
Melelahkan tapi menyenangkan...
Aku senang bertemu dengan orang orang baru...
selain menambah teman juga menambah wawasanku...
Saatnya untuk melepas lelah... menuju ke alam mimpi..
drreeettt... dreeet...dreeet... hapeku bergetar...
aku memang selalu memasang mode getar setiap malam... takut suara deringnya mengganggu penghuni lain..
Membuka hapeku...
Nomor baru di whatsapp??
sebuah chat...
chat pertama...
Belum tidur kan bu dokter...
chat kedua..
besok aku jemput sarapan jam enam pagi.. kata ama, nasi pecel yang waktu itu kamu beli enak.. ina mau coba.."
chat ketiga..
tidak ada alasan menolak..
chat keempat...
jangan lupa pukul enam pagi.. enggak pake acara naik ke balkon atas lagi...
chat kelima..
gak usah ngintip ngintip dibalkon.. liat aja orangnya langsung...
chat keenam...
pengen chat sampe seratus... tapi aku juga ngantuk..
chat ke tujuh..
berdoa dulu sebelum tidur...
chat ke delapan...
sudah cuci kaki kan tadi...
chat ke sembilan..
selamat tidur... mimpiin aku yaa..
chat kesepuluh...
kamu akan selalu ada dalam mimpiku 😘😘
🙈🙈🙈🙈
Aku tersenyum sendiri...
akhirnya aku mulai mengetik kata kata..
chat pertamaku..
baru mau akan tidur.. tapi ada chat gak dikenal masuk..
chat keduaku...
Nasi pecelnya enak karena aku yang beli... belum tentu kalo orang lain yang beli juga enak..
chat ketigaku..
gimana mo nolak kalo di ancam pake nama ama dan ina...
chat keempatku...
naiklah ke balkon.. kan mo jemur pakaian 🤪
chat kelimaku...
malas liat langsung.. orangnya narsis...
chat keenamku...
kenapa gak dicoba dulu.. biar tangannya keriting
chat ketujuhku
baca doa.. ujungnya pake amin gak..
chat kedelapanku...
Udah dicelupin malah kakinya ke dalam bak..
chat kesembilanku...
bakalan mimpi buruk kalo mimpiin kamu..
chat kesepuluhku...
cuman didalam mimpi aja dong aku adanya 🤪
chat kesepuluh ini adalah chat yang kusesali...
kenapa aku harus mengetik kalimat itu 🙈
untuk menghapusnya sudah terlambat...
Mandala dengan cepat selalu membaca chatku...
dan karena chat kesepuluh itulah berlanjut ke chat chat yang lainnya..
"aku mau melihat senyummu.."
(chat balasanku.... kayak iklan pasta gigi)
__ADS_1
"aku mau kamu menjadi pendampingku"
(chat balasanku... bridesmaid dong 🤪)
"aku mau menemanimu sampai tua"
(chat balasanku... pejam dulu ah,sambil mikir ini iklan apa)
"sampai maut memisahkan kita"
(chat balasanku... zzzzzzzzz 😴)
Entah berapa banyak lagi chat kami berdua...
Sampai aku tertidur dengan sendirinya...
begitu aku bangun di waktu subuh...
seratus chat itu benar benar masuk 🙈ðŸ¤ðŸ˜„
Aku membaca beberapanya...
tidak berniat untuk membalas..
toh dia juga akan datang menjemputku...
Jadi.....beneran sarapan nih berdua???
Demi dr.Farid dan istrinya hehehhehee
pukul enam kurang lima belas menit...
Aku sudah siap untuk pergi...
sebuah chat masuk lagi ke hapeku..
"sudah diparkiran asrama.. masih ada waktu lima belas menit.. kalo mau ke balkon.. aku siap siap nih.. biar yang ngintip enak liatnya.."
Huuuhh... ada yaa orang yang narsis kayak gini 🙄
chat balasanku...
"Yang jual nasi pecel aja masih tidur dirumah, yang beli udah gak sabaran"
dreeett... dreeet... dreeet...
hapeku kembali bergetar
"Yang beli gak sabar mo ketemu pembeli yang satunya lagi.."
Chat balasanku...
"sekali lagi chat, dapat piring cantik.."
dreett...dreett...dreettt...
"Diganti dokter cantik boleh??"
chat balasanku...
"tidur lagi aahh... enak balas chat sambil tiduran.."
"Chat di OFF kan... ayo cepat turun"
chat balasanku..
"ON time dong... baru 05.50 pagi"
dreettt... dreettt...dreeettt...
"Perjalanannya kan butuh waktu lima menit"
chat balasanku..
"Jam 06.00 teng baru turun"
dreeett...dreeett...dreeettt..
"Gak turun..aku yang naik.. kugendong kamu turun"
Aku bengong...
gak bisa ditantang ni orang...
bisa beneran nekat lagi naik ke atas 🙈
akhirnya aku mengalah...
Pukul 06.00 teng aku sudah berada didalam mobil..
"Takut??" tanyanya padaku..
"Takut kenapa??" aku balik bertanya..
"Takut beneran digendong buat turun..."
"Males aja pagi pagi bikin heboh..."
Aku memperhatikan Mandala...
memakai baju koko dan sarung 🙈
Gak saltum nih orang...
"Habis subuhan langsung jalan... malas ganti baju"
Mandala selalu tau apa yang kupikirkan 🙄
"Mo pamer gitu kalo sholat?"
"Gak juga sih.. tapi kalo itu jadi penilaian plus buat jadi suami kamu.. aku rela buat pamer"
🙈🙈🙈🙈
Kami tiba di warung pecel...
masih pagi jadi antrian belum banyak...
__ADS_1
tapi tunggu.. aku kan gak bilang warungnya dimana... kok dia sudah tau??
"Kok tau warungnya yang ini??"
Mandala cengengesan...
"Udah sering beli disini.."
"trus...???"
"kalo aku yang beli.. kata ina gak pernah enak...
makanya coba kamu yang beli.. "
Hebat ni orang ngelesnya... siapa sih guru lesnya dulu yaa ðŸ¤ðŸ¤ª
Aku turun dari mobil...
Mandala pun ikut turun...
"Ina gak pake sambel... aku dan ama lengkap"
Mandala sedikit berbisik ditelingaku... aroma tubuh dan nafasnya terasa menghembus di wajahku...
Aduuh Kapten... jangan berbisik dekat gitu kale...
Aku yang menjauhkan diriku secara spontan...
Mandala hanya tersenyum melihat reaksiku...
"Kamu hapal jalan jalan di pulau ini?"
Aku bertanya pada mandala setelah kami kembali ke mobil..
"Hapal lah... sudah sering kok mengunjungi ama di sini.."
Jawabannya ini membuatku sedikit kesal...
kupikir selama ini aku yang menjadi tuan rumah mengajaknya jalan jalan... tapi ternyata....
dia lebih tau tentang pulau ini dibandingkan aku 🙈🙈
"Gak usah kesal gitu dong.."
Lagi lagi dia bisa membaca pikiranku...
"kok tau aku kesal..."
"mukanya langsung berubah jadi kecut gitu...
nanti kalo aku ke kota kelahiranmu... kamu bisa menjadi pemandu wisataku.."
"memang siapa yang mau kamu ke kotaku.."
"jelaslah harus kesana... kan harus ketemu orang tua kamu buat melamar..." ðŸ¤
Mandala ini kalo berbicara sesuka hatinya...
Membuatku suka salah tingkah...
Tapi aku suka dengan gaya bicaranya...
membuat suasana jadi hidup...
"kenapa kamu begitu yakin padaku??"
Aku harus berbicara serius kali ini padanya..
"Aku selalu percaya dengan kata hatiku..."
"Kamu belum mengenalku... kamu akan menyesal nantinya..."
"Kenapa aku harus menyesal... tolong beri aku penjelasannya..."
Mandala kali ini juga terlihat serius...
"karena aku belum bisa memberikan apa yang kamu mau... hatiku belum terbuka"
Mandala tersenyum...
"Yudhis??"
"sudah tau kan... kenapa kamu masih memaksa.."
"boleh aku mengenal siapa Yudhis?"
"Untuk apa?"
"Untuk mengambil kunci hatimu.."
Aku terdiam... kualihkan pandanganku keluar jendela mobil...
"Sudah berapa lama Yudhis pergi?"
Suara Mandala membuatku kembali menoleh kearahnya..
"Kamu tau Aa pergi kemana?"
"Kamu memanggilnya Aa... Aku tau dia sudah kembali kepenciptanya"
"Darimana kamu bisa tau?"
"Dari caramu mengenangnya... dari caramu mengucapkan namanya... seseorang yang berpisah karena sakit atau di khianati akan berbeda sikapnya dengan seseorang yang berpisah untuk selamanya.."
Aku tersenyum kecil... Mandala benar... jika Aku berpisah karena pengkhianatan mungkin tidak akan seperti ini rasanya..
"sudah berapa lama Yudhis pergi?"
"hampir tiga tahun.."
"Wow... Yudhis benar benar beruntung.. memiliki seseorang yang setia seperti kamu.."
Benarkah aku orang yang setia...
Benarkah selama ini aku bertahan karena aku setia..
-----------xxxxxxx------------
__ADS_1
jangan lupa like, vote dan komennya yaa
Love You...