
Matahari masuk melalui celah horden...
Aku membuka mataku... sudah siang... aku melihat jam tanganku.. sudah pukul sepuluh pagi..
Melalui telepon di guest house ini, aku sudah meminta ijin ke rumah sakit tadi malam...
Dan melalui satu butir obat tidur, baru aku bisa tertidur di pukul tiga pagi...
Aku meregangkan otot otot di badanku...
Membuka horden kamar dan membiarkan sinar matahari mengenai wajahku...
Apa yang kulakukan di sini??
Kenapa aku harus bersembunyi...
Apa pun yang terjadi nanti.. aku seorang wanita mandiri..
Aku tidak seharusnya takut di tinggalkan mandala..
Aku memiliki pekerjaan yang tetap..
Aku bisa menghidupi diriku sendiri...
Aku bisa kembali ke daerah tanpa harus memikirkan Mandala...
huh.. aku menepis bayangan jahat diriku yang berhasil masuk keotakku..
Mandala...
Pasti semalaman dia khawatir...
Pasti dia sudah mencariku kemana mana..
Akankah dia bertindak gila untuk mencariku...
Atau....
Dia senang aku tidak pulang 😥😥
Aku menutupi wajahku yang bingung...
Bagaimanapun juga hari ini aku harus kembali..
segalanya harus di perjelas hari ini...
Setelah Mandi, aku memutuskan untuk pulang ke asrama...
Tapi kaki ini terasa berat..
Ega... sepahit apapun itu.. kamu harus menghadapinya...
dengarkan dulu penjelasan mandala....
Aku memanggil taksi...
Jika memang Mandala tidak bekerja.. kami akan bertemu di Asrama...
Tapi jika dia bekerja, aku memutuskan untuk mengemasi semua barang barangku...
Taksi memasuki pintu gerbang Asrama...
Aku membuka jendela mobil menunjukkan wajahku pada penjaga...
"bu dokter, kenapa naik taksi?"
Penjaga bertanya padaku... aku hanya tersenyum...
Pagi begini asrama memang sepi...
Anak anak masih sekolah, dan para ibu pun masih dengan aktivitasnya masing masing..
Pintu rumah tertutup.. mobil Mandala pun tidak ada.. berarti mandala tidak ada di rumah...
Aku memasuki rumah... benar, mandala tidak di rumah..
kamarpun masih rapi.. artinya mandala semalam tidak tidur di kamar ini..
Aku mengambil koperku... mengambil beberapa baju dan memasukan kedalam koper...
Tiba tiba terdengar suara mobil yang di rem dengan cepat dan suara pintu yang tertutup dengan keras..
Mandala pulang.. mungkin ada yang melapor pada Mandala kalo aku sudah kembali ke asrama...
Aku meneruskan apa yang sudah kulakukan..
Mandala masuk ke kamar bersama Melky...
Mereka memandangku sesaat.. melihat apa yang kulakukan...
Mandala memelukku.. Aku hanya diam...
Melky pun keluar dan menutup pintu...
"Kemana kamu? apa yang kamu lakukan?kenapa handphonemu mati"
Mandala memelukku sambil bertanya.. tidak ada nada marah dalam suaranya.. masih dengan kelembutannya berbicara padaku... hanya suaranya sedikit bergetar... menahan marah atau karena khawatir...
"Kalo kamu ingin membunuhku, beri aku racun.. jangan bunuh aku dengan kepergianmu"
Air mataku tiba tiba menetes mendengar semua kata kata mandala..
Kenapa Mandala tidak memarahiku??
Kenapa Mandala masih berkata lembut padaku?
Setelah yang kulakukan semalam jelas jelas membuatnya khawatir...
"Aku berselingkuh, aku tidur di hotel bersama laki laki lain"
kata kata itu keluar dari mulutku...
Mandala semakin mempererat pelukannya...
"Maaf.. maaf.. maaf.. aku menyembunyikan tentang sarah padamu"
Sarah???? ooo itu toh nama perempuan itu...
Mandala berbicara tapi terus memelukku...
"Semua tidak seperti yang kamu pikirkan... tenangkan dirimu.. aku akan menjelaskan semuanya.."
Aku menarik nafas panjang..
Aku memang perlu penjelasan itu pikirku di dalam hati..
Masih dalam posisi memelukku...
"Kamu sudah bisa mendengarkan penjelasanku? mau duduk atau terus ku peluk?"
__ADS_1
Aku mendorong mandala... artinya aku tidak lagi ingin di peluknya...
Mandala melepaskanku tapi masih memegang pundakku...
"Duduklah... kamu sudah makan? aku belikan makan untukmu dulu ya.."
Mandala memintaku duduk diatas tempat tidur kemudian keluar kamar..
Aku mendengar mandala meminta melky membelikanku makanan... kemudian suara pintu di tutup dan suara mobil yang bersiap untuk pergi..
Mandala masuk membawakanku segelas susu coklat kesukaanku...
Aku memandanginya sekilas...
Tidak ada tanda tanda kemarahan di wajahnya...
Hanya terlihat wajah khawatir dan kurang tidur..
Aku merasa bersalah...
Aku tidak sepenuhnya yakin mandala memiliki istri lagi... aku sebenarnya percaya pada mandala..
Tapi setan jahat telah merasukiku kemarin.. dan membuatku tidak pulang kerumah..
"Minumlah.. untuk mengisi perut.. Melky masih membelikanmu makan"
Aku mengambil gelas di tangan Mandala... meminumnya sedikit demi sedikit..
Mandala berjongkok di depanku.. terus memandangiku.. sesekali membersihkan sisa minuman dipinggir bibirku dengan tisu...
Aku hanya diam tanpa suara...
Mandala tahu sifatku.. jika aku marah atau ada yang tidak aku sukai, aku hanya akan diam tanpa suara..
Mandala mengambil gelas di tanganku.. menaruhnya di meja rias... menarik kursi di meja rias dan kembali duduk di depanku...
"Sekian tahun aku mencarimu, aku menemukanmu dan menjadikanmu istriku.. aku mencintaimu.. apa aku bodoh jika aku memiliki istri lagi?"
Mandala menggenggam tanganku..
"Tidak kah kamu percaya bahwa aku tidak mungkin melakukan itu semua?"
Aku masih tidak bergeming.. tetap diam mendengarkan semua kata kata yang di ucapkan mandala...
"Aku ingin kita saling percaya dan saling yakin.. bahwa kita berdua saling mencintai.. tidak akan berbuat yang salah untuk cinta kita"
"Tapi kemarin kamu meragukanku.. kamu tidak mempercayaiku.. kamu pergi tanpa meminta penjelasan dariku.. itu menyakitiku sayang.."
"Aku gelisah ketika kamu tidak pulang.. aku mulai khawatir ketika handphonemu tidak bisa di hubungi.. Aku marah pada asisten di rumah besar yang menyembunyikan kedatanganmu dan bertemu dengan sarah... tapi dari semua itu, yang paling penting adalah Aku kecewa... kecewa karena kamu tidak mempercayaiku.."
Air mataku mulai menetes satu demi satu..
Mandala menggenggam tanganku..
Aku pun tidak bisa menghapus air mataku...
Mandala membiarkan air mataku terus turun dan lanjut berbicara..
"Aku akan melepaskanmu jika memang kamu ingin pergi dariku.. tapi jangan dalam keadaan marah dan kecewa.. aku tidak ingin menutup cinta kita dengan ketidakpercayaan"
Gerimis yang menetes di mataku mulai menjadi hujan.. mandala berdiri dan membawaku kedalam pelukannya...
Aku menangis di dalam pelukan mandala...
Melky mengetuk pintu kamar dan membawa satu piring nasi bungkus..
Mengambil piring dari Melky...
"Pulanglah.. kami baik baik saja"
Mandala berkata pada Melky..
"Abang juga belum makan dari kemarin.. aku membeli nasi lebih.. ada di meja makan, abang juga harus makan"
Melky berkata seolah olah memberitahuku.. bahwa Mandala belum makan karena mencariku..
"Baiklah aku akan makan nanti.. beritahukan Ama untuk tidak lagi khawatir"
"Aku pulang dulu..."
Melky keluar.. mandala pun mengikuti Melky..
setelah itu terdengar suara mobil pergi dan pintu depan yang dikunci...
Karena hanya kami berdua di rumah.. mandala tidak menutup pintu kamar..
"Ayo makan.. aku juga lapar.."
Suara Mandala seperti biasa... seperti tidak ada insiden kaburnya aku dari rumah..
Aku mengangkat wajahku.. memandangi mandala.. Mandala tersenyum.. mengulurkan tangannya padaku.. aku masih menatapnya.. Mandala meraih tanganku dan membawaku ke ruang makan..
"Jangan makan di kamar kan.. kamu suka memarahiku jika aku makan sesuatu di kamar"
Mandala mendudukkanku di kursi.. membuka kan nasi bungkus untukku.. baru mandala duduk di depanku.. juga membuka nasi bungkusnya.. dan mulai bersiap untuk makan...
"Ayo makan.. "
Mandala makan seperti biasanya.. aku pun ikut makan karena memang dari semalam aku hanya makan roti yang ku beli sebelum masuk ke guest house..
Sesekali aku memandang Mandala yang sedang makan dengan lahapnya...
Sikapnya.. kata katanya... suaranya..
Aaarrrggghhhh bodohnya aku...
Kenapa aku kabur darinya semalam...
Mataku mulai kembali berawan..
"Makan dulu.. gak enak kan kalo nasinya di kasih kuah air mata"
Mandala menghapus air yang belum menetes dipinggir mataku...
"Maaf.."
Akhirnya aku membuka mulutku...
Mandala menghentikan gerakan tangannya yang bersiap untuk menyuap nasi...
"Makan dulu.. nanti kita bicara"
Aku pun menghabiskan setengah bungkus nasiku..
dan Mandala menghabiskan seluruh nasi bungkusnya..
Mandala yang membersihkan meja makan..
Memberiku air putih...
__ADS_1
Mengupaskan jeruk buatku..
dan kembali duduk di depanku..
Aku sedikit lebih tenang..
Aku pun sudah duduk dengan santai sambil mengambil buah yang di berikan mandala padaku..
Mandala pun selalu tersenyum memandangku...
"Ayo kita ke kamar.."
Mandala meraih tanganku dan membawaku ke kamar..
Mandala membuka baju.. bertelanjang dada di depanku...
"Kembalikan baju bajumu ke dalam lemari.. aku mandi dulu"
Mandala membelai kepalaku dan mencium keningku.. kemudian kekamar mandi.. membiarkanku merenung sendiri di kamar...
Bodohnya kamu Ega..
Lihat.. betapa baiknya Mandala padamu..
Betapa dia mencintaimu...
Itu cuma taktik Ega...
dia baik padamu agar sifat aslinya tidak ketahuan..
husss... hussss... pergi kalian semua dari kepalaku...
"Yang..."
Entah sejak kapan mandala sudah kembali ke kamar dengan rambut basahnya... dan melihatku mengibas ngibaskan tangan di depan kepalaku...
Mandala mengambil pakaiannya...
mengeringkan rambut dengan handuk...
biasanya.. aku yang membantunya mengeringkan rambut...
"Temani aku tidur... aku mengantuk"
Mandala menarikku ke tempat tidur...
"Sini..."
Aku masih mengenakan pakaian lengkap dengan jilbabku... mandala membuka jilbabku.. meletakkannya di ujung tempat tidur...
membawaku kembali ke pelukannya dan membelai rambutku...
"Aku seperti mati suri.. semalam aku mati dan hari ini aku hidup kembali.. aku juga seperti orang gila.. mencarimu ke seluruh kota.. Aku merindukanmu sayang"
Mandala mempererat pelukannya..
"Maaf.. aku salah.. aku membuatmu khawatir.."
Akhirnya aku membuka suaraku...
"Aku bingung..."
Air mataku kembali keluar.. membasahi baju mandala...
Mandala mencium kepalaku...
mengelus pundakku.. menenangkanku yang terus menangis...
"Namanya Sarah...umurnya baru dua puluh tahun"
Mandala mulai memberi penjelasan...
"Tiga bulan yang lalu di bencana tsunami.. kami menemukannya... seluruh keluarganya meninggal.. dia depresi.. Ama mengambil alih untuk menjadi walinya.. membawanya ke ibukota dan merawatnya di rumah sakit... satu bulan yang lalu kami baru tahu kalo dia hamil... Melky mencari tahu tentang keluarganya..."
Mandala menarik nafas panjang dan kembali melanjutkan...
"Sarah sudah memiliki suami, baru satu bulan menikah sebelum bencana terjadi.. suaminya pun ternyata ikut menjadi korban dan belum di temukan sampai sekarang..."
"Keluarga suaminya masih ada yang hidup.. tapi karena keadaan di sana yang belum stabil.. mereka ingin sarah tetap di rawat di sini.."
"Suaminya ternyata juga seorang Tentara angkatan udara dan sekarang sedang bersekolah pilot... karenanya setiap melihatku memakai pakaian tentara dia akan bereaksi.. memelukku seolah olah aku adalah suaminya.. tapi jika aku berpakaian biasa, dia tidak bereaksi terhadapku.."
"Karena itu kamu menolak ke rumah besar ketika menjemputku di bandara? karena kamu waktu itu memakai pakaian pilotmu?"
Aku bertanya pada Mandala...
"Iya... aku belum menceritakan tentangnya padamu.. aku takut kamu salah paham.. ternyata benar.. kamu salah paham"
"Kenapa tidak bercerita padaku?"
"Terlalu banyak yang terjadi...aku tidak ingin menambah beban pikiranmu.. kamu sudah terlalu lelah mengurus semuanya setelah bapak meninggal.. aku pikir masih ada waktu untukku bercerita.. aku juga tidak memperkirakan bahwa kamu akan pergi kerumah besar sendiri"
"Dapatkah aku mempercayai ceritamu?"
"Yang... ketidakpercayaanmu itu menyakiti hatiku..
kamu bisa bertanya pada Ama atau Melky kebenaran ceritaku"
"Mereka bisa saja bersekutu denganmu"
Mandala menggigit telingaku..
"Aduh.. sakit.." Aku berteriak..
"Ama menyayangimu seperti anaknya sendiri.. Melky menghormatimu lebih dari dia menghormatiku.. tegakah mereka membohongimu..."
Aku memeluk Mandala.. membenamkan kepalaku di dada mandala...
"Ketidak percayaanmu padaku lebih sakit dari pisau yang menusuk tubuhku.."
"Maaf... aku meragukanmu.. mulai sekarang aku tidak akan bertindak bodoh lagi.."
"Percayalah bahwa aku tidak akan pernah mengkhianatimu.."
Mandala kembali mencium kepalaku..
"Aku mengantuk.. tapi aku ingin menghukummu dulu karena kabur dariku kemarin"
Mandala mulai mencium bibirku.. turun keleher dan kebagian tubuhku yang lainnya 🙈
Mandala memulai aksinya..
Aku menerima hukuman dari Mandala dengan tetap di tempat tidur dan berada di pelukan mandala sampai kami berdua terlelap di dalam mimpi...
----------
Jangan lupa Votenya yaa...
LOVE YOU 😘😘😘😘
__ADS_1