
Seminggu setelah penolakanku... dr.Ryan kembali memanggilku... entah apalagi yang akan dibicarakannya padaku...
Aku mengetuk pintu ruangan dr.Ryan...
"masuk" kudengar suara dari dalam...
ketika aku masuk... aku menyapa dr.Ryan... dan ternyata tidak hanya dr.Ryan yang ada didalam ruangan... tapi juga seorang laki laki...
aku pernah melihat laki laki itu...
yaa... beliau teman bapak... Om Rendy...
aku tersenyum kepada beliau kemudian bersalaman dengan mencium tangan beliau....
"Apa kabar Ga?" sapa beliau padaku...
"Baik om, om apa kabar?"
om Rendy tertawa... kemudian berkata "baik...baik.."
"bapakmu bilang kamu dinas dipulau ini, karena itu ketika om kemari, om ingin menemuimu...
oia, dr.Ryan ade om yang paling kecil..."
Om Rendy terus berkata...
Aku hanya menanggapi dengan senyuman...
kemudian dr.Ryan pamitan... dengan alasan akan visit ke pasien rawat inap dan mempersilahkan kami untuk mengobrol dengan santai...
"Kamu sudah punya pacar Ga?"
Pertanyaan Om Rendy membuatku menjadi curiga...
jangan jangan ada maksud dibalik semua ini...
"Ada om, teman kampus dulu..." aku menjawab semauku... entahlah apa om Rendy tau kalo aku berbohong...
"Bapakmu tau ?"
"Belum,, selesai tugas disini baru Ega beritahu"
aku meneruskan bohongku...
"Sayang sekali... baiklah kalo begitu... nanti Om akan bilang ke bapakmu kalo sudah bertemu kamu disini.."
"baik om, boleh Ega pamit?"
"Baiklah...Jaga kesehatanmu ya Ga.."
"Iya om, terima kasih... "
Aku berdiri, berniat untuk pergi...
Om Rendy kembali berbicara...
__ADS_1
"Tidak titip salam buat Bapak dan Ibu?"
Aku tersenyum...
"Ega bisa telpon mereka sendiri om..."
Om Rendy terdiam... dan menerima tanganku yang ingin bersalaman sebelum pergi...
hahahahahahha.... benar kan... aku bisa menelpon kedua orang tuaku sendiri... untuk apa aku menitipkan salam pada beliau...
----------------------
Dua hari kemudian...
Aku mendapat telepon dari bapak...
menanyakan apa aku bertemu dengan om Rendy...
"iyaa pak, Ulun ketemu Om Rendy..."
"Dia punya ade yang juga dokter disana?"
bapak kembali bertanya...
"Iya pak..." jawabku lagi...
"Om Rendy ingin melamar kamu buat adenya..." Bapak langsung memberitahuku...
"APAAAAA???" hampir saja handphone ini jatuh kelantai...
"Iya, dia duda yang bercerai dengan istrinya...
kenapa? toh dia tidak punya anak.."
"Dan bapak tau umurnya?" tanyaku sudah dengan nada emosi...
"Iyaa...." jawab bapak tertahan...
"Pakkkkkkk...." aku sedikit memelas...
"Ega baru 23 tahun... dan dr.Ryan berumur 40 tahun.. bapak tau berapa jauh bedanya.."
kudengar bapak menghela nafas..
"Om Rendy berjanji akan membiayai pilkada bapak nanti sepenuhnya jika kamu menikah dengan adiknya"
"TIDAK" jawabku dengan tegas dan setengah berteriak..
"Bapak tega menjual anak bapak?"
"Tidak Ega... kamu salah paham... bapak mengerti.. bapak tidak akan memaksamu..."
Aku hampir menangis... demi pilkada bapak melakukan semua ini...
Aku menutup telpon dari bapak... aku sedikit kecewa..
__ADS_1
Dan malam ini aku menulis surat pengunduran diriku sebagai asisten dokter bedah...
------------
Didepan kepala rumah sakit aku menyerahkan surat pengunduran diriku sebagai asisten dokter bedah...
Kepala rumah sakit menanyakan alasanku di surat yang mengatakan karena alasan yang sangat pribadi..
"berikan alasan yang jelas... ini.bisa mempengaruhi penilaian magangmu"
Dokter kepala ini sangat baik.. bicaranya pun lemah lembut...
"Maaf dokter, saya tidak bisa menjelaskannya"
"Saya akan menyimpan semua pembicaraan kita hari ini..karena inilah tugas saya, mendengar semua keluhan petugas rumah sakit"
Aku menghela nafasku... menceritakan semuanya dari awal... dokter kepala hanya mendengarkan dengan mengangguk angguk...
"jadi maaf dokter, saya tidak bisa lagi bekerja bersama dr.Ryan"
Aku mengakhiri ceritaku...
"Aku sudah mendengar rumor tentang kalian... para perawat sering bergosip hahahah"
dokter kepala menanggapi ceritaku dengan bercanda.. kemudian kembali serius dan berkata...
"baiklah... kamu bisa berhenti menjadi asisten dr.Ryan.. aku akan memanggil dr.Ryan....
sekarang kamu bisa kembali bekerja"
"terima kasih dokter..."
Aku kemudian keluar dari ruangan dokter kepala...
Sebelum aku menutup pintu dengan rapat, aku mendengar dokter kepala menelpon dr.Ryan dan memintanya untuk datang...
Aku bergegas pergi.. tidak ingin bertemu dengan dr.Ryan... sebisa mungkin aku akan menghindarinya...
untuk apa kamu menghindarinya Egaaa
biarlah dia melihatmu...
biarlah dia tau penolakanmu padanya..
Yaa... Biar dia tau bahwa uang tidak dapat membeli cinta... dr.Ryan menggunakan uang keluarganya untuk memikatmu... sosok laki laki yang tidak percaya dengan kemampuannya sendiri..
seorang dokter yang tampan.. memiliki penghasilan yang bagus...tapi dikhianati istrinya dan tidak percaya diri untuk mendapatkan wanita lagi..
Apa yang salah dengan semua ini...
Mari kita ke psikolog atau ahli jiwa untuk menanyakannya....
jangan lupa vote, like dan komennya yaa
LOVE U ALL 😘😘
__ADS_1