Jodohku

Jodohku
Masa Lalu dan Masa depan


__ADS_3

Malam ini... sungguh bete yang luar biasa...


Tidak ada yang bisa kukerjakan...


Handphoneku hilang...


Aku hanya bisa membolak balik badan di tempat tidur sambil menonton televisi...


"Egaaa... sudah tidur belum?"


Kudengar suara dr.Rina memanggilku...


Aku membuka pintu..


"Kenapa?"


"Nih, Kaptenmu menelpon..."


Rina memberikan Handphonenya padaku sambil bertanya...


"Handphonemu kenapa?"


"Hilang..."


"Kapteeenn"


Aku menerima telpon... Aku suka memanggilnya dengan sebutan kapten...


"Bisa keluar malam ini?"


"Sudah jam delapan malam... mau kemana?"


"Ajak Rina buat menemani..."


"Kemana?"


"Aku sudah memesankanmu handphone.. tinggal ambil.."


"Besok aja yaa.. siapa tau handphonenya besok ketemu di rumah sakit.."


"Gak mungkin ketemu lagi... di telpon aja sudah mati terus hapenya..."


"Masih berharap hapenya ketemu.." sahutku lirih dan pelan, hampir seperti bergumam sendiri....


"Kenapa?" Mandala langsung bertanya...


" Banyak foto Yudhis di situ"


Tanpa sadar aku mengucapkannya...


Mandala terdiam sesaat...


"Okey terserah kamu.. kalo besok hapenya belum ketemu.. pergi ke toko itu... aku sudah memesannya untukmu..."


"Baiklah..."


Kemudian Mandala memutuskan panggilan tanpa kata kata lagi...


Aku memberikan handphone kembali pada Rina yang menatapku dengan heran...


"Kenapa...?" tanya ku balik padanya


"Kamu mengatakan pada Mandala kalo banyak foto foto alm Yudhis di dalam hape yang hilang itu??"


"Iyaa, memang benar... Salah?"


"Ega..Ega... kamu pikir hati Mandala itu terbuat dari Emas... sehingga bisa menerima semua yang kamu katakan.."


"Untuk apa cemburu pada orang yang sudah meninggal.."


"Memang benar untuk apa cemburu... tapi paling tidak yang masih hidup ini bisa menjaga perasaan orang lain... jangan jadikan Yudhis berada di tengah antara kamu dan Mandala..."


Aku terdiam...


Rina melanjutkan...


"Jangan kamu kira karena Mandala begitu mencintaimu kamu bisa berbuat semaumu... kesabaran manusia ada batasnya...suatu saat kesabaran Mandala pun akan habis... dan kamu akan terlambat untuk menyesal.."


"Okey... pikirkan itu baik baik dokter chintya..."


Rina pun keluar dari kamar... meninggalkanku yang terdiam sendiri...


Apa benar yang dikatakan Rina??


Hmmm...Biarlah... jika kelak Mandala marah pasti dia akan menunjukkannya padaku...


-------------xxxxxxxx----------------


Esoknya di rumah sakit... Handphoneku tidak di temukan... Handphone itu benar benar hilang... dan hilang pula semua kenanganku bersama Yudhis..

__ADS_1


Foto ketika Yudhis sakit... ketika kami jalan jalan di saat Yudhis masih sehat... dan foto ketika Yudhis pergi untuk selamanya...


Aku menangis di toilet... menangisi hapeku yang hilang atau foto foto yang hilang... atau menangisi keduanya... entahlah.. yang jelas aku hanya ingin menangis....


Sore ini sepulang kerja, aku pergi ke toko Handphone yang diminta oleh Mandala...


Bertemu dengan orang yang sudah diatur Mandala... ternyata orang itu si pemilik toko...


warga keturunan chines yang ramah... ketika bertemu denganku senyum ramahnya langsung keluar...


"Silahkan duduk.. saya akan ambilkan handphonenya.."


Aku hanya mengangguk... hatiku masih sedih...


"Ini... saya sudah bantu untuk nomor simcard nya... sama dengan nomor yang lama..."


"Terima kasih..."


sahutku pelan..


"Jangan terlalu sungkan.. Mandala sudah seperti saudara saya sendiri.."


"berapa harga handphonenya?"


"Mandala sudah membayarnya..."


"Ooooo..."


Hanya itu kata kata yang keluar dari mulutku..


"Tinggal dipakai.. semua aplikasi sudah di download"


"Apa foto foto di hape yang hilang bisa dicari melalui simcard??"


Aku benar benar bertanya itu..


Betapa bodohnya aku...


Semua itu pasti akan sampai ke telinga Mandala...


"Maaf, foto yang disimpan di memory handphone yang hilang tidak bisa ditemukan lagi... kecuali handphonenya ketemu..."


"Baiklah terima kasih.."


Aku menerima handphone yang baru... tanpa memeriksanya lagi langsung berdiri...


"Saya pamit dulu...terima kasih.. maaf sudah merepotkan..."


Aku tidak bersemangat menerima handphone baru ini... walaupun keluaran terbaru dan warnanya sesuai dengan kesukaanku... tapi bagiku handphone ini tidak berarti...


Sesampainya di asrama... aku meletakkan begitu saja handphone baruku... berbaring di atas tempat tidur dan kembali bersedih...


Sadar Ega... Sadar... Bangun dari semua ini...


--------------xxxxxxxx----------------


Dua hari sudah berlalu...


Handphone baru sudah kudapat...


Tapi Mandala tidak ada sama sekali menghubungiku.


Kemaren aku masih bersedih, karenanya aku tidak memikirkan kenapa Mandala tidak menghubungiku.


Tapi ini... sudah dua hari...


Apa aku yang harus menghubunginya terlebih dahulu.


Baiklah... aku yang akan menghubunginya...


Aku menelponnya...


Tidak terangkat...


ini masih jam setengah enam pagi.. mungkin masih tidur... tapi Mandala selalu melaksanakan sholat subuh.. tidak mungkin dia masih tidur....


Kucoba menelpon kembali...


Di dering yang ketiga.. telponnya diangkat... kudengar suara wanita disana...


"Halo..."


Jantungku langsung berdegup kencang... siapa wanita ini..


"Maaf....Kapten Mandala ada?"


"Kapten sedang di luar... handphonenya tertinggal di kamar.. saya bicara dengan siapa..."


Dikamar?? pikiranku langsung buruk... untuk apa wanita ini dikamar kapten...

__ADS_1


"Saya dokter Chintya... terima kasih.."


Aku langsung memutuskan panggilan...


Apa yang dilakukan Mandala kalo di luar sana...


Apa dia memiliki wanita di setiap tempat yang dia datangi...


Aku masih berfikiran negatif tentang Mandala dan wanita itu... handphoneku berdering...


"Halo dokter...." suara di seberang langsung kudengar.. tapi aku hanya diam...


"Aku breafing di luar... handphone tertinggal di kamar"


"Dikamar mana?"


"Kamar tidurku..."


"Dengan seorang Wanita??"


"Apa yang kamu katakan?"


"Seorang Wanita mengangkat handphonemu sebelum ini.."


"Aku tidak tau.. aku baru masuk kamar dan melihat panggilan tak terjawab darimu.. tidak ada siapa siapa disini.."


"Aku tidak berbohong... dan aku tidak tuli.. "


"Aku akan mencari tau.. kenapa tiba tiba ingat menelponku?"


"Sudah dua hari kamu tidak menghubungiku.."


seperti biasa, aku bersuara manja pada Mandala


"Handphonemu kan hilang.."


"Dua hari yang lalu aku sudah mengambil handphone di toko yang kamu suruh.."


"Kenapa setelah mengambil handphone kamu tidak memberitahuku?"


"Iyaa.. maaf... lupa..."


"Lupa atau yang lain??"


"Maksudnya apa??"


"Sudah bisa melupakan kesedihan..."


"Kesedihan apa?"


"Kamu sedih kan kehilangan hape lamamu.."


Aku terdiam... Dari mana Mandala tahu...


"Maaf... " cuman itu yang kuucapkan...


"Aku tidak perduli tentang Yudhis... bagiku dia masa lalumu... tapi jika kamu terus melihat masa lalumu... bagaimana kamu bisa berada dengan masa depanmu... Aku manusia biasa.. Dewa di cerita Yunani pun bisa marah.. apalagi aku.."


"Maaf.... "


aku mulai sedikit terisak.. kesedihan karena kehilangan hape dan kemarahan Mandala menjadi satu di dadaku...


Sepertinya Mandala mulai menyadari perubahan pada suara dan nafasku...


"Sudah cukup... kamu sudah sarapan?"


Mandala kembali bersuara lembut padaku...


"Belum..." aku masih sedikit terisak...


"Sarapan dulu... aku juga mau sarapan..."


"Iyaa..."


"Egaaa... " baru kali ini kudengar Mandala memanggilku dengan nama itu...


"Iyaaa... " jawabku masih dengan suara yang pelan...


"I LOVE YOU..."


Belum kusadar sepenuhnya dengan kata kata Mandala... panggilan sudah terputus...


Kapten... aku tau kamu mencintaiku...


Aku tau kamu begitu menyayangiku...


Tapi aku tidak tau.. apa aku juga mencintaimu...


------------

__ADS_1


Jangan lupa like, vote dan komennya yaa


LOVE YOU 😘😘


__ADS_2