Jodohku

Jodohku
Karena Aku Menyayangimu...


__ADS_3

Perang dinginku dengan Mandala masih berlanjut...


Tapi besok aku harus kembali...


Pagi tadi Mandala sudah berpesan pada mbak yang bekerja di rumah...kalo dia akan pulang siang ini dan akan mengajakku pergi...


tumben..biasanya nge chat... kok sekarang pake titip pesan 🙄🙈


Mandala betul betul datang setelah zuhur...


Masih memakai pakaian dinas lengkapnya..


Sedangkan aku, sedikit pun belum siap, masih asyik menonton infotainment di sofa ruang keluarga...


"Yang..." Mandala berdiri di belakang sofaku...


menunduk sedikit dan mencium ujung kepalaku...


Aku terus memandang televisi...


"Kok belum siap? nanti kita terlambat"


Aku tidak bergeming...


"Yaaannggg" Suara Mandala naik dua oktaf lebih tinggi...


"Kita harus ke Pangkalan Udara AU... ada pemeriksaan internal buat pasangan yang akan menikah... tolong cepat, ini mempengaruhi karierku..."


Aku berdiri tanpa kata.. naik kelantai tiga.. mengganti baju dengan yang lebih formal...turun kembali kebawah...


Melihatku turun, Mandala langsung berdiri..


"Ayo..."


Mandala bergegas menuju mobil dan aku pun mengikuti...


Dimobil tanpa kata...


Mungkin Mandala juga kesal dengan tingkahku sehingga dia pun memilih untuk mendiamkanku...


Aku pun Masa Bodo... asyik sendiri dengan handphoneku...


Sampai di Pangkalan Udara AU...


Mandala mengajakku masuk...


setelah melalui pemeriksaan di pos pertama... kami melewati ruangan ruangan selayaknya sebuah perkantoran... sampai kami disatu ruangan khusus..


Mandala mengetok pintu kemudian masuk...


Di dalam terdapat tiga orang perwira...


Setelah Mandala memberi hormat... kami dipersilahkan duduk...


Awalnya Mandala meminta ijin untuk menikah dan menyerahkan surat yang bertanda tangankan komandan kompinya Mandala...


Kami di beri sebuah form yang kemudian kuisi bersama Mandala.... Form itu tentang identitas diriku dan Mandala... yang diakhiri dengan tanda tangan kami berdua...


Selanjutnya Mandala menyerahkan persyaratan yang diminta... surat keterangan domisili untukku dan orang tua... surat keterangan bahwa aku belum menikah... surat persetujuan kedua orang tuaku.. SKCK diriku dan kedua orang tuaku 🙈


begitu banyaknya persyaratan... dan aku tidak tau kapan Mandala mengurus itu semua...


Mungkin Asisten bapak yang mengurusnya kemudian diberikan kepada Mandala...


yang kurang dari persyaratan itu hanyalah fotoku yang harus memakai pakaian persit 🙈


Berbagai pertanyaan di tujukan kepada kami... tapi lebih banyak Mandala yang menjawabnya... itu adalah pertanyaan seputar pelaksanaan pernikahan yang bersifat umum...


Dan kemudian tiga pasang mata itu menatapku... melontarkan pertanyaan padaku...


"dokter Chintya Rismawati Marega..."


seseorang dari mereka bertanya padaku...


"Iya..." jawabku sambil mengangguk..


"Anda akan menjadi isteri seorang prajurit... Anda tau bahwa seorang prajurit akan ditugaskan kemana saja... Siapkah Anda mendampingi suami anda bila di pindah tugaskan?"


"Iyaa... saya siap.."


"Siapkah Anda untuk masuk kedalam persatuan wanita TNI angkatan Udara Pia Ardhya Garini?"


"Iyaa, saya siap..."


Bagus yaa nama persatuannya.. cocok nih untuk nama anak perempuan...


"Siapkah Anda untuk menjalani berbagai tes dari kami?


"Iyaa saya siap..."


"Baik... terima kasih..."


Pertanyaan selesai.. selanjutnya Aku di bawa oleh seorang prajurit wanita ke sebuah ruangan... didalam ruangan terdapat seseorang yang memakai jas dokter...


Aku menjalani serangkaian tes kesehatan.. dari jantung, mata.. telinga..Urin.. rontgen dada... pengambilan darah sampai masalah kewanitaan...


Tapi semua masih dalam tahap kewajaran...


sebagai dokter aku tau pengambilan prosedur tes kesehatan.. sehingga jika melebihi kewajaran, maka aku pun tidak akan tinggal diam...


Tidak tau juga untuk apa tes seperti ini ketika kita akan menjadi seorang istri tentara..


Selesai tes kesehatan...


Kemudian aku menjadi anak sekolahan lagi.


Aku di beri kertas soal soal ulangan 😄🤪


yang berisikan tentang kewarganegaraan... ideologi.. organisasi terlarang... juga nasionalisme...


semua berbentuk uraian...


bukan pilihan ganda yang bisa kujawab dengan hitung kancing 🤪


Hampir dua jam lebih semua proses itu...


Masih ada proses lainnya...


Kami harus mendapatkan bimbingan batin hihihihihi


ini adalah pembinaan buat kami berdua...

__ADS_1


Di dalamnya termasuk bagaimana nanti bila aku harus kehilangan suamiku di saat tugas...


Yaa.. semua memang sudah diatur oleh Angkatan.. bahkan jika suami bertugas jauh, gerak gerik istri akan dipantau untuk menghindari perselingkuhan..


ternyata rumit ya untuk menjadi seorang istri prajurit 🙈


Selesai semua proses... Kami sudah mendapatkan ijin untuk menikah dari Angkatan yang nantinya dapat di serahkan ke KUA dan aku pun mendapatkan kain seragam persit.. yang harus kugunakan untuk berfoto sebagai salah satu persyaratan juga...


Keluar dari Pangkalan...


"Lapar??" Mandala bertanya padaku...


Aku menggeleng...


"Mau jahit di rumah busana seragamnya?"


Mandala menunjuk kain seragam persit yang baru kudapat...


"Kenapa?? mo ketemu desaignernya?? kangen ma desaignernya??"


Aku terus berjalan menuju mobil...


Mandala bengong sesaat.. kemudian menyusulku...


"Cemburu?"


Mandala membuka kan pintu mobil untukku...


Aku hanya diam... masuk mobil dan duduk dengan manis...


"Yaangg"


Mandala kembali memanggilku...


"emmm.."


"Temanin makan yaa.. aku belum ada makan... habis itu kita ke rumah sakit.. Ina minta pulang..."


"emmm"


Mandala menghela nafasnya...


"Kapan sih Yang bisa berubahnya...


"Kenapa?? Kekanak kanakan?? udah..cari sana wanita yang lebih dewasa... kalo perlu cari nenek nenek... pengalamannya sudah banyak..."


Mandala kembali menghembuskan nafas...


Mengendarai mobil tanpa suara lagi...


Aku memang kekanakan... tapi aku sebenarnya hanya ingin membuat masalah dengan Mandala...


Aku ingin melihatnya marah... tapi mandala lagi lagi hanya mendiamkanku...


Aku ingin melihatnya marah di depanku...


Mandala memilih restoran jepang tanpa bertanya lagi padaku...


Turun dari mobil tanpa kata dan langsung menuju pintu masuk..


Aku melongo melihat punggung Mandala yang semakin menjauh...


Ini rupanya kemarahan Mandala...


Sekian lama aku terdiam di dalam mobil... merenungi semuanya.. tak terasa air mata ini menetes...


Aku memang kekanak kanakan... selalu memikirkan diriku sendiri...


pintu mobil diketok.. aku terkejut.. segera menghapus air mataku... seorang pelayan restoran berdiri disamping pintu mobilku...


"Iyaa..." tanyaku dengan pelan...


"Kata bapak yang tadi masuk.. kalo mau menunggu di mobil ini kunci mobilnya.. nanti ibu kepanasan di dalam mobil..."


Pelayan itu menyerahkan kunci mobil padaku...


Mandala tidak menyuruhku masuk... tapi memberikan kunci mobilnya saja...


Baiklah.. aku akan menuruti kemauanmu.... 🙈


Perenunganku sesaat tadi ternyata tidak berhasil...


karena ada sisi lain dari diriku yang merasa tertantang... Dan aku memilih untuk mengikuti sisi lainku tersebut...


"Tidak usah terima kasih..."


Aku tersenyum kemudian keluar dari mobil..


mengunci mobil dan menyerahkan kembali pada pelayan itu...


"Kembalikan dan katakan kalo saya tidak kepanasan di dalam mobil.."


Pelayan itu terdiam... dan aku langsung pergi mencari sebuah taksi...


Bagaimana pernikahanku dengan Mandala nanti...


Apakah kami akan seperti ini terus..


Aku menyadari Sisi Egoisku sebagai anak tunggal tidak pernah hilang... dan hal itulah yang selalu menjadi pemicu masalah kami...


Di dalam taksi... Aku memutuskan untuk pulang dan membereskan pakaianku...


Handphoneku terus berdering... aku mematikan handphoneku...


Sampai dirumah aku terkejut...


Ternyata Mandala lebih dulu sampai...


Aku membayar taksi dan masuk kedalam rumah...


Menarik nafasku sejenak..


mempersiapkan diriku untuk berperang dengan Mandala...


Mbak pelayan menyambutku...


"Bu, tadi bapak bawa makanan... ibu makan dulu... kata bapak ibu belum makan..."


Aku tersenyum...


"Saya mau keatas dulu.. terima kasih mbak.."

__ADS_1


Si mbak tidak menahanku... membiarkanku naik... Aku tidak melihat dimana Mandala...


Aku langsung masuk kedalam kamarku...


memeluk guling diatas tempat tidur... menangis...


Entah apa yang kutangiskan... tapi memang aku ingin menangis...


Pintu kamarku di ketok dengan keras...


Aku terkejut... rupanya aku tertidur...


jam menunjukan pukul delapan malam...


Ya Allah.. selama inikah aku tertidur...


Aku bangun dari tempat tidur... aku tau dari ketokan di pintu yang keras bahwa itu adalah Mandala...


Dan benar ketika aku membuka pintu.. Mandala berdiri di depanku dengan wajah cemas dan marah..


Melihatku membuka pintu dengan baik baik saja wajah Mandala berubah...


"Kamu tidur sekian lama... belum ada makan... ayo cuci muka.. kita makan..."


Mandala menarikku kekamar mandi...


Aku masuk ke kamar mandi mencuci muka dan menyikat gigi...


keluar kamar mandi dan Mandala masih berdiri menungguku di depan kamar mandi...


"Yaaanngg... maaf..."


Mandala memegang tanganku...


Aku memandangi Mandala... kenapa harus Mandala yang meminta maaf... semua karena aku terlalu egois.. tapi Mandala selalu mengalah untukku...


"Kenapa??"


"eeh?" Mandala bingung menatapku..


"Kenapa harus minta maaf?" tanyaku lagi..


"Karena aku salah..."


"Kenapa kamu tidak menyalahkanku??"


"Karena aku Menyayangimu..."


"Tapi karena kasih sayang itu aku menjadi orang yang salah..."


Tiba tiba saja aku menangis...


"Yaanggg...kenapa?" Mandala bingung melihatku menangis


"Maaf... " Aku berkata dengan suara tertahan..


Mandala menarikku ke dalam pelukannya.. dan itu membuat tangisanku menjadi semakin kencang...


"Sudah kukatakan, aku tidak bisa mengeluarkan kata kata untuk memarahimu.. tapi aku juga tidak bisa melihatmu menangis..." Mandala membelai lembut punggungku..


"Ayo makan... nanti asam lambung naik... mau pingsan lagi?" Mandala mencuil hidungku seperti biasa..


"Gak pa pa pingsan.. asal di gendong sama kapten"


Mandala tertawa kecil..


"Sini.."


Mandala langsung menggendongku menuju lift...


Aku berontak kecil.. tapi berontakku membuat Mandala menciumku di dalam lift 😉


Untunglah lift sampai dengan cepat..


Aku cepat cepat menghapus jejak bibir Mandala diwajahku dan berjalan keluar lift dengan bersembunyi dibalik badan mandala...


Aku tau wajahku sekarang pasti merah membara...


Aku takut jika keluar lift akan bertemu seseorang...


Dan benar... keluar lift Melky, Ina dan Ama sudah menyambutku...


Mereka semua menungguku di meja makan...


Besok aku akan pulang... jadi mereka semua mempersiapkan makan malam ini bersamaku...


Selesai makan malam... semua duduk manis di sofa.. Aku duduk disamping Mandala..


kemudian Melky mendekatiku dan Mandaka..


"Aku memiliki rekaman di dalam lift.. kalian mo liat?"


Melky tersenyum licik pada kami..


Aku melotot dan Mandala tersenyum sambil tertawa kecil...


"Melky...kirimkan rekamannya padaku.." Mandala berkata sambil tersenyum padaku dan adu tos dengan Melky...


"Baiklah.." Aku memandang tajam ke arah Mandala...


Mandala tertawa sambil menarikku kedalam pelukannya...


"Aku akan membalaskan dendammu pada Melky.."


"Ooo Abang curang..."


Melky berlari menjauhi Mandala dan tersisa tawa kecil Mandala... dan aku menikmati pelukan laki laki ini... mencium aroma tubuhnya... berusaha mencari bedanya aroma ini dengan aroma tubuh Yudhis...


Masih saja Yudhis yang ada di kepalaku...


🙈


-----------


Jangan lupa votenya yaa...


biar tambah semangat nulisnya hehehehehe


LOVE YOU...


btw... minggu minggu ini sangat sibuk..

__ADS_1


jadi upnya agak terlambat..


mohon bersabar yaa 😘😘


__ADS_2