
Hari ini Tami sengaja main kerumah Lisa sepulang kuliah, sudah sejak beberapa hari lalu memang Tami sudah merencanakan untuk main, tapi karena jadwal dan tugas kuliah yang banyak membuatnya baru bisa main ke rumah Lisa hari jum'at siang.
Tami pergi kerumah Lisa naik ojek online, setelah sampai di depan rumah, Tami langsung menyapa pak satpam yang kini sudah kenal dengannya.
" Non Tami mau ketemu sama Non Lisa ya?", tanya pak satpam.
" Iya Pak, Lisa pasti dirumah kan, dia kans setiap hari ada di rumah", ucap Lisa sambil nyengir.
" Nggak di rumah, Non Lisanya lagi di rumah sakit, kayaknya mau lahiran", ujar pak satpam memberi tahu.
" Apa Lisa mau melahirkan?", seru Tami terkejut, " di rumah sakit mana Pak?", tanya Tami kemudian.
" Rumah sakit Medika Non, mungkin kalau sekarang sudah melahirkan, non Lisa dan tuan Rafa pergi jam 3 pagi tadi, nyonya Meisi dan Tuan Johan juga baru nyusul ke rumah sakit sekitar jam 7 pagi", pak satpam kembali memberi informasi.
" Ya sudah, makasih pak , saya mau langsung kerumah sakit saja", ucap Tami sambil berlalu.
Tami kembali memesan ojek online dan menuju rumah sakit Medika untuk menengok Lisa.
" Apa boleh tahu, pasien atas nama Melisa Wulandari ada di kamar apa?", tanya Tami saat dia sampai di resepsionis rumah sakit.
" Owh nyonya Melisa ada di ruang anggrek, kamar nomer 4 nona", jawab petugas resepsionis.
" Terimakasih banyak atas informasinya", Tami berjalan mengikuti arah panah dari plang bertuliskan nama-nama kamar.
" Anggrek lurus, belok kanan, ya ini ruang anggrek, kamar nomer 4 mana ya?", Tami menyusuri lorong sambil menatap nomer pada pintu kamar. Akhirnya Tami menemukan kamar dengan nomor 4 menempel pada pintunya.
tok...tok...tok..tok...
Tami berdiri di depan pintu kamar dan terdengar seseorang membuka pintu kamar itu, nampak wajah sumringah Rafa dari balik pintu.
__ADS_1
" Eh ada tante Tami, masuk Tam", ucap Rafa mempersilahkan Tami untuk masuk.
Tami pun masuk dan menyalami Nyonya Meisi dan Tuan Johan yang sedang duduk di sofa kamar rawat Lisa dan di depannya ada *** bayi berisi bayi mungil yang montok dan sangat lucu.
" Apa ini bayinya Lisa?", tanya Tami spitcles melihat bayi yang sedang di tunggui oleh kedua orang tua Rafa. Sedangkan Lisa masih terbaring di ranjang dengan perut yang sudah mengecil.
Lisa mengangguk sambil tersenyum lebar.
" Itu kenalan sama tante Tami de, biar kelak bisa belajar bela diri sama tante Tami", ucap Lisa sambil berusaha bangun dan duduk.
Rafa langsung membantu Lisa memperbaiki posisinya. Tami langsung menghambur dan memeluk Lisa penuh haru dan bahagia.
" Selamat ya Lis, kau sudah resmi jadi ibu, aku ikut bahagia banget, maaf aku belum bawa kado buat ponakanku yang ganteng, ku kira kamu baru mau melahirkan, tapi ternyata sudah keluar dedenya, kamu benar-benar keren Lis", seru Tami dengan ekspresi wajah berbinar.
Tami kemudian menatap ke arah Rafa, selamat Tuan Rafa, sekarang sudah resmi jadi papa, terus Rafa junior mau diberi nama siapa?", tanya Tami penasaran.
" Iya soalnya bulan lalu saat aku teleponan sama mba Susi, dia kan juga sudah lahiran dua bulan yang lalu, dan nama anaknya itu panjang banget, jadi susah mengingatnya", ucap Lisa memberi alasan.
" Jadi mba Susi juga sudah punya anak Lis?, cewe apa cowo?", tanya Tami.
" Cowok juga, sama kaya anakku cowok, nama panggilannya Azka, tapi nama panjangnya jujur aku nggak ingat, padahal dulu dikasih tau tapi panjang banget jadi susah ngingetnya, yang jelas nama panggilannya Azka", ucap Lisa menyingkat cerita
" Wah nantinya saat mereka menjadi besar akan jadi sepantaran", ucap Tami
Tami terus di kamar Lisa menemaninya bersama Rafa dan kedua orangtuanya, hinga sore hari .
Saat sore nyonya Meisi dan Tuan Johan pamit untuk pulang terlebih dahulu, mereka berniat untuk mempersiapkan kamar bayi untuk cucunya yang besok akan pulang ke rumah, tapi Lisa menolaknya, karena Lisa ingin box tempat tidur bayi di taruh di kamarnya, Lisa ingin dede bayi tidur bersama dan sekamar dengannya.
Akhirnya nyonya Meisi dan Tuan Johan pamit untuk menata ulang kamar Lisa yang ada di lantai bawah, agar saat Lisa dan bayinya pulang besok, baju dan kasur bayi sudah siap di kamarnya.
__ADS_1
" Bunda dan ayah pulang dulu ya, kamu jaga diri baik-baik disini, besok ayah dan bunda datang kesini lagi pas kalian mau balik kerumah", ujar Bunda sambil memeluk Lisa dan keluar dari kamar.
" Tami temani Lisa ya disini, siapa tahu nanti pas Lisa lagi makan bayinya nangis, jadi tolong jangan pulang, disini saja nginep, besok kuliahnya libur kan?", tanya nyonya Meisi.
" Iya besok libur, Tami akan nginep disini dan temani Lisa malam ini nyonya", ucap Tami pada nyonya Meisi.
" Bunda, Tami, panggil bunda saja sama seperti Lisa dan Rafa, kau dan Doni kan sudah seperti keluarga, jadi jangan panggil Nyonya, kesannya seperti orang lain", ujar nyonya Meisi sambil keluar dari kamar Lisa diikuti oleh tuan Johan yang sudah berpamitan pada Rafa dan Lisa tadi.
***
Doni keluar dari kantor usai sholat Isa, dia memang lembur karena banyaknya pekerjaan hari ini, Rafa tidak berangkat dan tadi mengabari kalau Lisa akan melahirkan, sehingga Doni harus menghandle beberapa pekerjaan Rafa, karena sekarang posisi Doni di perusahaan yang berubah dari manager HRD menjadi asisten pribadi Rafa, Rafa memilih Doni sebagai asisten pribadinya karena Doni memang sangat berkompeten.
Doni mencoba menghubungi Tami setelah sampai di parkiran dan duduk di dalam mobilnya.
" Halo assalamualaikum", Suara ruang Tamu membuat rasa lelahnya sedikit berkurang.
" Apa kau sekarang lagi di rumah sakit nungguin Lisa?", tanya Doni mencari tahu.
" Iya, malam ini Tami mau nginep buat temenin Lisa, dia masih repot karena baru melahirkan dan tubuhnya masih pada sakit katanya ", ujar Tami menjelaskan.
" Oke, aku susul kamu ke rumah sakit ya, sudah seminggu nggak ketemu, rasanya kangeeeen... banget", ucap Doni merayu.
" Ish, biasa aja kali hilang kangennya, nggak usah kepanjangan, ya sudah kesini saja, cuma ada aku dan tuan Rafa di sini", ujar Tami sambil melirik ke arah Lisa yang tengah mencoba menyusui bayinya.
" Jangan lupa mandi dulu di kantor juga nggak papa, dede bayi harus steril", ucap Tami.
" Oke nanti kakak pulang ke apartemen dulu sebentar, ini sudah lagi dijalan, tapi karena harus steril mending mandi dan ganti baju di rumah saja", ucap Doni.
" Ya sudah sampai ketemu nanti sayang", goda Tami, kemudian menutup teleponnya.
__ADS_1