Jodohku

Jodohku
"Yes mom...saya bersedia..."


__ADS_3

"Apa masalah kita?"


Mandala duduk di depanku.. matanya terus memandangku...


Aku mengangkat bahuku...


Mandala kembali berkata...


"Apa yang harus kita bicarakan kalo kamu pun tidak tau apa masalah kita.."


Aku hanya membolak balik berkas didepanku... menyusunnya.. membongkarnya... menyusunnya kembali...


Mandala mengambil berkas di depanku.. menyusunnya menjadi satu... memasukan kedalam tas.. mengikat tas dan menarohnya di samping meja..


"Kita bicara serius..."


"Iyaa... " Akhirnya aku mengalah...


"Ibu ingin jawaban pasti darimu sebelum ibu kembali ke turki.. karena apa pun jawabanmu itu, akan disampaikan ibu pada keluarga besar disana..."


Aku kembali terdiam... Apa yang harus aku jawab???


"Kamu belum makan dari tadi malam kan?"


"Sudah..." Aku berusaha mengelak...


"Bohong... dr.Rina bilang, Indomie yang kamu minta tidak kamu masak.. dan makanan yang kuantar kamu berikan pada satpam.."


Aku memandang Mandala...


"Rupanya banyak informanmu di Asrama... dari mana kamu dapat nomor hape dr.Rina???"


"Kenapa? cemburu?"


"Untuk apa aku cemburu.."


"dr.Rina memberikan nomor handphonenya dengan sukarela padaku.. tidak seperti kamu...aku harus melakukan berbagai cara..."


"mungkin dia suka kamu.. jadi memberikan nomor hapenya dengan senang hati.. berharap kamu menghubunginya..."


"Iya, aku memang menghubunginya... Untuk mengetahui kabarmu..


Wanita mana yang tidak suka melihatku.."


Narsisnya kembali lagi...


"Contohnya wanita yang didalam..."


Aku berbicara semauku...


"Wanita yang didalam???"


Mandala mengerutkan keningnya.. baru kemudian mulutnya membentuk huruf O sambil tersenyum kecil..


"Kartika??"


Aku hanya cemberut...


Mandala tertawa sambil mendekatiku... duduk diatas meja didepanku...


Mandala terus tertawa kecil melihat ekspresiku...


Tiba tiba dia berdiri.. menarikku kedalam pelukannya..


Aku memejamkan mataku.. menikmati aroma ini..


Mandala atau Yudhis yang kuharapkan memelukku..


"Tidak ada wanita lain di hatiku selain ibu, Ina, kakak dan calon istriku..."


Mendengar kata katanya.. aku mendorong tubuhnya menjauh...


"Calon istri?? itu bisa siapa saja..."


Mandala kembali tertawa..


Dan kembali duduk diatas meja..


Matanya terus memandangku...


Jadi salah tingkah kan aku.... 🤭


Mandala meraih tanganku... menepuk nepuknya...


"Dua hari ini aku tidak tenang... Aku marah padamu.. aku marah pada sifat keras kepalamu.. kamu seperti anak kecil.. tapi aku tidak bisa mengeluarkan kata kata marah itu padamu... aku berusaha untuk tidak menghubungimu... agar emosiku mereda... tapi itu sungguh menyiksaku..


Aku Sadar kamu adalah anak tunggal.. karenanya sifat keras kepalamu itu sama kerasnya dengan batu..."


Mandala mengetok pelan kepalaku...


"Ini ni yang kepala batu.."


Aku memandang mandala... melihat ke mata birunya.. mata yang di gilai banyak wanita...


Tapi dimata itu hanya ada aku...


Aku wanita yang sungguh beruntung...


"Ehm...ehm..."


Terdengar sebuah suara di pintu...


Aku dan Mandala menoleh bersamaan...


Kakak Dali memandang kami dengan senyum usilnya..


"Dala, mom mau ketemu Ega.. kakak pinjam sebentar yaa.. "


Mandala berdiri.. menarikku untuk juga berdiri... tangannya masih menggenggam tanganku... mengajakku masuk kedalam...


dr.Farid tertawa..


"Dalaaa... apa perang dinginnya sudah berakhir.."

__ADS_1


Mandala melepas tanganku..


Membiarkan kakak membawaku menemui ibu dikamar..


Aku sempat melihat ke arah kartika...


Dia duduk di sofa... matanya melihatku dengan tajam... aku tersenyum dan mengangguk padanya...


Dikamar.....


Ibu mandala duduk dikursi roda... memandang keluar jendela.. dari jendela itu sepertinya beliau bisa melihat adeganku dengan mandala tadi...


Waduh, kami di mata matai 🙈


"Mom... " Kak Dali memanggil ibunya..


Ibu Mandala memutar kursi roda... tersenyum...


"Duduk sayang..."


Ibu Mandala menunjuk sebuah kursi kecil di dekat tempat tidur..


Ketika aku duduk, ibu mandala mendekatiku... beliau tepat didepanku...


Aku memainkan jari jari tanganku.. tidak tau harus berbuat dan berkata apa...


Ibu Mandala meraih tanganku.. menggenggamnya erat..


"its okey honey... saya tidak akan memakanmu"


Aku tersenyum, mengangkat wajahku... memandang wajah manis keibuan didepanku...


Ibu Mandala kembali mengelus tanganku...


"Kamu bersedia menjadi menantu saya?"


Ibu Mandala sama seperti Mandala... selalu to the point... menanyakan sesuatu langsung pada intinya...


"Apa ibu bersedia menerima saya? kata mandala, saya gadis yang berkepala batu.."


Ibunya Mandala tertawa kecil..


"Batu, bila disiram air terus, lama lama akan mengikis.. Mandala tau bagaimana menaklukan gadis keras kepala sepertimu..."


"Mama akan kembali ke turki minggu depan... harus memberitahukan keluarga disana apa keputusanmu.. bisakah kamu memberitahu mama sekarang apa keputusanmu..."


Dapatkah aku membuat keputusan saat ini??


Ikuti kata hatimu Ega... Jauhkan gengsi dan ego mu..


"Ibu..."


"Panggil saya Mama.. atau Mom.. seperti Dali dan Dala memanggil saya..."


"Mama... bisakah mama berjanji pada saya?"


"Kamu ingin mama berjanji apa?"


"Jangan beritahukan Mandala apa keputusan saya saat ini... saya tidak ingin dia tahu.."


"Kamu senang membuat anak mama kesal dan marah.. kenapa?? apa karena kamu tau bahwa dia sangat menyukaimu.. "


Aku tersenyum manis...


"karena saya suka melihat mandala memperhatikan saya.. saya suka melihat mandala kesal karena saya.. biarkan mandala mencari tahu dalam sebulan ini bagaimana keputusan saya..."


"Kamu lupa kalo Mandala adalah anak laki laki mama.. mama akan membela anak mama.."


"Kalo begitu Mama pun akan sama seperti Mandala, sebulan kedepan baru akan mengetahui keputusan saya.."


"Hahahhaha, baiklah.. mama akan berjanji padamu... Mandala tidak akan mengetahui apa pun... sekarang katakan pada mama... apa kamu mau menjadi menantu mama? menjadi istrinya Mandala..."


Aku mengangguk dan tersenyum..


"Yes Mom... Saya bersedia..."


ketika aku mengatakan itu... perasaanku tiba tiba menjadi lega.. beban berat didadaku hilang seketika..


Ibunya Mandala menarikku kedalam pelukannya..


"Terima kasih... terima kasih... kamu membuat mama bahagia... ketika Mandala bahagia itulah kebahagiaan mama sayang..."


Ibunya Mandala mencium kedua pipiku.. mencium keningku.. kembali memelukku... aku dapat merasakan betapa bahagianya beliau dengan keputusanku...


Pintu kamar di ketok...


"Mom...."


Mandala masuk kedalam kamar... memandangi kami berdua... tatapannya penuh curiga...


"Kenapa.. gak pernah liat orang yaa?"


Aku berkata lebih dulu pada Mandala...


"belum pernah liat dokter secantik kamu...


Mom.... kita harus berangkat..."


"Baiklah..."


Mandala mendorong kursi roda ibunya..


Aku mengikuti dibelakang mereka...


Mandala menoleh padaku..


"Apa yang dibicarakan dengan mama??"


"Rahasia..."


"dokteeeerrrr...."


"berani bayar berapa supaya tau rahasia kami?"

__ADS_1


"Dua kali cium... boleh?"


"itu menguntungkan buatmu... bukan buatku.."


"siapa bilang... itu simbiosis mutualisme... menguntungkan buat kita berdua.. mau coba?"


Aku melototkan mataku pada Mandala...


"Kalian berdua bisa diam? mama tidak ingin tidak diperhatikan seperti ini..."


Mandala tertawa...


"Mom, beritahu pada anakmu yang ganteng ini, apa yang kalian bicarakan.."


"Kalau kamu terus seperti ini... mama akan meminta Ega untuk tidak menerimamu..."


Mandala menarik nafas...


"Sepertinya aku sudah bukan anak kesayangan mama lagi.. tersingkirkan oleh seseorang.."


Mandala melihatku.. dan aku membalasnya dengan tersenyum congkak...


-------------


Kami sampai dilandasan AU...


Mandala melapor terlebih dahulu..


kemudian keluar kembali bersama beberapa orang untuk membantu mendorong kursi roda Mama dan Ina..


Mandala memberikan instruksi pada kakaknya...


Karena harus membawa Malika menggunakan helikopter.. jadi telinga malika harus disumpal kapas terlebih dahulu...


setelah selesai.. seseorang pun membawa malika dan kakak Dali menuju helikopter...


"Ega... hubungi saya terus kalo ada masalah di rumah sakit..." dr.Farid kembali memberiku instruksi..


"baik dokter.."


kemudian dr.Farid pun dibawa menuju helikopter...


tertinggal aku dan kartika disini...


tidak saling berbicara.. mataku terus tertuju pada helikopter dibalik pintu kaca itu...


Seseorang muncul di depan kami... sudah memakai pakaian pilot TNI AU... keluar pintu kaca...


dan berkata pada kartika...


"Kartika, terima kasih sudah mengantar kami..."


"Jangan terlalu sungkan pada teman sendiri..."


kartika berkata pelan dan lembut..


Mandala menarikku masuk kedalam ruang kaca...


dari luar tentu saja kartika melihat kami...


"jangan lupa makan... jaga kesehatan... sampai ketemu satu bulan lagi..."


Mandala memelukku... dagunya di letakkan diatas kepalaku...


Sebelum melepaskanku... Mandala mencium keningku..


waktu itu dia mencuri pipiku...


kali ini dia mencuri keningku...


"hati hati.."


cuman dua kata itu yang kuucapkan...


terakhir kali sebelum pergi, Mandala menjentik hidungku..


Aku memandangi belakangnya yang semakin menjauh.. seseorang mengajakku untuk keluar ruangan..


Dipintu kaca tempat pertama kami berdiri tadi...


seseorang masih berdiri di situ...


"seorang dokter yang pintar akting... ngakunya gak punya hubungan.."


"kenapa? kecewa??.. kami belum resmi menikah.. kamu masih boleh merebutnya dari saya... ketika Mandala memilih kamu.. maka saya akan melepaskannya untukmu..."


"kamu mengejek saya?? saya bisa melihat bagaimana Mandala begitu mencintaimu... khawatir ketika kamu belum makan... beritahu saya, bagaimana caranya saya merebutnya dari kamu.."


"berdoa pada yang Kuasa... hanya yang Kuasalah yang bisa membolak balik kan hati seseorang.."


Kartika menarik nafas kesal... membalikkan badannya dan meninggalkanku pergi..


Aku tersenyum pada seseorang yang tadi mengantarku keluar..


"Saya pergi dulu..." pamitku padanya


"Baik ibu, hati hati dijalan..."


Aku melangkah dengan santai...


Entah kenapa kaki ini terasa ringan melangkah..


semoga Allah SWT meridhoi keputusanku hari ini...


Amien...


--------xxxxx---------


Jangan lupa like, vote dan komennya yaa..


JANGAN PADA HISTERIS YAA...


EGA DAN MANDALA BELUM MENIKAH LHOOO 🤭😉

__ADS_1


LOVE YOU.. 😘😘😘


__ADS_2