Jodohku

Jodohku
bertemu Inaq...


__ADS_3

Pukul tujuh malam kurang lima belas menit...


Aku sudah berdandan rapi...


Jadi pergi Ga???


Akhirnya.... Ada juga yang membuka hatinya 🤪🤪


Entahlah.. mungkin karena aku ingin menghibur hatiku... atau juga karena aku memang belum pernah jalan jalan kepantai sejak aku berada dipulau ini...


Atau memang...ingin memberi kesempatan pada sang kapten 😱🙈😄


Pukul tujuh kurang lima menit... seseorang mengetok pintu kamarku...


"iyaa..." jawabku membalas ketokan yang datang..


Aku membuka pintu... bibi yang bersih bersih rumah ternyata..


"Mba.. itu kata pak satpam, ada yang cari didepan.."


"Oh iyaa bi... bilang suruh tunggu lima belas menit.. bilang saya lagi mandi... okey"


"Tapi kan mba sudah mandi dan rapi..."


"Udah, bibi bilang aja gitu..."


Aku mendorong si bibi supaya turun... kemudian aku ke balkon atas, mengintip seseorang yang datang itu...


Dia menggunakan mobil dr.Farid 🙈


Memakai setelan santai... celana jeans dan baju kaos.. kulihat pak satpam sudah berbicara dengannya... dan kulihat dia melirik jam tangannya...


heemm seharusnya aku menyuruhnya menunggu selama setengah jam...


Aku memperhatikannya dari Atas...


Sebagai seorang tentara, jelas tubuhnya atletis... tinggi dan proposional... idaman setiap wanita 🙈


mungkin tingginya sekitar 180an lebih...


Pak satpam yang tinggi pun, masih kalah tinggi dengannya...


dan Wajahnya itu.... membuat setiap wanita yang melihatnya pasti langsung pingsan hahahahaa


wajahnya percampuran antara wajah indonesia dan wajah luar... Entahlah mungkin dia lahir di luar negeri atau memang ada keturunan non indonesia..


Aku belum mengenalnya lebih jauh... tapi wajah itu jelas sempurna... Allah SWT menciptakannya begitu sempurna... keseimbangan antara mata, hidung dan alis sungguh perfect...


Egaaa... kenapa kamu menjadi pengamat wajah orang hahahahah...


dengan Yudhis Ga??


Heeemmm.. Kuakui, untuk wajah Yudhis memang kalah dengannya... tapi bagiku, Yudhis memiliki ketampanannya sendiri... tidak bisa dibandingkan dengan siapa pun... 😱😄


Kulihat dia kembali melirik jam tangannya.. aku pun melirik jam tanganku... kembali kekamar... merapikan pakaianku... Aku pun memakai celana kain yang santai, memakai baju sepanjang pahaku...


Yaa... sejak aku berhijab, aku sudah membuang seluruh celana jeansku... aku selalu memakai baju yang menutupi bagian pantat dan pahaku...


walaupun jilbab yang kugunakan masih belum sempurna... tapi aku akan terus memperbaikinya nanti..


Lima belas menit...


Aku turun kebawah... melihatnya yang terus melihat kearah pintu masuk walaupun sedang berbincang dengan pak satpam...


Ketika melihatku keluar... kulihat sekilas dia tersenyum...

__ADS_1


"Kirain masih perlu waktu setengah jam lagi.."


begitu aku datang dia mengucapkan kalimat itu..


"seharusnya..." jawabku santai


"Jalan pak..." pamitnya pada pak satpam


"Jangan dikunci ya pak.." candaku pada pak satpam


kami masuk kedalam mobil...


"nyamuk gak diatas??"


"Apaa??" jawabku dengan terkejut


"dibalkon atas... nyamuk gak?"


aku melotot kearahnya... dari mana dia tau kalo aku mengintip di balkon atas...


"kalo mo ngintip... matikan semua lampu.. termasuk lampu hape.."


Oh Tuhaaannn.... bisakah aku mati hari ini juga...


Aku hanya bisa terdiam... malu..malu..malu 🙈🙈


Kami sampai disebuah rumah... ini bukan kepantai..


"kita kerumah inaq dulu... nanti kalo pulangan takut kemalaman... inaq sudah tidur..."


Ooh rupanya ini rumah dr.Farid...


Tapi bukannya dia sudah kemari untuk mengambil mobil.. kenapa harus kembali kemari lagi??


ah biarlah... sesuka hatinya lah...


"Assalamualaikum.."


"Waalaikumsalam..." kudengar dua suara menyahut dari dalam


Kulihat dr.Farid duduk disebuah kursi kecil..


didepan beliau duduk seorang wanita di sebuah kursi panjang seperti sofa tapi sudah didesain khusus menjadi tempat tidur..


"Masuk sayang..." ucap wanita itu ketika melihatku..


"dokter..." aku menyapa dr.Farid...


"Sini... saya kenalkan dengan istri saya..." dr.Farid menyuruhku mendekat...


"Saya Ega... tapi kalo di rumah sakit dipanggil dr.Chintia.."


Entah kenapa... aku memperkenalkan nama kecilku pada istri dr.Farid


Aku hanya mengikuti kata hatiku...


Aku mendekati beliau.. menjabat tangan kurus beliau dan menciumnya...


"Kamu cantik dan manis... pantas anak saya suka pada pandangan pertama..."


"uhuk uhuk..."


kudengar sang anak pura pura batuk...


"Ibu bercanda..." ucapku pelan

__ADS_1


" Saya tidak bercanda... suami saya pun selalu membicarakan kamu... panggil saya inaq.. seperti mandala memanggil saya..."


"iyaa inaq.."


Tak lama dr.Farid keluar dengan membawa tiga cangkir gelas...


"dokter... kenapa harus repot..."


aku mengambil nampan di tangan dr.Farid...


memberikan satu gelas cangkir pada Mandala..


dan meletakan yang duanya didepanku dan dr.farid...


kami memang duduk berdekatan... hanya mandala yang duduk agak menjauh dari kami...


"Asisten rumah ini pulang tiap sore ketika saya sudah sampai dirumah.. kasian sudah seharian menjaga inaq.." dr.Farid menjelaskan sebelum aku bertanya 😁


"kalo dokter harus menginap di rumah sakit seperti kemaren..?"


"Asisten rumah pun harus menginap juga disini.. ayo minum.. nanti kalian kemalaman dijalan..."


"Dalaaa.." dr.Farid memanggil mandala...


"iya amaq..."


"Ajak dr.Chintya makan... nanti pingsan lagi... kamu yang repot harus menggendongnya lagi..."


"dokteeeerrr..."


"hahahahhaha... ayo cepat habiskan minumnya.."


Mandala mendekati kami...


"Saya malah menunggu kapan dia pingsan lagi amaq.. biar saya bisa menggendongnya lagi.."


Astagfirullah... dr.Farid dan Mandala benar benar membuat wajahku menjadi kepiting rebus...


Setelah minum kami habis... Mandala mengajakku pergi... aku berpamitan pada istri dr.Farid..


"Kemari lagi ya sayang..." istri dr.Farid membelai tanganku..


"Insya Allah inaq"


" boleh inaq minta nomor hapemu... mungkin inaq perlu kamu nantinya buat curhat...


Aku tersenyum... aku tau ini trik dari mandala...


kudengar pun dr.Farid tertawa...


"Dala.. dala... cari trik lain... kamu kan tentara... jangan gunakan inaq mu sebagai tameng.."


dr.Farid mentertawai Mandala...


Kulihat Mandala hanya tersenyum...


"Namanya juga usaha Amaq..."


"hahahhaa... sudah sana.. hati hati dijalan ya.."


kami pun pamitan pada dr.Farid dan istrinya...


masuk kedalam mobil dan menuju pantai...


-----------------xxxxxxx-----------

__ADS_1


jangan lupa like dan votenya yaa


LOVE YOU 😘😘


__ADS_2