenalkan dirinya.. aku kembali menatapnya...
"Saya Istri Mandala..."
Arini tersenyum..
"Saya tahu, mandala juga yang meminta saya untuk mecarikanmu pekerjaan di sini.. hari ini wawancara kan? cuma formalitas.. kamu pasti di terima... Mandala sudah memintanya pada kepala rumah sakit"
Aku terdiam, wanita ini terlalu banyak bicara..
Aku tahu mandala yang membuatku mendapatkan panggilan kerja ini, tapi bukan berarti dia harus menceritakan detailnya secara keseluruhan..
"kami dulu satu angkatan... tapi mandala di udara dan saya memilih di darat... kemudian saya meneruskan kuliah di kedokteran.. supaya bisa menjadi dokter di rumah sakit atau menjadi dokter di daerah bencana.."
Aku tersenyum... kapan aku bertanya tentang dirimu.. sehingga kamu harus menceritakan itu.. ucapku di dalam hati..
Dokter Arini terus saja berbicara...
"Saya dulu sangat dekat dengan Mandala... kami pernah bertugas bersama selama satu tahun di sabang setelah lulus.. orang orang bahkan sempat menjodohkan kami.. lucu yaa.. tidak pernah terpikir juga, kenapa orang orang itu dulu menjodohkan kami.. mungkin mereka pikir kami mempunyai kecocokan."
Aku kembali tersenyum..
Dokter Arini yang cantik... apa kamu ingin mengatakan kalo aku dan Mandala tidak cocok??
"Tapi teman teman satu angkatan baik darat, laut, udara semua tahu kalo Mandala sudah memiliki seseorang di hatinya dari dulu... sehingga mandala tidak ingin membuka hatinya untuk wanita lain.. kami pun pernah bergosip waktu mandala menikahimu..
apa kamu wanita yang di hatinya selama ini atau mandala sudah menyerah dan akhirnya memilihmu"
Aku lagi lagi tersenyum...
__ADS_1
"Kenapa dokter arini tidak bertanya langsung pada Mandala?"
"Mandala terlalu dingin pada Wanita... dia bahkan tidak ingin bersentuhan dengan Wanita... kami hanya mendapatkan gosip tentang mandala dari rekan rekan pria kami lainnya"
"Berarti saya wanita yang beruntung itu.."
Aku tersenyum lebar...
"Keluarga Mandala cukup kaya, sehingga banyak wanita yang berusaha mendekatinya... jadi kami meragukan wanita yang dekat dengannya... cinta atau harta?"
Aku menarik nafasku... aku harus memotong pembicaraan ini sebelum aku terbawa emosi..
"maaf dokter arini.. saya harus permisi dulu, sebentar lagi waktu wawancara saya.."
"Oh iya, silahkan.. di lantai dua yaa... nanti saya akan menelpon Mandala kalo kamu sudah datang wawancara"
Aku menarik nafasku... dan tersenyum..
"Terima kasih"
Tidak kusangka tiba tiba handphoneku berdering...
Mandala menelponku... Aku menerima telepon di depan arini...
"Assalamualaikum sayang"
Aku sengaja menekankan kata sayang di ucapanku
"Waalaikumsalam.. kamu sudah di rumah sakit yang?"
"Sudah, ini sebentar mau ke lantai dua.. tadi menunggu di kantin"
"kamu sudah makan siang?"
"sudah makan.. jangan khawatir.. oia ini ada ketemu temanmu sayang...dokter arini"
"ooo jauhi dia.. jangan terprovokasi dengan ucapannya.. dia pintar mengatur emosi orang"
aku memandangi dokter wanita yang ada di hadapanku..
"Baiklah sayang, aku mengerti.... kamu jangan lupa makan yang teratur.. istirahat, jangan bergadang kalo malam... vitaminnya di minum.."
"siap dokter cantikku... aku merindukanmu"
"aku juga merindukanmu sayang.. aku tutup teleponnya ya... assalamualaikum"
telepon kami terputus...
Aku tersenyum pada dokter arini...
"Suami saya sudah menelpon, dokter arini tidak perlu lagi menelponnya.. terima kasih, saya pergi dulu"
Aku pergi meninggalkan dokter Arini...
Selama aku berbicara dengan mandala di telepon..
aku memperhatikan dokter arini..
Wajahnya tenang... tidak terlihat emosi apa yang diperlihatkan di wajahnya...
sehingga aku tidak dapat menebak apa maunya padaku..
kenapa dokter Arini mendekatiku..
Apa maksud semua perkataannya padaku tadi..
Jangan di pikirkan Ega... biarlah mereka mau berkata apa... yang penting kamu tahu bagaimana suamimu...
Aku kembali menarik nafas...
dan melangkah menuju ruang wawancara...
Di hadapanku duduk tiga orang dokter senior...
Awalnya mereka memberiku pertanyaan umum tentang kedokteran..
Kemudian berlanjut ke penyelesaian kasus penyakit yang memerlukan penalaran dan logika..
Aku senang wawancara seperti ini...
Tidak hanya menanyakan tentang motivasi atau data pribadi...
Mereka tidak mengungkit tentang aku istri Mandala.. tapi mereka benar benar profesional...
mereka hanya menguji kemampuanku...
tanpa memperdulikan siapa aku...
__ADS_1
Di terakhir wawancara mereka hanya berkata..
"Dokter forensik di rumah sakit ini sangat sibuk, kadang jika ada kasus harus bermalam di rumah sakit.. karena kamu sudah menikah, semua harus di bicarakan dulu dengan suamimu.."
"Baik dokter..."
"Kami akan menghubungimu tiga hari lagi... beritahukan suamimu sebelum itu.."
"Baik dokter.. Terima kasih"
Aku pun sedikit membungkuk memberi hormat dan kemudian berbalik pergi..
Aku tau bagaimana pekerjaan sebagai dokter forensik waktu masih menjadi dokter magang bersama dr.Farid..
Tapi waktu itu aku belum menikah.. tidak ada masalah bagiku dengan waktu..
Tapi sekarang, dokter dokter itu benar.. aku harus memberitahu Mandala dan meminta ijin dulu padanya..
Aku mengendarai mobilku kembali ke asrama..
Aku ingin merebahkan badanku dulu di atas kasur sebelum nanti aku memberitahu Mandala....
Di malam hari ketika Mandala menelponku..
Aku memberitahunya dan meminta pendapatnya...
"Kalo memang kamu suka, aku dukung"
Mandala berkata kepadaku..
"Tapi mereka bilang jadwal kerjanya tidak menentu"
"Tidak setiap hari seperti itu, di saat ada kasus saja.. sama seperti dengan Ama dulu kan... sibuk di saat ada kasus"
"Jadi bagaimana?"
"Kalo kamu ingin bekerja di sana, aku dukung sayang.. kalo kamu tidak ingin bekerja di sana.. aku juga dukung... di rumah sakit manapun tetap sama.. di setiap ada kasus, pasti mereka akan sangat sibuk"
"Tapi di situ ada dokter arini.. penggemarmu itu"
Mandala tertawa...
"dia hanya dokter umum.. tidak akan bertemu denganmu sesering mungkin.."
"Sepertinya dia menyukaimu"
"Kamu tahu kan kalo suamimu ini tampan, gagah, pintar.. wajar kalo banyak penggemarnya.."
Mandala kembali tertawa..
"ih, kok jadi narsis sih yang..."
Aku juga ikut tertawa...
"Sayang, gimana kalo aku kerja di rumah sakit daerah saja?"
Aku bertanya kembali pada Mandala..
"Semua kuserahkan padamu... terserah kamu mau dimana.. tapi rumah sakit daerah yang di sini.. bukan di daerah atau kota lainnya"
"Iya, aku tahu.. aku juga tidak bisa jauh darimu pak Kapten... bagaimana aku bisa bekerja di kota lain"
Aku berkata dengan manja pada Mandala...
"Tidak usah memancingku dengan suara manjamu.. aku pulang sekarang ni yaa"
Aku hanya tertawa...
kemudian Mandala memintaku untuk video call
katanya ingin melihat wajahku 🙈
Kami terus berbicara sampai aku pun tertidur..
Aku tidak tau kapan Mandala mengakhiri panggilan kami...
Yang kutahu keesokan harinya.. hanya ada chat dari mandala...
"kangen memelukmu ketika tidur.. kangen wajahmu ketika tidur.. LOVE YOU"
Love You Too Pak Kapten... ucapku juga...
-----------------
jangan lupa votenya yaa
LOVE YOU semua 😘😘
__ADS_1